Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Apel Pagi hingga Jogo Sekolahan, Polisi Membina Pelajar

Dari Apel Pagi hingga Jogo Sekolahan, Polisi Membina Pelajar
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Polisi hadir sebagai pengingat dan pendamping

Pembinaan polisi di sekolah adalah pendekatan pencegahan yang membawa pesan disiplin, keselamatan, dan saling menghormati langsung ke ruang belajar, sebelum kenakalan atau kekerasan berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Karena itu, polisi masuk sekolah paling berarti ketika kehadirannya bukan sekadar seremoni, melainkan membuka percakapan yang dekat dengan keseharian siswa. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Kapolsek Wiyung Kompol Lya Ambarwati memimpin apel pagi di SMPN 34 Wiyung, Surabaya, sebagai bagian dari program Polisi Peduli Pendidikan. Ia mendorong siswa tekun belajar, disiplin, dan berfokus pada cita-cita. Pesannya tegas: perundungan tidak boleh mendapat tempat, tawuran harus dihindari, dan energi pelajar sebaiknya disalurkan ke kegiatan positif. Pendekatan ini menghubungkan karakter dengan keamanan: sekolah yang tertib dan saling menghargai memberi siswa ruang lebih baik untuk belajar.

Dari pesan disiplin ke tindakan pencegahan

Ajakan menjauhi perundungan dan tawuran bukan tambahan kecil dalam pembinaan; itulah inti dari upaya membuat sekolah aman. Larangan saja tidak cukup jika siswa tidak memahami dampak kekerasan dan tidak tahu ke mana mencari bantuan. Karena itu, pesan Kapolsek Wiyung tentang saling menghargai, patuh kepada guru dan orang tua, serta memilih kegiatan positif patut dibaca sebagai panduan perilaku sehari-hari, bukan sekadar nasihat saat apel. Pencegahan perundungan sekolah juga menuntut keterlibatan orang dewasa di sekitar siswa. Kehadiran polisi dapat memperkuat pesan sekolah, tetapi iklim aman tetap dibangun melalui kebiasaan melapor, menolong teman, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Dorongan untuk giat belajar melengkapi pendekatan tersebut: keamanan bukan tujuan yang terpisah dari pendidikan, melainkan kondisi yang membantu pelajar mengejar masa depan.

Jogo Sekolahan memperluas edukasi kamtibmas

Pada Senin, 2 November 2026, Polsek Simokerto menggelar pembinaan dan penyuluhan melalui program Jogo Sekolahan di SMK ABI Surabaya. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik memperluas isi edukasi: siswa dan pihak sekolah menerima sosialisasi tentang kejahatan jalanan 3C—curat, curas, dan curanmor—serta bahaya perundungan. Mereka juga diperkenalkan pada program Polisi Penolong dan layanan darurat Call Center 110. Inilah edukasi kamtibmas pelajar yang lebih praktis daripada imbauan umum. Siswa mendapat gambaran risiko yang perlu dikenali sekaligus saluran untuk meminta pertolongan ketika sekolah atau warga membutuhkan respons cepat. Program ini mengajak guru, sekolah, dan pelajar menjaga keamanan bersama. Namun, keberhasilannya bergantung pada tindak lanjut sehari-hari: informasi perlu dipahami, jalur bantuan perlu diketahui, dan perilaku yang membahayakan harus ditangani tanpa menormalisasi kekerasan.

Beragam cara, satu tujuan: sekolah aman

Dua kegiatan tersebut menunjukkan variasi pendekatan polisi dalam pembinaan pelajar. Di SMPN 34, apel pagi menjadi ruang untuk menyampaikan motivasi, disiplin, dan larangan tegas terhadap perundungan serta tawuran. Di SMK ABI, Binluh melalui program Jogo Sekolahan menambahkan materi tentang kejahatan jalanan dan akses bantuan darurat. Keduanya menjangkau siswa di lingkungan sekolah, tetapi dengan penekanan yang berbeda dan saling melengkapi. Pilihan format ini lebih berguna daripada mengandalkan satu jenis sosialisasi untuk semua kebutuhan. Pesan karakter membantu membentuk kebiasaan, sementara pengetahuan kamtibmas memberi bekal menghadapi risiko konkret. Kesimpulannya, polisi masuk sekolah dapat menjadi bagian penting dari pencegahan jika kerja sama dengan guru dan siswa terus menjadi pusat pendekatan. Apel dan penyuluhan bukan pengganti tanggung jawab sekolah, melainkan penguat bagi lingkungan belajar yang aman, disiplin, dan bebas perundungan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!