Kembalinya Pajero Generasi Kelima: SUV Off-Road Tangguh yang Makin Premium
Pajero generasi kelima adalah SUV off-road tangguh berpenggerak empat roda yang kembali hadir sebagai model flagship Mitsubishi, memadukan sasis ladder frame ala truk, mesin diesel 2.4L bertorsi besar, teknologi S-AWC, dan kabin tiga baris yang lebih nyaman serta mewah untuk menghadapi medan berat sekaligus perjalanan keluarga jarak jauh. Mitsubishi Motors resmi memperkenalkan generasi terbaru Pajero dalam debut dunianya di Tokyo, Jepang, pada 2 September 2026, sekaligus menghidupkan lagi salah satu nama paling ikonik di dunia off-road setelah absen bertahun-tahun dari jajaran produk. Ini bukan sekadar peluncuran model baru, melainkan pernyataan bahwa Pajero siap kembali bermain di segmen SUV off-road premium yang selama ini didominasi rival seperti Land Cruiser.
Pabrikan secara terang memposisikan Pajero generasi kelima sebagai SUV lintas alam dengan tiga pilar pengembangan: kepercayaan diri di medan berat (Confidence), kenyamanan penumpang (Comfort), dan kesan berkelas (Prestige). Kombinasi tersebut membuat Pajero baru tidak lagi sekadar alat tempur reli, tetapi produk global yang harus relevan sebagai kendaraan harian, mobil keluarga, sekaligus simbol status. Di sinilah pendekatan desain bodi besar, kabin tiga baris, dan teknologi keselamatan modern menjadi penting, karena pengguna SUV hari ini menuntut mobil yang kuat menanjak ramp ekstrem namun tetap tenang dan senyap saat melaju di jalan bebas hambatan.

Mesin Diesel 2.4L dan Sasis Triton: Fondasi Karakter Off-Road
Inti keunggulan Pajero generasi kelima ada pada kombinasi mesin diesel 2.4L dan platform Triton dengan konstruksi ladder frame. Di balik kap mesin terpasang mesin diesel 2,4 liter Turbo VGT yang menghasilkan torsi maksimum hingga 480 Nm, disalurkan ke roda melalui transmisi otomatis delapan percepatan yang baru dikembangkan dan memiliki mode Sport. Kutipan yang layak digarisbawahi: "Mesin diesel 2,4 liter dengan teknologi variable geometry turbocharger (VGT) menghasilkan torsi maksimum 480 Nm." Angka ini jelas ditujukan untuk memenuhi ekspektasi pecinta SUV off-road yang mengutamakan torsi saat menanjak, menarik beban, dan melintas permukaan licin.
Sasis ladder frame milik Triton disesuaikan dengan suspensi khusus agar tetap tangguh di medan berat namun lebih halus di penggunaan harian. Suspensi depan independent double-wishbone dan poros belakang rigid five-link disetel berdasarkan pengalaman program reli Dakar Mitsubishi, menunjukkan bahwa DNA kompetisi masih menjadi referensi teknik. Ground clearance 230 mm, sudut approach 30,4 derajat, breakover 22,6 derajat, dan departure 25,8 derajat menegaskan bahwa geometri bodi dirancang serius untuk off-road, bukan hanya gaya. Dalam praktiknya, spesifikasi ini memberi ruang gerak cukup bagi ban dan bodi saat melibas batu, rute berundak, atau jalur pasir tanpa cepat menyentuh dasar kendaraan.

Teknologi S-AWC dan Super Select 4WD-II: Senjata Kontrol Traksi Modern
Pajero generasi kelima tidak mengandalkan mekanik semata; teknologi S-AWC menjadi pembeda penting dari banyak SUV off-road tangguh lain. Sistem penggerak empat roda standar dipadukan dengan Super-All Wheel Control (S-AWC), termasuk Active Yaw Control (AYC) yang membantu mengatur distribusi torsi antar roda untuk menjaga arah kendaraan. Bersama Super Select 4WD-II, pengemudi dapat memilih empat konfigurasi penggerak (2H, 4H, 4HLc, 4LLc) sesuai kondisi jalan, dari aspal kering hingga medan bebatuan dan lumpur dalam. Pendekatan ini jauh lebih canggih dibanding generasi lama yang lebih bergantung kepada skill pengemudi dan diferensial mekanis semata.
Di luar pilihan rasio dan penguncian, Pajero terbaru menawarkan tujuh mode berkendara: Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Mode ini mengatur respons mesin, transmisi, dan sistem S-AWC untuk mengoptimalkan traksi di setiap permukaan. Untuk pemilik, artinya kemampuan off-road yang dulu memerlukan jam terbang panjang kini lebih mudah diakses lewat putaran knob dan pemilihan mode. Ini membuat Pajero relevan untuk dua tipe pengguna: penggemar jelajah alam yang ingin kontrol detail, dan pemilik urban yang sesekali butuh menaklukkan akses ke vila atau jalur wisata berbatu tanpa harus menjadi ahli off-road.

