UBISELA menempatkan pendidik di garis depan pencegahan
Program UBISELA adalah kemitraan antara kepolisian dan sekolah yang membekali pendidik untuk mencegah narkoba, judi daring, dan kenakalan remaja melalui edukasi serta koordinasi berkelanjutan. Gagasan ini penting karena guru dan kepala sekolah berhadapan langsung dengan keseharian pelajar, sehingga dapat melihat perubahan perilaku lebih awal dan membuka ruang bantuan sebelum masalah membesar. Polres Ogan Ilir menjalankan inovasi UBISELA sebagai bagian dari upaya Polri Peduli Pendidikan. Pada Rabu, 4 November 2026, kegiatan di Gedung Pendopoan Bupati Ogan Ilir itu diikuti ratusan kepala sekolah dan guru SMA, SMK, serta SLB se-kabupaten. Skala keterlibatan tersebut memberi peluang menjangkau banyak sekolah, tetapi dampaknya akan ditentukan oleh tindak lanjut di ruang kelas, bukan oleh besarnya acara semata.
Bekal untuk mengenali narkoba dan judi daring
Edukasi narkoba sekolah dalam kegiatan ini disampaikan oleh Kasi Hukum Polres Ogan Ilir, dengan penekanan pada dampak penyalahgunaan narkotika serta pentingnya pencegahan dan deteksi dini. Sementara itu, Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas membahas bahaya judi online, termasuk modus dan dampaknya terhadap kehidupan sosial, pendidikan, serta masa depan remaja. Materi seperti ini berguna jika membantu pendidik mengenali risiko dan merespons tanpa mempermalukan atau langsung memberi cap kepada siswa. Sekolah perlu memastikan pelajar tahu kepada siapa mereka dapat bercerita, sementara guru dan keluarga dapat berkoordinasi ketika muncul kekhawatiran. Pembekalan polisi menjadi langkah awal, bukan pengganti pendekatan pendidikan yang konsisten dan dukungan yang sesuai bagi siswa.
Dari sosialisasi menuju kebiasaan sekolah
Peran pendidik tidak berhenti setelah menerima materi. Kepala sekolah dapat mengatur tindak lanjut, sedangkan guru bisa menguatkan percakapan tentang pencegahan narkoba dan risiko judi daring dalam kegiatan yang relevan dengan siswa. Pengawasan juga perlu berjalan beriringan dengan komunikasi yang membuat pelajar nyaman meminta bantuan. Polres berharap UBISELA dilaksanakan secara konsisten untuk membantu menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif. Harapan itu tepat, sebab edukasi satu kali sulit mengimbangi ancaman yang terus berubah, termasuk perundungan, tawuran, kenakalan remaja, dan kejahatan siber yang juga menjadi cakupan pesan kamtibmas program.
Keberhasilan program UBISELA seharusnya dinilai dari kesinambungan koordinasi antara polisi dan sekolah serta kemampuan sekolah menindaklanjuti pembekalan dalam praktik sehari-hari. Jika kegiatan berlanjut secara teratur dan pendidik memiliki jalur komunikasi yang jelas, pencegahan dapat menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar agenda seremonial.






