Pajero Bangkit Kembali: Apa yang Berbeda di Generasi Kelima?
All-New Pajero generasi kelima adalah SUV ladder frame bermesin diesel 2.4L dengan torsi hingga 480 Nm, konstruksi lebih kaku, dimensi lebih besar, dan teknologi penggerak empat roda canggih, yang dirancang untuk menggabungkan kemampuan off-road legendaris Pajero dengan kenyamanan harian ala SUV 7 penumpang modern.
Kembalinya Pajero bukan sekadar nostalgia, tetapi pernyataan bahwa Mitsubishi belum mau menyerahkan segmen SUV tangguh ke pemain lain. Setelah produksi berhenti pada 2021, banyak yang mengira nama Pajero tamat. Peluncuran global di Tokyo pada 2 September 2026 membantah anggapan itu dan menegaskan bahwa Pajero naik kelas menjadi SUV flagship dengan fokus pada kemampuan segala medan dan kenyamanan penggunaan harian. Di atas kertas, paketnya menggiurkan: mesin diesel 2.4L bertenaga, transmisi otomatis 8-percepatan, Super Select 4WD-II, S-AWC, serta kabin lebih senyap dan lapang. Pertanyaannya kini bukan apakah Pajero kembali, tetapi apakah ia cukup menarik untuk menggoyang SUV ladder frame mapan.
Desain Gagah, Dimensi Membesar, dan Evolusi Karakter
Secara visual, Pajero generasi kelima tidak berusaha manis; ia sengaja tampil kotak, tegak, dan penuh garis horizontal untuk menegaskan aura "Grand Charisma". Dimensinya kini mencapai panjang 4.920 mm, lebar sekitar 1.920–1.925 mm, tinggi 1.910 mm, dengan jarak sumbu roda 2.870 mm—jelas lebih besar dari pendahulunya dan langsung mengokohkannya di liga SUV besar 7-seater. Ini bukan sekadar membesar demi gaya; ruang kabin lebih luas dan stabilitas di kecepatan tinggi ikut diuntungkan. Seperti dinyatakan dalam rilis resmi, "model teranyar ini lebih besar dari pendahulunya dengan panjang 4.920 mm dan wheelbase 2.870 mm".
Wajah depan terinspirasi kendo, lengkap dengan dua pilihan gril—bilah horizontal atau sarang lebah—yang memadukan kesan kuat dan fungsional. Lampu depan berbentuk huruf T menambah nuansa modern, sementara pilar C yang terinspirasi roll bar generasi pertama dan motif heksagonal di belakang menjadi jembatan ke masa lalu. Pendekatan ini cerdas: Pajero tidak dipaksa tampil futuristik berlebihan, melainkan berevolusi dengan tetap menjunjung karakter legendarisnya sebagai SUV pekerja keras yang kelihatan siap pergi jauh dari aspal.

Mesin Diesel 2.4L, 8AT, dan Teknologi 4x4: Kombinasi Serius di Jalan dan Medan Berat
Pusat daya Pajero generasi kelima adalah mesin diesel 2.4L dengan turbo VGT wide-range, sanggup menghasilkan torsi puncak hingga 480 Nm—atau 470 Nm di pasar tertentu. Tenaga itu disalurkan via transmisi otomatis 8-percepatan baru yang dilengkapi mode sport, menjanjikan respons lebih halus di jalan raya sekaligus kontrol lebih baik saat menanjak atau menuruni medan berat. Di segmen SUV ladder frame, konfigurasi ini menempatkan Pajero sebagai pilihan yang serius untuk pemilik yang butuh tarikan kuat, bukan sekadar tampilan gagah.
Konstruksi ladder frame tetap dipertahankan, namun kini memakai baja high-tensile lebih luas untuk menjaga kekakuan sambil menekan bobot. Super Select 4WD-II menawarkan pilihan 2H, 4H, 4HLc, dan 4LLc, didukung teknologi Super-All Wheel Control (S-AWC) yang mengatur akselerasi, pengereman, dan perilaku mobil saat menikung. Tujuh mode berkendara—Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock—membuat off-road capability Pajero bukan lagi soal skill pengemudi saja, tetapi juga kecerdasan sistem yang menyesuaikan traksi secara aktif. Untuk bantuan di jalan, sistem MI-PILOT menambah lapis keamanan lewat adaptive cruise control dan lane keeping assist, menjadikan SUV ini jauh lebih bersahabat untuk perjalanan jauh di aspal halus.
Kabin SUV 7 Penumpang: Dari Warisan Pajero ke Kenyamanan Modern
Di dalam, Pajero generasi kelima menegaskan posisinya sebagai SUV 7 penumpang yang matang, bukan sekadar mobil besar dengan tiga baris kursi. Dashboard berorientasi horizontal terinspirasi generasi pertama, tetapi kini memuat layar monolitik berisi dua layar hingga 14,3 inci atau opsi 12,3 inci di varian lain. Multi Meter digital menjadi interpretasi modern dari tiga meter analog ikonik Pajero lama, mengirim pesan jelas: ini mobil baru yang masih ingat asal-usulnya. Panel lembut dengan jahitan ala kerajinan Kimekomi memberi sentuhan tradisional Jepang yang unik di segmen yang biasanya keras dan serba utilitarian.
Kabin konfigurasi tiga baris diatur untuk memaksimalkan kelapangan sekaligus kemudahan akses ke baris ketiga, masalah klasik banyak SUV ladder frame yang akhirnya disentuh serius di sini. Peningkatan insulasi suara membuat kabin lebih kedap, mengurangi bising jalan dan angin—faktor yang akan terasa signifikan pada perjalanan jauh. AC otomatis tiga zona tersedia untuk menjaga kenyamanan seluruh penumpang, sehingga keluarga atau penumpang belakang tidak lagi menjadi korban hawa panas saat bepergian di cuaca ekstrem. Singkatnya, Pajero baru mengambil reputasi keandalan off-road lalu menambahkan lapisan kenyamanan yang selama ini menjadi kelemahan utama generasi lawas.
Strategi Global dan Peluang Pasar Lokal: Kapan Mengaspal di Sini?
Secara strategi, Mitsubishi memilih Thailand sebagai basis produksi dan pasar pertama Pajero generasi kelima, disusul Jepang dan Australia pada tahun fiskal 2026 (April 2026–Maret 2027). Mulai tahun fiskal 2027, ekspansi akan diperluas ke sekitar 100 negara di berbagai kawasan, termasuk ASEAN, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Langkah ini menunjukkan bahwa Pajero dirancang bukan sebagai produk niche, melainkan pilar utama portofolio SUV global Mitsubishi. Di tengah tren SUV monokok yang lebih halus, keberanian mempertahankan ladder frame sekaligus meng-upgrade kenyamanan adalah taruhan besar yang bisa membuahkan loyalitas jangka panjang.
Yang menarik bagi pasar lokal adalah fakta bahwa unit Pajero baru berkamera kamuflase sudah tertangkap sedang melakukan tes jalan di Jakarta beberapa hari setelah debut global di Jepang. Meski belum ada pengumuman resmi soal jadwal pemasaran domestik maupun detail harga Pajero 2026, pengujian ini hampir selalu menjadi sinyal bahwa pabrikan sedang mematangkan spesifikasi dan regulasi lokal sebelum peluncuran. Bagi calon konsumen yang mengincar SUV 7 penumpang diesel dengan off-road capability tinggi, Pajero generasi kelima layak masuk daftar tunggu: paket teknologi, desain, dan timing kehadirannya menunjukkan Mitsubishi menganggap segmen ini terlalu penting untuk diserahkan pada pesaing.






