Peresmian tertunda, bukan dibatalkan
Penundaan peresmian Sekolah Rakyat Makassar adalah perubahan jadwal acara nasional untuk meresmikan 100 gedung permanen Sekolah Rakyat Tahap II, setelah Presiden Prabowo Subianto batal datang ke Makassar pada Rabu, 28 Oktober 2026. Rencana semula menempatkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan di kawasan GOR Sudiang sebagai pusat acara. Pembatalan kunjungan presiden tidak berarti peresmian dibatalkan: peresmian Sekolah Rakyat tetap akan dijadwalkan ulang dan direncanakan dipimpin langsung oleh Prabowo. Namun, sampai informasi terakhir yang tersedia, tanggal pengganti belum diumumkan. Ketidakpastian ini membuat agenda simbolis bagi program tersebut tertunda, meski gedung-gedungnya telah menjadi fokus kegiatan. Penyelenggara masih perlu memastikan kapan presiden dapat hadir, sehingga publik belum punya patokan waktu baru untuk menantikan peresmian.
Agenda mendadak mengubah rencana Makassar
Alasan yang disampaikan untuk perubahan itu adalah adanya agenda mendadak yang harus diselesaikan presiden di Istana. Informasi yang beredar mengaitkan agenda tersebut dengan kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan; keterangan ini dilaporkan sebagai dugaan penyebab, bukan jadwal pengganti atau kepastian resmi mengenai urutan agenda. Akibatnya, kunjungan ke Makassar yang telah direncanakan untuk peresmian tak dapat berlangsung pada hari tersebut. Perubahan ini memperlihatkan betapa acara yang bergantung pada kehadiran presiden mudah bergeser ketika muncul urusan lain. Karena itu, ketiadaan tanggal baru bukan hal kecil bagi penyelenggara: mereka harus menunggu kepastian agenda presiden sebelum menetapkan ulang acara. Sampai ada pengumuman resmi, semua rencana mengenai hari peresmian tetap bersifat terbuka.
Peringatan tetap berlangsung, kepastian belum menyusul
Meski presiden absen, kegiatan di GOR Sudiang tidak ikut dibatalkan. Kementerian Sosial tetap menggelar peringatan satu tahun Sekolah Rakyat, dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf hadir dan ribuan siswa berkumpul di lokasi. Ini keputusan yang tepat: agenda peringatan dapat berjalan tanpa menunggu seremoni peresmian, sehingga siswa dan peserta tetap mengikuti kegiatan yang sudah direncanakan. Namun, kelancaran acara tersebut tidak menghapus pertanyaan utama tentang kapan 100 gedung permanen sekolah akan diresmikan. Hingga kabar terakhir, Istana belum mengumumkan tanggal baru, sementara penyelenggara menyatakan peresmian akan dijadwalkan ulang dan tetap dipimpin Prabowo. Bagi masyarakat, langkah paling penting berikutnya ialah pengumuman resmi yang memberi kepastian, bukan sekadar janji bahwa acara akan digelar kemudian.






