Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Sekolah Rakyat Barito Timur Disiapkan di Lahan 10 Hektare

Sekolah Rakyat Barito Timur Disiapkan di Lahan 10 Hektare
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Sekolah terpadu untuk memperluas kesempatan belajar

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis dan berkualitas yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, dengan layanan belajar yang dirancang dalam satu lingkungan terpadu. Bagi Barito Timur, rencana pembangunannya di Bangi Wao patut dilihat sebagai upaya memperluas akses pendidikan, bukan sekadar menambah gedung sekolah. Pemerintah Kabupaten Barito Timur menyiapkan lahan sekitar 10 hektare untuk kompleks yang direncanakan menampung jenjang SD, SMP, dan SMA, berikut fasilitas pembelajaran serta asrama. Namun, luas lahan dan kelengkapan bangunan belum dengan sendirinya menjamin kesempatan belajar yang setara. Perencanaan harus memastikan bahwa kebutuhan peserta didik, mutu pengajaran, dan dukungan keseharian mereka mendapat perhatian sejak awal. Jika sekolah ini mampu menggabungkan semua itu, manfaatnya akan terasa lebih jauh daripada sekadar menyediakan tempat belajar.

Belajar dari fasilitas di Tanah Bumbu

Pada Selasa, 27 Oktober 2026, Bupati Barito Timur M. Yamin mengunjungi Sekolah Rakyat di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, untuk mempelajari langsung penyelenggaraan pendidikan berasrama sebagai bahan persiapan pembangunan di Bangi Wao. Kunjungan itu penting karena sekolah berasrama bukan hanya ruang kelas dengan tempat tidur di dekatnya: lingkungan tersebut menjadi tempat anak belajar sekaligus menjalani keseharian. Yamin meninjau asrama siswa putra dan putri yang terpisah, asrama guru, tempat ibadah, ruang makan, serta wisma tamu untuk orang tua atau keluarga. Ia juga berinteraksi dengan peserta didik dan tenaga kependidikan untuk melihat aktivitas sekolah. Contoh ini memberi gambaran berguna, tetapi Barito Timur tetap perlu menyesuaikan rancangan dengan kebutuhan masyarakat setempat, bukan menyalin fasilitas tanpa menimbang cara penggunaannya.

Skala sekolah menuntut rancangan menyeluruh

Sekolah yang ditinjau di Tanah Bumbu menampung 270 siswa pada tiga jenjang: Sekolah Rakyat Dasar, Sekolah Rakyat Menengah Pertama, dan Sekolah Rakyat Menengah Atas. Setiap jenjang memiliki 90 siswa, dibagi ke dalam tiga rombongan belajar dengan 30 siswa per kelas. Angka ini memberi gambaran konkret tentang skala layanan yang dapat dipelajari, tetapi belum menetapkan kapasitas yang akan dibangun di Bangi Wao. Pemkab perlu merencanakan hubungan antara ruang belajar, hunian, layanan makan, tempat ibadah, dan kebutuhan tenaga pendidik sebagai satu sistem. Penataan kawasan dan pengelolaan harian juga menentukan apakah pendidikan berasrama benar-benar mendukung perkembangan anak. Tanpa koordinasi yang jelas, fasilitas lengkap berisiko tidak sejalan dengan kebutuhan operasional. Karena itu, persiapan yang matang harus mencakup sarana sekaligus tenaga dan tata kelola.

Akses pendidikan bergantung pada pelaksanaan

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas pemerintah pusat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Harapan agar sekolah di Bangi Wao membuka kesempatan belajar yang lebih luas bagi anak Barito Timur sejalan dengan tujuan itu. Namun, janji pemerataan baru akan bermakna jika rancangan fasilitas diterjemahkan menjadi layanan yang benar-benar dapat dijangkau dan dikelola dengan baik. Langkah berikutnya adalah menyelaraskan persiapan dengan pemerintah pusat dan kementerian terkait, termasuk kebutuhan sarana, tenaga pendidik, penataan kawasan, dan sistem pelayanan peserta didik. Peninjauan di Tanah Bumbu menyediakan bahan pembanding; keputusan yang paling menentukan tetap ada pada mutu perencanaan dan pelaksanaan di Bangi Wao.

Pada akhirnya, lahan sekitar 10 hektare memberi Barito Timur ruang untuk merancang sekolah terpadu yang menghubungkan jenjang SD hingga SMA dengan fasilitas berasrama. Itu merupakan peluang penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan. Agar peluang tersebut tidak berhenti sebagai rencana, pemerintah perlu mengutamakan kebutuhan peserta didik dan memastikan koordinasi, tenaga pengajar, serta pengelolaan berjalan seiring pembangunan fisik. Ukuran keberhasilan Sekolah Rakyat bukan banyaknya fasilitas yang tercantum dalam rancangan, melainkan kesempatan belajar yang benar-benar terbuka dan pengalaman pendidikan yang mendukung masa depan anak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!