Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Proyek Drainase dan Bendali Dikebut untuk Menekan Banjir

Tiga Proyek Drainase dan Bendali Dikebut untuk Menekan Banjir
Minat|Asia Tenggara

Perbaikan saluran menjadi langkah pertama

Proyek pengendalian banjir adalah pembangunan atau pembenahan infrastruktur yang mengatur aliran dan tampungan air untuk mengurangi genangan serta melindungi permukiman dan kegiatan warga. Tiga pekerjaan di Medan dan Balikpapan yang berjalan bersamaan menunjukkan bahwa penanganan banjir tidak cukup mengandalkan satu jenis bangunan: saluran, tampungan air, dan jalan perlu ditangani sesuai masalah setempat. Di Medan, pengerjaan drainase Jalan Pagaruyung di Kelurahan Petisah dimulai pada pekan terakhir Oktober dan ditargetkan selesai November 2026. U-Ditch berukuran 100/120 sentimeter akan dipasang sepanjang 191 meter di kedua sisi jalan. Pengorekan dan pelebaran diperlukan karena sedimentasi tinggi, sementara bangunan toilet dan tempat mencuci berdiri di atas drainase lama. Ada gangguan sementara bagi pedagang, tetapi pekerjaan yang efisien penting agar kawasan kuliner itu dapat kembali beroperasi setelah saluran selesai. Pembangunan juga tak akan bertahan manfaatnya jika drainase kembali dipenuhi sampah; pemeliharaan oleh warga sama pentingnya dengan konstruksi.

Tiga Proyek Drainase dan Bendali Dikebut untuk Menekan Banjir

Bendali Ampal menambah kapasitas tampungan

Di Balikpapan, Bendali Hulu Sungai Ampal memiliki peran berbeda: menahan dan mengatur debit dari hulu sebelum air mencapai kawasan hilir. Hingga 27 Oktober 2026, proyek senilai Rp46,56 miliar mencapai progres fisik 62 persen dan dijadwalkan selesai pada 21 Desember 2026. Bendali sungai Balikpapan ini dibangun di lahan 9,8 hektare di belakang Pasar Segar, untuk menampung aliran dari Balikpapan Utara dan Jalan MT Haryono, termasuk dari tiga saluran. Manfaat yang diproyeksikan cukup terukur: dalam sistem terpadu Sungai Ampal, bendali diperkirakan mereduksi banjir 15,70 persen atau mencakup sekitar 40 hektare wilayah hilir. Angka tersebut memberi alasan kuat untuk menyelesaikan proyek tepat waktu, tetapi satu bendali bukan penyelesaian tunggal. Rencana penanganan juga mencakup tanggul, pompa, peningkatan kapasitas saluran, dan kawasan muara. Infrastruktur mitigasi banjir akan lebih efektif bila berbagai unsur sistem itu bekerja bersama, terutama karena sejumlah saluran Balikpapan terbatas menampung debit saat hujan deras.

Tiga Proyek Drainase dan Bendali Dikebut untuk Menekan Banjir

Panjaitan mengejar target akhir Desember

Pekerjaan di Jalan D.I. Panjaitan memperlihatkan mengapa peningkatan jalan dan pengendalian genangan perlu dirancang sekaligus. Hingga 26 Oktober 2026, proyek ini mencapai progres 77,91 persen, melampaui rencana sebesar 1,71 persen, dengan nilai kontrak sekitar Rp7 miliar untuk pekerjaan hampir 160 meter di dua titik. Pemerintah kota menargetkan pekerjaan rampung paling lambat 25 Desember 2026, lalu menyerahkannya untuk masa pemeliharaan enam bulan. Fokus utamanya ialah membenahi drainase, mengganti saluran atau gorong-gorong, membuat outlet baru menuju Sumber Rejo, dan meninggikan badan jalan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi genangan yang kerap terjadi di sekitar Maxi hingga Kimia Farma. Pekerjaan sempat bersinggungan dengan jaringan gas dan pipa air bawah tanah, tetapi kendala tersebut telah ditangani. Ketiga proyek memberi gambaran prioritas yang masuk akal: perbaikan lokal di Medan, tampungan skala DAS dan pembenahan jalan di Balikpapan. Ukuran keberhasilannya bukan sekadar serah terima, melainkan berkurangnya gangguan banjir bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!