10 Kesalahan Saat Mendaki yang Bisa Dicegah dengan Trekking Pole

Ilustrasi menggunakan trekking pole. Foto: Mariia Vitkovska/istockphoto
Mendaki gunung adalah aktivitas seru yang bisa memberikan pengalaman berharga, tapi tetap harus dilakukan dengan persiapan yang tepat. Banyak pemula melakukan kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari kalau tahu teknik dasar dan memakai perlengkapan yang sesuai.
Salah satu alat yang sangat membantu, namun sering dilewatkan, adalah trekking pole. Alat sederhana ini bisa membuat pendakian lebih stabil, ringan, dan aman dari berbagai risiko.
Kesalahan Saat Mendaki yang Bisa Dicegah dengan Trekking Pole
Sebelum membahas satu per satu, penting untuk dipahami bahwa banyak kesalahan mendaki bukan hanya soal stamina, tapi soal teknik dan perlengkapan. Trekking pole bisa membantu mengurangi beban di kaki, menjaga keseimbangan, sampai mencegah cedera kecil yang sebenarnya sangat umum terjadi.
Secara umum, berikut kesalahan mendaki yang bisa kamu hindari dengan bantuan trekking pole:
1. Melangkah Terlalu Lebar
Saat mendaki, banyak pemula melangkah terlalu lebar untuk mempercepat perjalanan. Padahal langkah besar justru membuat otot cepat lelah. Dengan trekking pole, kamu bisa menjaga ritme langkah lebih stabil karena tongkat membantu mengatur keseimbangan dan tekanan tubuh.
2. Mengandalkan Kaki Sepenuhnya
Kesalahan umum lainnya adalah menumpukan seluruh tenaga pada kaki. Padahal tangan bisa membantu menopang beban tubuh. Trekking pole bekerja sebagai tumpuan tambahan sehingga tubuh terasa lebih ringan dan energi lebih hemat.
3. Kesulitan Menjaga Keseimbangan di Medan Licin
Jalur berlumpur, berbatu, atau berpasir sering membuat pendaki terpeleset. Trekking pole memberikan titik kontak ekstra dengan tanah sehingga kamu bisa menjaga kestabilan lebih baik, terutama saat turun.
4. Salah Teknik Saat Turun Gunung
Foto: lzf/istockphoto
Menuruni gunung sebenarnya lebih berisiko daripada naik. Tanpa bantuan alat, lutut bisa menahan beban hingga 2–3 kali lipat dari normal. Trekking pole akan membantu mendistribusikan beban ke tangan, sehingga tekanan di lutut jauh lebih ringan.
5. Tidak Mengenali Ritme Nafas
Terkadang pendaki terburu-buru tanpa mengatur ritme napas. Trekking pole membuat gerakan lebih teratur karena kamu mengikuti pola langkah yang konsisten, sehingga ritme napas ikut menyesuaikan.
6. Sering Berhenti Karena Mudah Lelah
Trekking pole membuat otot tubuh bekerja lebih seimbang. Tidak hanya kaki yang bekerja keras, tetapi juga otot tangan, bahu, dan punggung. Hal ini membantu kamu berjalan lebih jauh tanpa cepat kehabisan energi.
7. Cedera Ringan di Pergelangan atau Lutut
Pendaki yang tidak terbiasa menapak dengan benar bisa mengalami cedera kecil seperti nyeri lutut atau pergelangan kaki. Trekking pole membantu mengurangi risiko ini dengan memberikan tumpuan tambahan yang membuat langkah lebih aman.
8. Kesulitan Melewati Jalur Menanjak
Foto: pixelfit/istockphoto
Tanjakan curam menjadi tantangan besar bagi pemula. Dengan trekking pole, kamu bisa menarik tubuh dengan lebih stabil dan ringan karena beban terbagi ke tangan.
9. Postur Tubuh Mudah Membungkuk
Kelelahan sering membuat pendaki menunduk, menyebabkan napas pendek dan jalur pernapasan tertutup. Trekking pole membantu menjaga postur tetap tegak sehingga kamu bisa bernapas lebih lega.
10. Tidak Memperhitungkan Kecepatan Pendakian
Pemula sering terlalu cepat di awal lalu kehabisan tenaga. Trekking pole membantu menjaga ritme agar lebih konsisten dari awal sampai puncak.
Rekomendasi Trekking Pole untuk Pendakian Lebih Stabil
Kalau kamu ingin mendaki dengan lebih aman dan nyaman, berikut beberapa trekking pole yang bisa dipertimbangkan. Tenang, Kawankuy bisa beli semuanya lewat KuyBeli, tinggal klik dan nanti diarahkan langsung ke toko yang menjual produknya.
Model yang kokoh dengan desain fleksibel untuk pendakian jarak jauh atau jalur teknis.
Kalau kamu mau cari rekomendasi trekking pole yang paling sesuai kebutuhan, langsung cek KuyBeli aja. Di sana kamu bisa lihat pilihan produk terbaik, klik, dan otomatis diarahkan ke toko yang menjualnya.





