Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Kabel Semrawut ke SJUT: Kota-Kota Besar Menata Langit dan Perut Jalan

Dari Kabel Semrawut ke SJUT: Kota-Kota Besar Menata Langit dan Perut Jalan
Minat|Asia Tenggara

Penataan Kabel Bawah Tanah: Mengubah Cara Kota Mengelola Utilitas

Penataan kabel bawah tanah adalah proses memindahkan kabel udara semrawut yang menggantung di tiang-tiang jalan ke dalam saluran utilitas bawah tanah yang terencana, terintegrasi, dan mudah dikelola, dengan tujuan meningkatkan keamanan, estetika kota rapi, serta keandalan layanan bagi warga di kawasan perkotaan padat. Di banyak kota besar, kabel yang menggantung rendah bukan sekadar gangguan visual, tetapi ancaman nyata bagi keselamatan dan kontinuitas layanan. Karena itu, pergeseran ke infrastruktur utilitas terpadu bukan lagi pilihan kosmetik, melainkan kebutuhan dasar kota modern. Langkah ini menuntut koordinasi erat antara pemerintah daerah dan penyedia jaringan telekomunikasi, namun manfaatnya langsung terasa: langit jalan kembali bersih, risiko kecelakaan berkurang, dan jaringan telekomunikasi terorganisir lebih mudah dirawat.

Jakarta dan Bekasi: Dari Ducting ke Wajah Kota yang Lebih Aman

Jakarta dan Bekasi menunjukkan bahwa menertibkan kabel udara semrawut bukan sekadar wacana, tetapi program prioritas yang digerakkan dari level wali kota. Di Jakarta, pemerintah provinsi memprioritaskan penataan kabel udara melalui pembangunan saluran utilitas bawah tanah atau ducting untuk menurunkan kabel ke saluran utilitas bawah. Penataan ini bukan hanya soal estetika; keberadaan kabel yang tidak tertata diakui berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan lingkungan.

Di Jakarta Selatan, ducting dibangun oleh dinas terkait sebagai bagian dari Sarana Jaringan Utilitas Terpadu, dengan target 20 titik penertiban hingga akhir 2026 dan lima titik sudah tertib. Kutipan yang patut digarisbawahi: “Dinas Bina Marga DKI sedang melakukan pembangunan ducting untuk menurunkan kabel udara ke saluran utilitas bawah”. Sementara itu di Bekasi, Wali Kota memimpin langsung pemutusan kabel fiber optik udara di Jalan Raya Pondok Gede sebagai bagian dari penataan jaringan utilitas dan persiapan pemindahan ke sistem ducting. Pesannya jelas: ruang milik jalan bukan lagi tempat kabel bergelantungan tanpa aturan.

Bandung: Laboratorium Hidup Infrastruktur Utilitas Terpadu

Bandung bergerak lebih jauh dengan menjadikan penataan kabel bawah tanah sebagai program kota melalui skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Program ini mengintegrasikan jaringan utilitas melalui infrastruktur bawah tanah yang dikelola badan usaha milik daerah, sehingga jaringan telekomunikasi terorganisir dalam satu sistem yang jelas dan terukur. Hingga Oktober 2026, penataan telah rampung di 54 dari total 81 ruas jalan di kota ini.

Peran operator telekomunikasi tidak bisa diremehkan. Telkom Akses mengerahkan 200 teknisi yang bersiaga 24 jam untuk menjaga layanan lebih dari 10.000 pelanggan selama proses pemindahan berlangsung. Ini menunjukkan bahwa penataan kabel bukan musuh konektivitas; sebaliknya, ia memperkuat keandalan jaringan. Seperti disampaikan pimpinan perusahaan, penataan kabel udara dilakukan agar lingkungan lebih tertib tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas yang andal. Bandung pada praktiknya menjadi laboratorium hidup bagaimana infrastruktur utilitas terpadu dapat diselaraskan dengan tata ruang kota dan kebutuhan digital warganya.

Dari Kabel Semrawut ke SJUT: Kota-Kota Besar Menata Langit dan Perut Jalan

Pekanbaru: Dari Insiden Kecelakaan ke Komitmen Menata Langit Kota

Pekanbaru memberi contoh mengapa penataan kabel bukan urusan kosmetik. Di kota ini, seorang pengendara sepeda motor pernah mengalami kecelakaan akibat terjerat kabel yang terlepas dari tiang penyangganya. Insiden tersebut menjadi alarm keras bahwa kabel udara semrawut adalah ancaman langsung bagi keselamatan pengguna jalan. Menjawab kekhawatiran warga, pemerintah kota menertibkan 6.225 meter kabel jaringan yang semrawut dengan menanamnya ke bawah tanah untuk menata wajah kota sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Penataan di Jalan Ronggowarsito membuat langit jalan yang sebelumnya dipenuhi gulungan kabel kini kembali bersih. Jalan tersebut kini terlihat lebih rapi dan asri, tanpa lilitan kabel yang menjuntai. Pemerintah kota tidak bekerja sendirian; tujuh penyedia layanan telekomunikasi dilibatkan untuk menertibkan aset mereka. Penataan ini diharapkan mengurangi risiko kabel menjuntai yang berpotensi tersangkut kendaraan, terutama sepeda motor. Pekanbaru membuktikan bahwa ketika keselamatan dijadikan pemicu, estetika kota rapi dan jaringan yang lebih aman datang sebagai bonus yang logis.

Mengapa Penataan Ini Harus Berlanjut dan Tidak Boleh Mundur

Dari Jakarta, Bekasi, Bandung, hingga Pekanbaru, pola yang sama muncul: kabel udara semrawut tidak lagi ditoleransi sebagai “harga” modernisasi. Penataan kabel bawah tanah dan pembangunan infrastruktur utilitas terpadu terbukti meningkatkan keamanan, memperbaiki estetika kota, dan menjaga kontinuitas layanan telekomunikasi. Pembangunan ducting di Jakarta diharapkan mengurangi potensi kebakaran akibat ketidakteraturan kabel listrik, sementara Bekasi menargetkan penataan jaringan kabel diperluas ke ruas-ruas jalan utama lainnya secara bertahap.

Kuncinya adalah konsistensi dan koordinasi. Pemerintah daerah harus terus mendorong pemindahan jaringan utilitas dari udara ke bawah tanah, sementara operator wajib melihat program ini sebagai investasi jangka panjang, bukan beban sesaat. Pengalaman Bandung menunjukkan bahwa dengan perencanaan, pemetaan jaringan, dan kesiapan teknis, penataan dapat dilakukan tanpa mengorbankan layanan pelanggan. Jika kota-kota ini bertahan pada jalur yang sama, warga akan menikmati jalan yang lebih nyaman dan enak dipandang, sekaligus lebih aman dari risiko kabel yang menjuntai rendah dan membahayakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!