Dimensi, Kabin, dan Fitur Keselamatan: Menempatkan Pajero di Kelas Land Cruiser
Keputusan memberi Pajero bodi sepanjang 4.920 mm bukan angka sembarang; panjang ini menempatkannya sebagai pesaing langsung Toyota Land Cruiser Seri 250 di pasar Amerika Utara. Secara strategi, Mitsubishi jelas mengincar segmen SUV premium berukuran besar, bukan lagi sekadar alternatif ekonomis. Desain eksterior tegak dengan sisi samping rata, lampu LED berbentuk huruf T, skid plate tebal, lengkungan roda kotak, dan ventilasi samping beraksen tulisan "Pajero" memberi pesan: ini kendaraan yang ingin dipandang setara, bukan di bawah, Land Cruiser. Dua warna baru Armor Copper Metallic dan Phantom Blue Metallic dengan aksen emas makin menegaskan ambisi citra mewahnya.
Di dalam, kabin tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang dipadukan dengan jarak sumbu roda 2.870 mm serta material soft-touch dan pelapis jok kulit Camel dengan aksen hitam. Pengaturan AC otomatis tiga zona, kaca akustik, dan sistem audio garapan Yamaha dengan 12 speaker serta fitur kompensasi kebisingan menunjukkan perhatian besar pada kenyamanan perjalanan panjang. Dari sisi teknologi, layar monolitik hingga 14,3 inci, Multi Meter digital, dan 3D Multi Around Monitor dengan tampilan kamera virtual area bawah kendaraan membuat Pajero terasa modern sekaligus informatif bagi pengemudi off-road. Fitur keselamatan seperti delapan airbag dan sistem bantuan pengemudi MI-PILOT makin menguatkan posisi Pajero sebagai SUV premium global, bukan hanya legenda masa lalu.

Dampak bagi Pengguna dan Arah Masa Depan Keluarga Pajero
Bagi pemilik, kombinasi mesin diesel 2.4L bertorsi 480 Nm, teknologi S-AWC, Super Select 4WD-II, dan kabin tujuh penumpang membuat Pajero generasi kelima terasa seperti dua mobil dalam satu paket: SUV off-road tangguh dan MPV keluarga yang nyaman. Mitsubishi secara eksplisit memberi perhatian besar pada kenyamanan kabin, teknologi, serta kemudahan berkendara sehari-hari, sehingga Pajero tidak lagi harus dikorbankan menjadi kendaraan hobi yang melelahkan untuk dipakai harian. Praktiknya, ini ideal bagi pengguna yang di hari kerja berkutat di kota, lalu akhir pekan menjelajah gravel, snow, mud, sand, atau rock tanpa perlu berganti mobil.
Dari sisi rencana ke depan, produksi Pajero baru akan dilakukan di Thailand, sejalan dengan lini produksi Triton, dengan peluncuran perdana ditargetkan di Thailand, Jepang, dan Australia paling lambat akhir Maret 2027, kemudian ekspansi ke sekitar 100 pasar global termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Pabrikan bahkan berencana menjadikan nama Pajero sebagai sub-merek, lengkap dengan model kei-car dan SUV kompak bergaya tangguh. Kehadiran generasi terbaru ini, setelah sebelumnya Pajero berhenti diproduksi, menandai usaha mengubah warisan reli yang telah teruji menjadi keluarga produk lengkap. Jika eksekusinya konsisten, Pajero tidak hanya kembali menantang Land Cruiser, tetapi juga membangun ekosistem SUV yang bisa memperluas basis penggemar dari hardcore off-roader hingga pengguna urban.







