Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bebas dari Pasung, 15 Warga Mendapat Pendampingan

Bebas dari Pasung, 15 Warga Mendapat Pendampingan
Minat|Kesehatan Mental

Pembebasan adalah awal pemulihan

Pembebasan pasung adalah langkah mengakhiri pengurungan terhadap orang dengan gangguan jiwa dan membuka akses mereka pada perawatan, pemulihan, serta kehidupan yang lebih bermartabat. Karena itu, pelepasan belenggu tidak boleh dianggap sebagai akhir penanganan.

Dalam rangka Hari Jadi Bojonegoro ke-349, Dinas Kesehatan bersinergi dengan Dinas Sosial membebaskan 15 warga yang sebelumnya dipasung. Delapan warga dirujuk ke Yayasan Manfaat Barokah di Desa Prambatan, Kecamatan Balen, pada 24 Oktober 2026; tujuh lainnya menyusul pada 27 Oktober. Mereka kini memulai rehabilitasi medis dan sosial. Perubahan ini penting bukan semata karena warga telah keluar dari pasungan, melainkan karena mereka memperoleh jalan menuju layanan yang lebih layak. Pemerintah daerah menyatakan pemasungan melanggar hak asasi manusia dan menghambat pemulihan medis. Maka, ukuran keberhasilan seharusnya bukan hanya berapa orang yang dibebaskan, tetapi juga apakah perawatan mereka terus berjalan dan martabat mereka dihormati.

Program Bapak Asuh harus berarti pendampingan nyata

Langkah Bojonegoro berikutnya adalah menghubungkan pembebasan dengan dukungan yang terorganisasi. Melalui program Bapak Asuh OPD, setiap organisasi perangkat daerah ditugaskan mendampingi satu warga. Peran itu mencakup proses evakuasi, pembiayaan, serta penanganan rehabilitasi medis dan sosial. Dengan cakupan seperti ini, pendampingan ODGJ tidak berhenti pada serah terima ke fasilitas rehabilitasi.

Skema lintas OPD berpotensi membantu menutup celah koordinasi antara layanan kesehatan, dukungan sosial, dan kebutuhan praktis warga. Namun, nama “Bapak Asuh” baru bermakna jika tugasnya jelas, ada komunikasi rutin dengan tenaga kesehatan dan keluarga, serta kemajuan perawatan dipantau. Pemerintah daerah menyebut masih ada tujuh warga yang perlu ditangani dan melakukan verifikasi serta penyesuaian fasilitas agar mereka dapat tertampung dengan baik. Ini mengingatkan bahwa setiap pendampingan harus disesuaikan dengan kondisi medis dan kesiapan tempat perawatan, bukan sekadar mengejar angka.

Perawatan berkelanjutan membutuhkan komunitas

Data Dinas Kesehatan mencatat 26 warga sebelumnya mengalami pemasungan; 15 telah dibebaskan, sementara tujuh warga masih disebut akan menyusul. Angka itu menuntut kesinambungan setelah perawatan awal. Rehabilitasi medis perlu disertai dukungan sosial dan keterlibatan keluarga serta masyarakat agar warga tidak kembali terisolasi atau dipasung. Kebebasan yang aman membutuhkan tindak lanjut, lingkungan yang menerima, dan akses ke tenaga kesehatan ketika kebutuhan berubah.

Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan fasilitas medis di Kalitidu pada 2027, dengan layanan kesehatan jiwa sebagai keunggulan utama. Rencana tersebut dapat memperkuat perawatan kesehatan jiwa dalam jangka panjang, tetapi manfaatnya bergantung pada kesinambungan layanan dan hubungan dengan dukungan di tingkat komunitas. Pemerintah, lembaga rehabilitasi, keluarga, dan warga sekitar perlu bekerja bersama—tanpa stigma dan tanpa menganggap pemasungan sebagai jalan keluar. Pembebasan 15 warga adalah kemajuan yang patut diakui; keberhasilan sesungguhnya akan terlihat ketika mereka terus mendapat perawatan, dukungan, dan kesempatan hidup bermartabat setelah keluar dari pasungan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!