Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat Ditunda, Siswa Telanjur Menanti

Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat Ditunda, Siswa Telanjur Menanti
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Peresmian tertunda, tetapi kegiatan siswa tetap berjalan

Peresmian Sekolah Rakyat adalah agenda pemerintah untuk menandai penggunaan gedung-gedung permanen yang dibangun bagi kegiatan belajar siswa, sekaligus melaporkan perkembangan program kepada publik. Di Makassar, acara nasional yang semula dijadwalkan pada Rabu, 28 Oktober 2026, berubah setelah Prabowo batal ke Makassar. Siswa tetap berkumpul di GOR Sudiang, sementara Menteri Sosial Saifullah Yusuf memimpin acara bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman. Perubahan itu bukan sekadar soal siapa yang hadir. Ribuan peserta sudah datang dengan harapan menyaksikan peresmian dan bertemu presiden, sehingga agenda yang dijadwalkan ulang menyisakan ketidakpastian bagi orang-orang yang telah bersiap. Acara kemudian berlangsung dengan tajuk “Satu Tahun Sekolah Rakyat”, bukan peresmian nasional sebagaimana rencana awal. Pemerintah tetap menjalankan pertemuan dengan siswa, tetapi momentum yang dijanjikan kepada mereka tidak terwujud.

Peresmian 100 Gedung Sekolah Rakyat Ditunda, Siswa Telanjur Menanti

Ribuan peserta berkumpul, siswa telah menempuh perjalanan

Sekitar 7.000 peserta memadati GOR Sudiang, termasuk siswa Sekolah Rakyat dari Sulawesi Selatan, guru, wali asuh, wali asrama, dan orang tua. Sebagian siswa telah dimobilisasi dari daerah lain. Sebanyak 280 siswa dari Sinjai, misalnya, sudah telanjur berangkat ke Makassar sebelum kabar ketidakhadiran presiden menjadi jelas. Dampaknya terasa pada siswa, bukan hanya pada susunan acara. Ainur Arsyan, siswa Sekolah Rakyat 26 Makassar, mengaku kecewa karena tak bisa menunjukkan keterampilan pramuka di hadapan Prabowo. Kekecewaan itu wajar: anak-anak telah berlatih dan menempuh perjalanan untuk sebuah pertemuan yang semula dijadwalkan menghadirkan presiden. Pertunjukan mereka tetap berlangsung, tetapi kesempatan untuk tampil di hadapan tokoh yang mereka nantikan hilang. Mobilisasi siswa seharusnya disertai kepastian agenda dan komunikasi yang cepat agar beban perubahan tidak jatuh kepada mereka.

Mensos hadir, tetapi jadwal baru belum pasti

Saifullah Yusuf tetap menemui para siswa dan memimpin acara bersama gubernur meski Prabowo tidak hadir. Para siswa menampilkan teatrikal, tari daerah, tari Saman, tarian khas Papua, pramuka, dan musikal puisi. Kehadiran Mensos memberi ruang agar upaya siswa tidak berakhir sia-sia, tetapi tidak menggantikan pertemuan dengan presiden yang telah mereka harapkan. Pemerintah perlu mengakui bahwa perubahan agenda berdampak langsung pada anak-anak dan keluarga yang sudah berada di lokasi. Pemerintah pusat membangun 100 gedung permanen Sekolah Rakyat tahun ini; gedung yang telah selesai bahkan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Mensos menyebut fasilitas yang beroperasi masih dalam tahap finalisasi. Dengan demikian, kegiatan belajar tidak otomatis terhenti karena peresmian tertunda. Namun, fungsi gedung dan seremoni peresmian adalah dua hal berbeda: satu menyangkut layanan pendidikan, lainnya menyangkut akuntabilitas dan komunikasi publik.

Kepastian jadwal adalah tanggung jawab berikutnya

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan agenda peresmian di Sulawesi Selatan akan dijadwalkan kembali dengan menyesuaikan waktu Prabowo, tetapi tanggal pengganti belum diumumkan. Penundaan tanpa kepastian membuat siswa dan keluarga tidak tahu apakah mereka perlu kembali bersiap, sementara alasan pembatalan juga tidak dijelaskan dalam laporan yang tersedia. Peresmian Sekolah Rakyat dapat menunggu, tetapi komunikasi kepada peserta tidak semestinya ikut tertunda. Pemerintah perlu segera menetapkan jadwal baru atau menjelaskan bahwa peresmian akan berlangsung terpisah dari kegiatan siswa. Itu cara paling masuk akal untuk menghormati waktu, tenaga, dan harapan ribuan orang yang sudah berkumpul di Sudiang. Gedung permanen penting, tetapi pelaksanaan program juga dinilai dari bagaimana pemerintah memperlakukan siswa yang menjadi pusatnya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!