Investasi Jangka Panjang! Kunci Perawatan Treadmill Rumahan Agar Mesin Awet dan Tidak Cepat Rusak

sumber gambar: Andrea Piacquadio via pexels
Memiliki treadmill di rumah adalah investasi kesehatan yang mahal. Agar investasi ini bertahan lama dan tidak gampang rusak, perawatan rutin adalah harga mati. Kabar baiknya, merawat treadmill tidak serumit yang dibayangkan. Kebanyakan masalah besar justru muncul dari kelalaian kecil.
Berikut adalah tiga kunci utama agar mesin treadmill di rumah tetap awet dan performanya maksimal:
1. Pelumasan Sabuk (Belt): Bensin untuk Mesin Lari
Deck (papan) dan Belt (sabuk lari) adalah komponen yang paling sering bergesekan. Gesekan yang terus-menerus tanpa pelumas akan menyebabkan motor bekerja lebih keras, sabuk cepat aus, dan dalam jangka panjang, bisa membuat motor cepat panas dan jebol.
-
Kapan Harus Dilumasi? Aturan umum untuk treadmill rumahan adalah setelah pemakaian 40 hingga 50 jam, atau kira-kira setiap 2-3 bulan (tergantung frekuensi pemakaian).
-
Cara Cek Mudah: Selipkan tangan di bawah sabuk, rasakan permukaannya. Jika terasa kering dan kasar, itu tandanya butuh pelumas khusus treadmill (silicone lubricant).
-
Proses Singkat: Matikan mesin, cabut kabel. Angkat sedikit sabuk lari dan semprotkan/tuang pelumas ke bagian tengah deck di bawah sabuk. Nyalakan mesin pada kecepatan rendah (sekitar 3 km/jam) selama 5 menit agar pelumas menyebar merata.
2. Jaga Kebersihan dari Musuh Utama: Debu dan Keringat
Siapa sangka, debu adalah musuh nomor satu komponen elektronik treadmill. Debu yang masuk ke area motor dan papan sirkuit bisa menyebabkan overheating atau korsleting. Keringat yang menetes juga bisa memicu karat pada rangka baja atau merusak panel kontrol.
-
Tips Anti Debu:
-
Lap seluruh permukaan treadmill, terutama konsol dan handle, setiap selesai digunakan (keringat).
-
Matikan dan cabut kabel, lalu bersihkan area di sekitar motor (biasanya di bagian depan bawah) menggunakan penyedot debu atau sikat lembut, minimal sebulan sekali.
-
-
Tips Anti Karat: Letakkan treadmill di ruangan yang kering dan bersuhu stabil. Hindari menaruhnya di dekat jendela yang berisiko terkena tampias hujan atau di balkon yang lembap.
3. Periksa dan Kencangkan Sabuk Lari (Tensioning)
Sabuk lari bisa meregang dan kendur seiring waktu. Sabuk yang terlalu kencang membebani motor, sedangkan sabuk yang terlalu kendur akan selip saat dipakai (terasa jeda saat kaki mendarat), yang justru membahayakan pengguna.
-
Cara Cek: Berdirilah di atas treadmill dan coba lari ringan. Jika terasa ada jeda atau sabuk sedikit bergeser ke samping, itu tandanya perlu penyesuaian.
-
Solusi: Gunakan kunci L yang biasanya disediakan pabrikan. Putar baut penyesuai yang ada di ujung belakang treadmill (kiri dan kanan) sedikit demi sedikit (misalnya seperempat putaran) hingga sabuk terasa pas dan lurus. Selalu pastikan putaran baut kiri dan kanan seimbang.
Dengan rutin melakukan tiga langkah sederhana ini—pelumasan, pembersihan, dan penyesuaian sabuk—dipastikan treadmill akan tetap prima, aman digunakan, dan umur pakainya jauh lebih panjang dari yang dibayangkan.



