Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari MTs hingga SMP, Polisi Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba

Dari MTs hingga SMP, Polisi Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Edukasi antinarkoba perlu hadir di ruang sekolah

Edukasi bahaya narkoba di sekolah adalah upaya membekali pelajar dengan pemahaman dan keberanian untuk menolak ajakan menggunakan narkotika sebelum risiko kesehatan, pendidikan, dan hukum merusak masa depan mereka. Tiga kegiatan kepolisian di Sanggau, Wonogiri, dan Surabaya menunjukkan bahwa pesan itu disampaikan lewat pendekatan yang berbeda, tetapi bertemu pada satu tujuan: membantu siswa mengenali tekanan dan memilih lingkungan yang lebih aman. Polsek Tayan Hilir menggelar program Polisi Peduli Pendidikan di MTs Negeri 03 Sanggau pada Senin, 26 Oktober 2026, dengan peserta ratusan siswa. Sementara itu, pada 2 November, Kapolres Wonogiri menyampaikan pesan antinarkoba sebagai pembina upacara di SMA Negeri 1 Wonogiri, dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak membina ratusan siswa SMP Negeri 15 Surabaya. Rentang usia dan formatnya berbeda; karena itu, pencegahan narkoba sekolah lebih kuat bila disampaikan berulang dalam bahasa yang dekat dengan keseharian pelajar.

Di MTs, narkoba dibahas bersama disiplin sehari-hari

Di MTs Negeri 03 Sanggau, Kapolsek Tayan Hilir Iptu Kusdarwanto tidak membatasi pembinaan pada narkotika. Kepada ratusan siswa, ia juga membahas larangan knalpot brong dan merokok, pencegahan balap liar, kedisiplinan mengikuti kegiatan sekolah, serta penggunaan media sosial secara bijak. Pendekatan yang menyandingkan bahaya narkoba dengan pilihan sehari-hari ini masuk akal: perilaku berisiko jarang berdiri sendiri, dan sekolah dapat menjadi tempat untuk menguatkan kebiasaan serta pergaulan yang lebih sehat. Kusdarwanto mengingatkan bahwa sabu-sabu dan pil ekstasi dapat berdampak serius pada kesehatan, pendidikan, dan masa depan, serta berpotensi menimbulkan ketergantungan dan konsekuensi hukum. Pesannya lugas: siswa diminta berani menolak narkoba dan tidak membiarkan rasa ingin tahu atau ajakan teman menentukan masa depan mereka. Sosialisasi narkoba pelajar akan lebih bermakna ketika disertai dorongan mengisi waktu dengan belajar dan kegiatan positif.

Upacara dan apel menjadi ruang untuk membangun ketegasan

Di SMA Negeri 1 Wonogiri, Kapolres AKBP Deni Septiawan menyampaikan peringatan dalam upacara bendera pada 2 November 2026. Ia mengaitkan penolakan narkoba dengan pendidikan karakter: disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengembangkan potensi. Siswa juga diminta selektif memilih pergaulan, berani menolak ajakan menggunakan narkotika, dan melaporkan dugaan penyalahgunaan atau peredaran kepada pihak berwenang. Format upacara memberi pesan itu panggung bersama, tetapi nilainya bergantung pada apakah siswa merasa mampu menerapkannya ketika menghadapi tekanan di luar sekolah. Pada hari yang sama di Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Irwan Kurniawan AZ membina ratusan pelajar SMPN 15 melalui apel pagi. Ia mengajak siswa dan guru menjaga lingkungan sekolah serta keluarga dari pengaruh negatif, menghormati orang tua dan guru, dan menyayangi diri sendiri. Untuk edukasi narkoba SMP, ajakan sederhana untuk berani berkata tidak dapat menjadi awal percakapan yang perlu diperkuat oleh dukungan orang dewasa.

Dari MTs hingga SMP, Polisi Edukasi Pelajar tentang Bahaya Narkoba

Pesan harus berlanjut menjadi perlindungan nyata

Ketiga kegiatan memperlihatkan kehadiran polisi di sekolah melalui pembinaan langsung: sesi pendidikan di MTs, amanat upacara di SMA, dan apel pagi di SMP. Di Surabaya, kunjungan tersebut merupakan bagian dari gerakan Polisi Peduli Pendidikan, yang bertujuan memperkuat karakter dan kesadaran hukum di lingkungan sekolah. Perbedaan format memberi ruang bagi pesan untuk menyesuaikan usia dan suasana, tetapi satu kunjungan atau pidato tidak dapat menggantikan lingkungan yang konsisten. Pencegahan narkoba sekolah akan lebih meyakinkan jika ajakan menolak narkoba disertai jalur komunikasi yang membuat siswa nyaman mencari bantuan, baik kepada guru maupun orang dewasa tepercaya. Dari peringatan tentang ketergantungan dan dampak hukum hingga dorongan memilih kegiatan positif, inti pesannya tetap sama: keputusan menolak harus didukung oleh komunitas sekitar. Kegiatan-kegiatan ini menjadi langkah edukasi yang penting, tetapi perlindungan pelajar pada akhirnya memerlukan keterlibatan sekolah, keluarga, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!