Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Makassar Uji Mobil Sedot untuk Mempercepat Pembersihan Drainase

Makassar Uji Mobil Sedot untuk Mempercepat Pembersihan Drainase
Minat|Asia Tenggara

Teknologi untuk saluran yang sulit dijangkau

Mobil sedot drainase adalah kendaraan khusus yang menyedot lumpur dan material endapan dari saluran, sementara truk jetting menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk meluruhkan sumbatan. Di Makassar, kedua alat diuji sebagai cara yang lebih cepat dan fleksibel untuk membersihkan saluran di kawasan padat bangunan. Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar menggelar uji coba di Jalan Gunung Bawakaraeng, Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Demonstrasi ini merupakan bagian dari kerja sama antarkota dengan Yokohama, Jepang, agar pemerintah dapat melihat langsung teknologi yang digunakan untuk menangani sedimentasi dan sumbatan. Uji coba berlangsung sejak Senin hingga Sabtu pada pekan tersebut. Langkah ini masuk akal: pengerukan konvensional sulit dilakukan di saluran yang terhimpit bangunan dan jalan sempit. Namun, keberhasilan demonstrasi saja belum cukup; manfaatnya perlu dinilai dari kemampuan alat menjangkau titik rawan dan menjaga aliran tetap lancar.

Dua kendaraan, dua fungsi

Truk jetting membersihkan kotoran dengan semprotan air bertekanan tinggi, sedangkan kendaraan vacuum atau VAC mengisap cairan, lumpur, tanah, dan sedimen saluran. Gabungan keduanya menargetkan dua masalah berbeda: endapan yang perlu diangkat dan sumbatan yang perlu dilonggarkan. Jetting memiliki tekanan semprotan hingga 14 MPa, mengalirkan 140 liter air per menit, membawa tangki berkapasitas 2.000 liter, dan selangnya dapat menjangkau hingga 100 meter. Kendaraan VAC memiliki tangki sekitar 2.400 liter. Menurut Kepala Bidang Drainase Dinas PU Makassar, Luqmanul Hakim, alat penyedot yang biasa digunakan dapat memerlukan berhari-hari untuk mencapai kapasitas 2.000 liter, sedangkan VAC dapat menyelesaikan penyedotan dalam hitungan jam. Keunggulan praktisnya bukan sekadar kecepatan. Selang panjang dan kendaraan penyedot berpotensi membantu petugas membersihkan saluran di permukiman padat tanpa bergantung pada akses alat berat. Warga di Pisang Utara juga menyaksikan pembersihan pada saluran dari Jalan Buntu Torpedo hingga Tinggi Mae.

Uji coba harus berujung pada perawatan rutin

Teknologi baru dapat mempercepat pekerjaan, tetapi tidak menggantikan pemeliharaan berkala dan keterlibatan warga. Drainase Makassar mencakup 3.850 kilometer saluran tersier, 367 kilometer sekunder, dan 85 kilometer primer. Skala jaringan sebesar itu menuntut prioritas yang jelas: titik rawan genangan, saluran yang sulit dijangkau, serta jadwal pembersihan yang konsisten. Pemerintah kota masih mempertimbangkan pengadaan kendaraan tersebut; jika disetujui, prosesnya harus melalui penganggaran APBD dan pengadaan barang. Karena itu, hasil uji coba sebaiknya menjadi dasar untuk membandingkan waktu kerja, jangkauan, dan kebutuhan operasional, bukan sekadar alasan untuk membeli alat. Pembersihan saluran dan koordinasi dengan RT/RW tetap penting agar sedimen dan sampah tidak segera menumpuk kembali. Pendekatan yang tepat ialah menggabungkan alat yang sesuai dengan lokasi, pemeliharaan rutin, dan edukasi warga. Tanpa rangkaian itu, penyedotan cepat hanya memberi kelegaan sementara.

Pongtiku melengkapi upaya perbaikan

Penanganan drainase tidak cukup mengandalkan kendaraan penyedot; kondisi fisik saluran dan jalan juga perlu dibenahi. Di kawasan Jalan Pongtiku, khususnya Lorong 28, Pemkot Makassar melalui Dinas PU mengerjakan perbaikan jalan dan saluran sebagai tindak lanjut arahan wali kota untuk memprioritaskan kebutuhan warga. Pekerjaan mencakup penggalian, pemasangan material pendukung drainase, dan penataan permukaan jalan. Saat laporan diterbitkan pada 29 Oktober 2026, pekerjaan masih berlangsung di Lorong 26; tahap berikutnya adalah pemasangan U-Ditch atau saluran beton pracetak setelah material tambahan tiba, termasuk untuk mendukung kelanjutan pekerjaan di Lorong 28. Uji mobil penyedot di Gunung Bawakaraeng dan perbaikan drainase di Pongtiku menunjukkan dua sisi penanganan yang seharusnya berjalan bersama: membersihkan sumbatan yang sudah terjadi dan memperbaiki infrastruktur agar aliran air lebih tertata. Ukuran keberhasilan akhirnya bukan kecanggihan alat, melainkan berkurangnya genangan dan layanan yang konsisten bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!