Lebih dari ruang kelas
Sekolah Rakyat adalah program pendidikan yang dirancang untuk menjangkau anak dari keluarga rentan sekaligus membuka jalan keluar dari kemiskinan antargenerasi melalui pengembangan kualitas manusia. Pemerintah menempatkannya bukan sekadar sebagai sekolah, melainkan strategi memutus rantai kemiskinan. Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, menyebut program ini sebagai upaya memberi kesempatan kepada anak-anak yang kerap luput dari layanan pendidikan dan kebijakan publik.
Pendekatan tersebut penting karena kesempatan belajar tidak otomatis tersedia bagi setiap anak. Anak yang harus membantu ekonomi keluarga atau menghadapi persoalan sosial mungkin sulit masuk ke jalur pendidikan reguler. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah ruang belajar yang dibuka: ukuran yang lebih bermakna adalah apakah anak bisa bertahan belajar, berkembang, dan memperoleh pilihan hidup yang sebelumnya tertutup. Ambisi ini layak didukung, tetapi klaim bahwa pendidikan telah memutus kemiskinan masih perlu dibuktikan dalam jangka panjang.

Jangkauan besar, akses yang lebih nyata
Muhaimin menyatakan 44.200 anak dari keluarga miskin dan terlantar kini bersekolah di Sekolah Rakyat. Dalam satu tahun, program ini juga dilaporkan menjangkau sekitar 44 ribu siswa di 182 titik. Angka tersebut menunjukkan skala yang berarti: akses pendidikan mulai dibuka bagi puluhan ribu anak yang mungkin tidak terjangkau dengan mengandalkan pendaftaran reguler. Penjangkauan berbasis data dan kunjungan langsung ke keluarga membuat program ini lebih mungkin menemukan anak yang membutuhkan dukungan, bukan hanya mereka yang sudah mampu mengakses layanan.
Namun, angka jangkauan bukan bukti bahwa seluruh kebutuhan telah terpenuhi. Pemerintah juga menyebut hampir 15.000 siswa menikmati pendidikan berasrama hingga 2026. Perbedaan angka dan cakupan ini menegaskan pentingnya menjelaskan siapa yang dihitung, pada tahap apa, dan dukungan apa yang mereka terima. Bagi anak keluarga miskin, kesempatan masuk sekolah adalah langkah awal yang konkret; mutu pengajaran, rasa aman, pendampingan, dan keberlanjutan belajar menentukan apakah pintu itu benar-benar membawa mereka ke masa depan yang lebih luas.

Sekolah anak saja tidak cukup
Kemiskinan antargenerasi tidak hanya dibentuk oleh putusnya sekolah, tetapi juga oleh tekanan ekonomi dan kondisi keluarga. Karena itu, Sekolah Rakyat dikaitkan dengan pemberdayaan orang tua melalui pelatihan dan kemampuan baru agar produktivitas serta kemandirian keluarga meningkat. Pendekatan yang menghubungkan pendidikan anak dengan penguatan ekonomi rumah tangga lebih masuk akal daripada berharap seorang siswa sendirian mengubah keadaan seluruh keluarga.
Anak-anak dengan pengalaman hidup yang berat juga memerlukan pendampingan khusus. Perubahan motivasi selama bersekolah patut disambut, tetapi perkembangan mereka perlu terus dipantau agar tidak berhenti ketika program atau masa sekolah berakhir. Pemerintah menyebut perlunya dukungan berkelanjutan dan kepastian bagi lulusan untuk melanjutkan pendidikan atau memasuki dunia kerja sesuai kemampuan mereka. Tanpa jalur setelah kelulusan, capaian di kelas berisiko menjadi kesempatan yang terputus, bukan pijakan untuk mobilitas sosial.
Ukuran keberhasilan ada setelah kelulusan
Sekolah Rakyat memperlihatkan bahwa negara dapat membawa akses pendidikan lebih dekat kepada anak-anak yang selama ini tertinggal. Jangkauan puluhan ribu siswa adalah capaian penting, tetapi belum cukup untuk menyatakan rantai kemiskinan telah terputus. Perlu dibuktikan apakah siswa menyelesaikan pendidikan, memperoleh kesempatan melanjutkan belajar atau bekerja, dan mampu membangun kehidupan yang lebih mandiri.
Kesimpulannya, program ini patut dinilai sebagai langkah pembuka yang menjanjikan, bukan hasil akhir. Pemerintah perlu menjaga mutu pendidikan, memperkuat pendampingan anak dan keluarga, serta memastikan masa depan lulusan tidak dibiarkan bergantung pada keberuntungan. Jika dukungan itu konsisten dan hasilnya diukur dari perubahan nyata dalam kehidupan keluarga, Sekolah Rakyat dapat menjadi jalan menuju pemutusan kemiskinan antargenerasi. Untuk saat ini, jangkauan besar menunjukkan peluang; bukti dampak jangka panjang masih harus ditunggu.






