Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kas Kelas hingga Usaha, Excel Mengajarkan Literasi Keuangan

Dari Kas Kelas hingga Usaha, Excel Mengajarkan Literasi Keuangan
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Kas kelas menjadi pelajaran keuangan pertama

Literasi keuangan sekolah adalah kemampuan siswa mencatat, mengelola, dan mempertanggungjawabkan uang bersama maupun uang usaha secara tertib dan terbuka. Karena itu, pelatihan Excel paling bernilai ketika berangkat dari transaksi yang dekat dengan keseharian siswa, bukan dari rumus yang diajarkan tanpa konteks. Pada 24 Oktober 2026, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Kota Tegal mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di kelas 8B SMPN 14 Tegal. Sebanyak 30 siswa belajar mengelola kas kelas, yang menjadi latihan awal memahami kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan transparansi dalam urusan uang. Kas bukan sekadar iuran: dana itu menopang kebutuhan bersama, sehingga catatan yang tidak jelas mudah memicu salah paham. Mengajarkan prinsip akuntabilitas sejak remaja membuat Excel berguna bukan hanya sebagai aplikasi, melainkan sebagai kebiasaan untuk memastikan setiap pemasukan dan pengeluaran dapat dijelaskan.

Dalam praktiknya, siswa memakai templat Microsoft Excel untuk memasukkan pemasukan dan pengeluaran; rumus yang tersedia kemudian menghitung saldo secara otomatis. Langkah sederhana ini membantu mengurangi risiko catatan hilang atau hitungan keliru, sekaligus membuat informasi kas lebih mudah diperiksa bersama. Pengelolaan kas kelas menjadi lebih tertib bukan karena teknologi otomatis menjamin kejujuran, melainkan karena catatan yang terbuka memberi ruang bagi setiap anggota kelas untuk melihat dan menanyakan transaksi.

Dari Kas Kelas hingga Usaha, Excel Mengajarkan Literasi Keuangan

Dari rumus dasar menuju kecakapan mengolah data

Pelatihan lain memperluas tujuan Excel untuk siswa: bukan hanya mengelola kas, tetapi juga menyusun dan membaca data. Pada 24 Oktober 2026, mahasiswa UBSI melatih sekitar 30 siswa kelas VIII MTs NU 01 Kramat, Kabupaten Tegal, mengolah data sederhana menggunakan Microsoft Excel. Materi mencakup SUM untuk menjumlahkan, MAX untuk mencari nilai tertinggi, MIN untuk menemukan nilai terendah, dan AVERAGE untuk menghitung rata-rata. Pilihan materi dasar ini tepat karena penguasaan teknologi tidak berhenti pada kemampuan membuka aplikasi. Siswa perlu tahu cara menyusun informasi dan menghasilkan perhitungan yang berguna untuk belajar maupun kebutuhan sehari-hari. Praktik langsung memberi kesempatan untuk menguji fungsi rumus, bukan sekadar menghafal namanya. Bekal seperti menghitung jumlah nilai dan rata-rata juga bisa dilatih lagi dalam pelajaran berikutnya, sehingga keterampilan digital berkembang lewat pemakaian berulang.

Namun, literasi digital dan literasi keuangan tidak otomatis sama. Rumus adalah alat; pemahaman tentang arti data dan tanggung jawab atas pencatatan tetap perlu diajarkan. Di sinilah pengelolaan kas kelas dan latihan pengolahan data saling melengkapi: siswa belajar bahwa angka harus disusun dengan rapi agar bisa dibaca, diperiksa, dan digunakan untuk mengambil keputusan.

Dari Kas Kelas hingga Usaha, Excel Mengajarkan Literasi Keuangan

Mencatat usaha agar keuntungan tidak sekadar perkiraan

Bagi siswa yang mulai mengenal usaha kecil, mencatat transaksi adalah pembeda antara menebak keuntungan dan menghitungnya. Pada 16 Oktober 2026, mahasiswa Kelompok 1 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Kota Tegal mengadakan pelatihan akuntansi dasar bagi 38 siswa kelas 10 dan 11 jurusan Akuntansi di SMK Al-Irsyad Tegal. Kegiatan ini menjawab kesenjangan yang nyata: siswa sebelumnya lebih banyak belajar teori dan belum memiliki media praktik pembukuan digital. Dalam simulasi, siswa berlatih mencatat transaksi memakai templat pembukuan digital berbasis Excel, dengan pendampingan saat menghadapi kendala teknis. Materinya meliputi pendapatan, beban, keuntungan, serta harga pokok penjualan (HPP). Mereka juga belajar memisahkan uang pribadi dari uang usaha. Pemisahan itu penting: tanpa batas yang jelas, pemilik usaha sulit mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau uang usaha tercampur dengan kebutuhan pribadi. Keterampilan ini membuat pencatatan lebih dari tugas kelas—ia menjadi dasar untuk mengelola usaha secara bertanggung jawab.

Pelajaran akuntansi terasa lebih kuat ketika siswa menerapkannya pada transaksi, bukan hanya mengulang definisi. Latihan mencatat keuntungan dan menghitung HPP membantu mereka melihat hubungan antara biaya, penjualan, dan hasil usaha. Disiplin mencatat juga memudahkan peninjauan kembali ketika angka tidak sesuai dugaan. Mahasiswa penyelenggara berharap siswa menerapkan kebiasaan ini pada usaha kecil mereka dan kegiatan serupa berlanjut.

Laporan sederhana adalah tujuan, bukan sekadar rumus

Pelatihan Excel dasar juga dapat membawa siswa dari tabel transaksi ke laporan keuangan sederhana. Pada 23 Oktober 2026, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Tegal mengadakan pelatihan bagi siswa kelas X Akuntansi SMK Bina Nusa Slawi untuk mengelola kas kelas dan menyusun laporan secara otomatis dan efisien. Siswa mempraktikkan pembuatan tabel, perapian data, serta penggunaan SUM dan SUMIF untuk merekap transaksi dan menghitung saldo. Tujuannya bukan membuat setiap siswa akuntan dalam satu sesi. Nilai latihan ini ada pada kebiasaan yang dibangun: memasukkan data secara konsisten, memeriksa hasil rumus, lalu menyajikan catatan yang dapat dipahami orang lain. Dibanding pembukuan manual yang rentan salah hitung atau selisih, templat digital dapat membantu menertibkan proses. Namun, hasil otomatis tetap perlu diperiksa—ketelitian tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada formula.

Rangkaian kegiatan di SMP, MTs, dan SMK menunjukkan bahwa Excel bisa menjadi pintu masuk yang praktis bagi literasi keuangan sekolah. Mulai dari saldo kas kelas, fungsi dasar pengolahan data, hingga pencatatan usaha dan penyusunan laporan, siswa berlatih menerjemahkan angka menjadi informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Kesimpulannya, pelatihan Excel paling berarti ketika disertai praktik, transparansi, dan kebiasaan memeriksa catatan. Rumus mempercepat hitungan; pendidikan yang baik memastikan siswa tahu apa arti angka tersebut.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!