Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Polisi Jogo Sekolah Perluas Perlindungan Siswa dari Perundungan hingga Kejahatan Siber

Polisi Jogo Sekolah Perluas Perlindungan Siswa dari Perundungan hingga Kejahatan Siber
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Keamanan sekolah harus dibangun bersama

Polisi Jogo Sekolah adalah upaya kemitraan antara kepolisian dan satuan pendidikan untuk mencegah ancaman, membina perilaku aman, dan menjaga lingkungan belajar agar murid dapat belajar tanpa rasa takut. Program ini penting karena perlindungan siswa tidak cukup mengandalkan aturan sekolah atau penindakan setelah masalah terjadi. Perundungan, narkoba, tawuran, dan kejahatan siber menuntut pencegahan yang hadir sebelum risiko berkembang menjadi kekerasan atau merusak masa depan anak. Dinas Pendidikan Jawa Timur menggandeng Polda Jawa Timur untuk memperkuat perlindungan peserta didik melalui sosialisasi Polisi Jogo Sekolah di SMAN 10 Surabaya pada 3 November 2026. Kapolda Jawa Timur mengingatkan pelajar agar disiplin, tekun belajar, dan menjauhi narkoba. Namun, pesan semacam itu baru bermakna jika diikuti saluran bantuan yang dipercaya murid serta kerja rutin antara sekolah, keluarga, dan aparat.

Polisi Jogo Sekolah Perluas Perlindungan Siswa dari Perundungan hingga Kejahatan Siber

Edukasi dan akses bantuan di Surabaya

Satu hari sebelumnya, Polsek Simokerto menggelar pembinaan dan penyuluhan kamtibmas di SMK ABI Surabaya melalui program Polisi Bersama Masyarakat “Jogo Sekolahan”. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Simokerto Kompol Zainur Rofik. Materinya mencakup pencegahan kejahatan jalanan—pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor—serta bahaya perundungan. Petugas juga mengenalkan program Polisi Penolong dan Call Center 110 sebagai jalur meminta bantuan. Ini sisi praktis yang tak boleh hilang dari program: murid dan guru perlu tahu bukan hanya perilaku apa yang harus dihindari, tetapi juga siapa yang bisa dihubungi saat ancaman muncul. Kehadiran polisi dapat mendukung upaya guru, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab sekolah untuk menindaklanjuti laporan dan menjaga murid dari pembalasan.

Polisi Jogo Sekolah Perluas Perlindungan Siswa dari Perundungan hingga Kejahatan Siber

Murid bukan sekadar peserta apel

Di Pasuruan, lima murid dan satu guru pendamping SMP Negeri 4 Pasuruan mengikuti Apel Satgas Pre-Emptive Strike Polisi Jogo Sekolah yang digelar Polres Pasuruan Kota pada 2 November 2026. Apel berlangsung mulai pukul 07.30 WIB di Lapangan Wicaksana Laghawa. Keterlibatan murid memberi pesan bahwa keamanan sekolah bukan urusan aparat dan orang dewasa saja. Mereka perlu belajar menaati aturan, menghormati teman, menghindari kekerasan, dan berani melapor saat melihat tindakan yang mengancam keselamatan. Namun, partisipasi simbolis hanya akan berdampak jika sekolah menyediakan ruang aman untuk menyampaikan keluhan, menanggapinya dengan cepat, serta melibatkan keluarga ketika diperlukan. Pencegahan perundungan membutuhkan budaya saling menghargai, bukan sekadar pengawasan atau seruan disiplin.

Ukur keberhasilan dari rasa aman murid

Langkah di Surabaya dan Pasuruan menunjukkan bahwa polisi dapat hadir sebagai pendidik sekaligus mitra keamanan sekolah. Cakupan ancaman juga harus dihadapi secara seimbang: edukasi narkoba dan tawuran perlu berjalan bersama pencegahan perundungan serta kejahatan siber, yang dapat berlangsung di luar pagar sekolah tetapi tetap membebani murid. Keluarga perlu dilibatkan agar perubahan perilaku tidak berhenti setelah kegiatan selesai; guru membutuhkan dukungan untuk mengenali dan menindaklanjuti masalah; polisi perlu menjaga akses bantuan yang mudah dipahami. Ke depan, program ini diharapkan memperkuat kedekatan dan kepercayaan peserta didik kepada kepolisian serta membangun ekosistem pendidikan yang aman melalui kerja bersama sekolah, guru, orang tua, dan murid. Ukuran keberhasilannya bukan banyaknya apel atau sosialisasi, melainkan apakah murid merasa terlindungi, berani mencari bantuan, dan dapat belajar tanpa takut.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!