Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Disiplin hingga Menjauhi Tawuran, Polisi Masuk Sekolah

Dari Disiplin hingga Menjauhi Tawuran, Polisi Masuk Sekolah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kesadaran hukum perlu hadir dalam keseharian siswa

Kesadaran hukum pelajar adalah pemahaman bahwa pilihan sehari-hari—mulai dari menolak kekerasan hingga tertib berlalu lintas—membawa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Karena itu, polisi masuk sekolah sebaiknya tidak berhenti pada larangan, tetapi membantu siswa mengenali risiko dan memilih tindakan yang aman. Di Badung, Kapolres AKBP Joseph Edward Purba hadir di SMA Negeri 1 Abiansemal pada 26 Oktober 2026 melalui Program Quick Wins Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK), dengan fokus pada kesadaran hukum, disiplin, dan tanggung jawab. Kegiatan itu diikuti 560 siswa kelas X dan XI. Besarnya jumlah peserta membuat pendekatan semacam ini penting, tetapi dampaknya akan bergantung pada kesinambungan: pesan dalam satu apel atau kunjungan harus diperkuat oleh guru, keluarga, dan kebiasaan sekolah. Edukasi hukum siswa paling berguna ketika prinsip taat aturan diterjemahkan menjadi tindakan yang bisa dilakukan saat tekanan teman sebaya muncul.

Badung menekankan pilihan aman dan tanggung jawab

Di Abiansemal, pesan POLIDIK menanggapi risiko yang dekat dengan kehidupan remaja: tawuran, narkoba, pergaulan negatif, dan provokasi, termasuk yang muncul melalui media sosial. Kapolres mengajak siswa menjauhi narkoba dan kekerasan, menyelesaikan masalah secara damai, serta melapor kepada guru atau polisi jika mengetahui rencana yang membahayakan. Ini lebih kuat daripada sekadar menyebut perilaku terlarang karena memberi jalur tindakan yang jelas: menolak ajakan, mencari bantuan, dan mengutamakan komunikasi. Edukasi juga mencakup keselamatan berkendara dan ketertiban umum. Sesi tanya jawab serta penyerahan tiga helm memberi unsur praktis pada kegiatan tersebut. Namun, pesan keselamatan tidak semestinya diperlakukan sebagai tambahan kecil; kepatuhan pada aturan lalu lintas adalah bagian dari tanggung jawab hukum yang sama pentingnya dengan menghindari kekerasan.

Kegiatan Polisi Peduli Pendidikan oleh Polsek Abiansemal di sekolah yang sama mempertegas ajakan agar siswa menjadi generasi muda yang berkarakter dan taat hukum. Plt Kapolsek AKP Komang Juniawan menyampaikan arahan bersama petugas kepolisian dan guru pembimbing pada 26 Oktober 2026. Siswa didorong memilih pergaulan dengan cermat, tidak mudah terpengaruh ajakan negatif, dan menyampaikan masalah kepada guru atau orang yang dapat membantu. Mereka juga diingatkan memakai kendaraan sesuai standar keselamatan dan mengenakan helm SNI. Dibandingkan arahan Kapolres yang menekankan penolakan provokasi serta pelaporan rencana tawuran, pendekatan Polsek lebih menonjolkan pembentukan karakter, relasi sosial, dan kebiasaan aman. Keduanya saling melengkapi: mencegah tawuran pelajar memerlukan kemampuan berkata tidak sekaligus lingkungan yang membuat siswa nyaman meminta pertolongan.

Surabaya mengaitkan disiplin dengan suasana sekolah

Di SMPN 34 Wiyung, Surabaya, Kapolsek Wiyung Kompol Lya Ambarwati memimpin apel pagi pada 26 Oktober 2026 dan mengarahkan perhatian pada disiplin, belajar, serta masa depan siswa. Pesannya secara tegas melarang perundungan dan meminta pelajar menjauhi tawuran. Ia juga mendorong siswa saling menghargai, menyalurkan energi melalui kegiatan positif, serta patuh kepada guru dan orang tua. Jika pendekatan di Badung banyak berbicara tentang konsekuensi hukum dan langkah menghadapi ajakan berbahaya, arahan di Surabaya lebih jelas menempatkan keamanan sebagai tanggung jawab bersama dalam kehidupan sekolah. Keduanya tidak bertentangan. Larangan perlu disertai norma pergaulan yang konkret, sementara motivasi belajar memberi siswa alasan positif untuk menjaga masa depan mereka. Sekolah yang aman bukan hanya tempat tanpa konflik, melainkan ruang yang mencegah penghinaan dan kekerasan sebelum berkembang menjadi kebiasaan.

Dari kunjungan menjadi pembinaan berkelanjutan

Ketiga kegiatan menunjukkan bahwa polisi masuk sekolah dapat menyampaikan pesan yang berbeda tetapi saling terkait: POLIDIK di Badung menggarisbawahi kesadaran hukum, tanggung jawab, dan cara menolak provokasi; Polsek Abiansemal menekankan karakter, pergaulan, dan keselamatan; sedangkan kegiatan di SMPN 34 Surabaya menghubungkan disiplin belajar dengan penolakan terhadap bullying dan tawuran. Tantangannya adalah memastikan arahan tidak berakhir ketika polisi meninggalkan halaman sekolah. Polres Badung berharap sinergi antara polisi, sekolah, dan orang tua semakin kuat, dengan pembinaan berkelanjutan untuk menumbuhkan siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berprestasi. Harapan itu sepatutnya menjadi ukuran keberhasilan, bukan jumlah kegiatan semata. Kesadaran hukum tumbuh ketika siswa tahu apa yang harus dilakukan, merasa aman meminta bantuan, dan melihat orang dewasa menegakkan aturan secara konsisten. Itulah dasar pencegahan yang lebih berarti daripada imbauan sesaat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!