Perlindungan dimulai dari imunisasi
Imunisasi polio anak adalah pemberian vaksin untuk membangun perlindungan terhadap virus polio, penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan dan bahkan kematian. Karena akibatnya berat sementara pencegahannya tersedia, menunda imunisasi bukan pilihan yang patut dianggap sepele. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, Rotary District 3410 mengajak masyarakat memperkuat kesadaran imunisasi dalam peringatan World Polio Day di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan diskusi kesehatan itu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari pencegahan. Rotary menyebut program bersama mitranya telah menjangkau lebih dari 3 miliar anak di 122 negara. Capaian besar tersebut tidak berarti ancaman sudah berlalu: penularan polio belum sepenuhnya berakhir. Orang tua sebaiknya memeriksa catatan imunisasi anak sekarang, bukan menunggu sampai muncul kekhawatiran atau gejala.
Ajakan yang perlu ditindaklanjuti orang tua
Pesan peringatan Hari Polio Sedunia bukan sekadar imbauan umum. Wali Kota Semarang Agustina meminta orang tua segera membawa anak yang belum menerima vaksin polio ke fasilitas kesehatan, seraya mengingatkan bahwa vaksin tersedia di banyak tempat. Bagi keluarga, langkah praktisnya adalah mengecek buku atau catatan imunisasi, lalu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila ada dosis yang terlewat atau jadwal yang tidak jelas. Jangan menebak sendiri dosis berikutnya atau menunda karena merasa anak tampak sehat. Vaksin polio merupakan pencegahan sebelum penyakit menyerang, sedangkan kelengkapan dan waktu pemberian perlu mengikuti ketentuan kesehatan. Jadwal imunisasi anak dapat dikonfirmasi di puskesmas, klinik, atau fasilitas kesehatan lain. Ajakan Agustina juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan pencegahan sendirian: keputusan orang tua untuk membawa anak merupakan bagian nyata dari perlindungan polio.

Surabaya memperluas edukasi, bukan alasan untuk menunggu
Di Surabaya, Rotary Clubs of East Java menggelar edukasi World Polio Day pada 25 Oktober 2026 di Ciputra World untuk mendorong orang tua memastikan imunisasi polio anak sesuai jadwal. Rotary juga merencanakan sosialisasi hingga tingkat kecamatan, dengan sasaran orang tua dan anak-anak usia taman kanak-kanak. Langkah ini penting, tetapi kampanye mendatang tidak seharusnya menjadi alasan keluarga menunda tindakan yang bisa dilakukan sekarang. Rotary National PolioPlus Committee Chair for Indonesia, Thomas Aquinas, mengingatkan bahwa polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan vaksinasi menjadi cara untuk mencegahnya. Ia juga menyebut kasus polio dunia telah turun lebih dari 99 persen sejak inisiatif pemberantasan global dimulai pada 1988. Penurunan itu adalah kemajuan, bukan jaminan bahwa risiko telah lenyap. Perlindungan hanya dapat dipertahankan jika imunisasi merata dan edukasi berlangsung terus.

Periksa catatan, lengkapi perlindungan
Peringatan di Jakarta, ajakan dari Semarang, dan edukasi di Surabaya mengarah pada satu kesimpulan: perlindungan polio dimulai dari tindakan keluarga yang sederhana, yaitu memastikan anak tidak tertinggal imunisasi. Orang tua dapat membawa catatan vaksinasi ke fasilitas kesehatan dan meminta petugas memeriksa apakah dosis anak sudah lengkap serta sesuai jadwal. Jika catatan hilang atau statusnya meragukan, konsultasi langsung lebih baik daripada menebak. Pemberantasan polio memang memerlukan dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan organisasi masyarakat. Namun, kerja sama hanya berdampak ketika keluarga ikut bertindak. Vaksin polio tersedia di berbagai tempat, dan tenaga kesehatan dapat membantu menjelaskan langkah selanjutnya. Jangan menunggu kampanye berikutnya atau menanti adanya kasus di sekitar rumah. Periksa status imunisasi anak hari ini; melengkapi vaksinasi sesuai arahan petugas adalah keputusan tegas untuk menjaga kesehatan dan masa depan anak.






