Retak dalam Hitungan Jam Bukan Cacat Kecil
iPhone Duo adalah ponsel lipat pertama Apple, dengan layar internal yang menekuk di atas engsel agar perangkat dapat berubah dari ponsel menjadi layar berukuran lebih luas. Justru bagian inti rancangan itu kini menjadi sumber kekhawatiran: sejumlah pengguna melaporkan layar retak atau menampilkan garis terang di area lipatan setelah hanya beberapa jam pemakaian. Seorang pelanggan di Australia mengatakan perangkatnya rusak setelah sekitar enam jam dan kurang dari 20 kali dibuka-tutup. Ia merasakan ada sesuatu yang tersangkut di bawah engsel sebelum mendengar bunyi retak dan mendapati layar rusak. Keluhan lain memperlihatkan retakan dekat engsel, piksel bermasalah, dan garis terang pada layar. Pola kerusakan yang muncul di titik serupa membuat iPhone Duo layar retak sulit dianggap sebagai sekadar noda kosmetik. Ini menyentuh komponen utama perangkat, sekaligus menimbulkan keraguan apakah mekanisme lipatnya siap menghadapi penggunaan sehari-hari.

Engsel dan Layar Menjadi Ujian bagi Pembeli
Engsel macet ponsel lipat bukan keluhan sepele: mekanisme yang tersendat dapat mengganggu proses membuka dan menutup, sementara kerusakan panel membuat fungsi utama perangkat ikut dipertaruhkan. Dalam uji ketahanan yang dilaporkan, debu atau pasir di area engsel dapat mengganggu gerak lipatan, bahkan mencegah perangkat tertutup sepenuhnya. Uji tersebut juga menemukan layar dapat rusak ketika diberi gaya keras berlawanan dengan arah lipatan, meski kondisi itu tidak mewakili pemakaian normal. Karena itu, hasil uji ekstrem bukan bukti bahwa setiap unit akan gagal, tetapi tetap menegaskan betapa sensitifnya rancangan ini terhadap tekanan dan partikel asing. Harga premium membuat toleransi pembeli terhadap cacat seperti ini semakin rendah. Sebagian pengguna yang mengalami kerusakan dilaporkan memperoleh penggantian perangkat. Namun, penggantian membantu pemilik yang terdampak; itu belum menjawab apakah unit pengganti atau perangkat lain akan mengalami masalah serupa.

Cacat Desain Masih Dugaan, tetapi Risikonya Nyata
Belum ada dasar untuk menyatakan seluruh perangkat mengalami cacat desain iPhone Duo. Hingga 26 Oktober, penyebab kerusakan belum diketahui, dan data yang tersedia belum memastikan apakah sumbernya cacat desain, cacat produksi, atau insiden terpisah. Namun, kerusakan berulang di sekitar engsel cukup untuk menuntut pemeriksaan struktural, bukan sekadar pembaruan perangkat lunak. Ponsel lipat memang menghadapi tantangan ketahanan karena layar harus terus menekuk dan engsel harus bekerja selaras dengan material di sekitarnya. Sebelum Apple menyampaikan hasil pemeriksaan, pemilik sebaiknya memantau layar, menghindari tekanan kuat pada engsel, dan menghubungi dukungan resmi jika melihat tanda tidak biasa. Perangkat yang rusak mungkin dikirim ke California untuk diperiksa tim desain dan teknik Apple. Analisis itu penting untuk menemukan penyebab dan mencegah kerusakan berulang. Bagi calon pembeli, kesimpulannya tegas: tunggu bukti bahwa masalah ketahanan ponsel lipat ini sudah ditangani sebelum mengambil risiko.






