Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Celengan ke Rekening: Literasi Keuangan Masuk Sekolah Rakyat

Dari Celengan ke Rekening: Literasi Keuangan Masuk Sekolah Rakyat
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Literasi keuangan sekolah: dari kebiasaan menabung ke kesadaran finansial

Literasi keuangan sekolah adalah upaya sistematis mengenalkan konsep mengelola uang kepada siswa, mulai dari kebiasaan menabung sederhana hingga pemahaman penggunaan rekening bank, agar anak mampu merencanakan kebutuhan masa depan dan melihat uang bukan sekadar benda konsumsi, melainkan alat mencapai tujuan hidup yang mereka tentukan sendiri. Di Sekolah Rakyat, gagasan ini tidak berhenti sebagai slogan, melainkan dijalankan melalui program BNI Sahabat Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman belajar siswa. Ketika kegiatan digelar di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan pada Jumat, 25 September dengan tema "Mimpi yang Diberi Ruang", pesan yang disampaikan jelas: mimpi anak membutuhkan dukungan finansial yang dipahami sejak dini, bukan baru ketika mereka dewasa dan berhadapan langsung dengan risiko kemiskinan.

Ekspansi ke 172 sekolah: langkah kecil yang efeknya bisa besar

Keputusan memperluas program literasi keuangan BNI Sahabat Sekolah Rakyat ke 172 sekolah rakyat menunjukkan bahwa edukasi finansial anak mulai dipandang sebagai kebutuhan, bukan pelengkap. Bukan hanya menambah jumlah lokasi, ekspansi sepanjang September hingga November 2026 ditujukan agar kolaborasi menyentuh langsung kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah. Di sinilah pendekatan program menabung siswa menjadi penting: ketika anak diajak memikirkan masa depan, mereka belajar bahwa setiap rupiah yang disimpan adalah bagian dari strategi keluar dari lingkaran kerentanan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat adalah bagian dari upaya membangun kesejahteraan sosial yang menuntut kolaborasi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat. Dengan kata lain, literasi keuangan sekolah diposisikan sebagai alat konkret pengentasan kemiskinan, bukan aktivitas seremonial.

Dari Celengan ke Rekening: Literasi Keuangan Masuk Sekolah Rakyat

Dari celengan ke rekening: mengubah cara anak memandang uang

Inti pembeda BNI sekolah rakyat dibanding banyak program sosial lain adalah metodenya yang bergerak dari hal paling dekat dengan kehidupan anak: celengan. Kebiasaan menabung sejak dini mulai dikenalkan kepada siswa Sekolah Rakyat melalui pengalaman langsung mengenai pentingnya menabung sekaligus mengelola keuangan untuk kebutuhan masa depan. Dalam edukasi finansial anak, siswa diperlihatkan bahwa menabung tidak hanya dilakukan lewat celengan; dana dapat disimpan melalui rekening sehingga pencatatan dan nominal tabungan lebih jelas. Pengakuan Selfi Nawawi, siswi kelas 2 SMA, bahwa ia baru menyadari bisa memiliki tabungan melalui rekening meski belum bekerja, menggambarkan betapa besar jarak pengetahuan yang sedang dijembatani. Ketika rekening bank dibingkai sebagai alat meraih cita-cita kuliah, menabung berubah dari kewajiban abstrak menjadi keputusan yang rasional dan relevan bagi kehidupan mereka.

Empat pilar dan praktik langsung: mengapa pendekatan ini lebih mengena

Program literasi keuangan sekolah ini tidak berdiri tunggal, melainkan dibangun di atas empat pilar: Cerdas Belajar, Cerdas Mengelola Keuangan, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama. Di atas kertas, empat pilar itu terlihat umum, namun kekuatannya justru pada cara diimplementasikan di kelas dan lingkungan sekolah. Guru Biologi SMA SRT 3 Sulawesi Selatan, Tiyah Wasma Terru, menilai bahwa pembelajaran melalui praktik langsung membuat materi lebih mudah dipahami; siswa tidak hanya menerima teori, tetapi melihat penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme siswa ketika mencoba ID card yang dapat dipindai dan bertanya soal tabungan dan buku rekening menunjukkan bahwa edukasi finansial anak efektif ketika menyentuh rasa ingin tahu, bukan hanya menambah hafalan. BNI berharap ruang belajar dan berbagi ini membantu siswa mengembangkan potensi dan percaya diri mengejar cita-cita, dan itu adalah ambisi yang layak, selama praktik langsung tetap menjadi jantung program.

Kesadaran finansial sejak dini: investasi sosial yang perlu dijaga konsistensinya

Pujian Menteri Sosial terhadap program BNI Sahabat Sekolah Rakyat yang dinilai sejalan dengan kebutuhan pengembangan siswa dan lingkungan sekolah bukan sekadar basa-basi. Jika pengentasan kemiskinan membutuhkan partisipasi seluruh potensi masyarakat, maka mengajari anak mengelola uang adalah salah satu bentuk paling awal dan paling masuk akal dari partisipasi itu. Namun, program menabung siswa hanya akan berdampak jangka panjang jika konsisten, tidak berhenti ketika kalender kegiatan berakhir. Literasi keuangan sekolah perlu tertanam dalam budaya sekolah: dari cara guru membahas rencana pendidikan, cara orang tua diajak memahami rekening anak, hingga bagaimana lembaga keuangan memposisikan diri sebagai sahabat, bukan sekadar penyedia produk. Dari celengan hingga rekening, inisiatif BNI sekolah rakyat sudah membuka pintu kesadaran finansial; tantangannya sekarang adalah menjaga pintu itu tetap terbuka, sehingga menabung menjadi bahasa keseharian, bukan acara tahunan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!