Pajero Kembali Hidup: SUV Flagship yang Memilih Diesel, Bukan Baterai
All New Pajero adalah SUV flagship berpenggerak empat roda yang mengandalkan mesin diesel 2.4L turbo, sasis ladder frame, dan sistem Super Select 4WD-II dengan S-AWC untuk memberikan off-road performance yang serius, sekaligus tetap menawarkan kabin tujuh penumpang yang nyaman bagi perjalanan jauh dan penggunaan harian di berbagai kondisi jalan. Mitsubishi kembali menghidupkan nama Pajero melalui peluncuran generasi terbaru All New Pajero setelah sebelumnya model ini sempat dihentikan produksinya. Di tengah tren hybrid dan listrik, keputusan mempertahankan mesin diesel dan sistem 4WD bukan langkah aman, tapi taruhan besar bahwa peminat SUV tangguh masih mengutamakan kemampuan jelajah ketimbang efisiensi semata. Menariknya, Pajero baru tidak bertransformasi menjadi crossover gaya hidup; Mitsubishi memilih mempertahankan DNA off-road yang keras kepala—dan itu kabar baik bagi pembeli yang memang membutuhkan kendaraan untuk medan berat, bukan sekadar naik status di parkiran mal.
Mesin Diesel 2.4L dan Torsi 480 Nm: Jantung Off-Road yang Masih Relevan
Seluruh karakter All New Pajero dibangun berawal dari pilihan mesin diesel 2.4L Turbo VGT yang menghasilkan torsi maksimum 480 Nm dan dipadukan transmisi otomatis delapan percepatan. Untuk SUV berbodi besar yang dituntut menarik beban, menanjak, dan menaklukkan medan terjal, angka torsi ini jauh lebih penting daripada klaim akselerasi 0–100 km/jam. Torsi kuat di putaran rendah membuat Pajero lebih cocok untuk perjalanan jauh, medan berat, dan kebutuhan menarik beban seperti trailer atau perahu. Di dunia yang sibuk membicarakan baterai dan daya kWh, mesin diesel seperti ini memang tidak seksi di brosur, tetapi masih sangat logis bagi pengguna yang rutin memanfaatkan kemampuan off-road performance secara nyata. Keputusan Mitsubishi mempertahankan diesel bukan nostalgia buta; ini adalah pengakuan bahwa teknologi lama kadang masih menjadi alat terbaik untuk pekerjaan yang berat.
| Spesifikasi Utama | Mesin Diesel 2.4L Turbo VGT | Implikasi untuk Pengguna |
|---|---|---|
| Torsi maksimum | 480 Nm | Tarikan kuat untuk tanjakan curam, towing, dan jalur berbatu |
| Transmisi | Otomatis 8 percepatan | Perpindahan halus, tetap responsif dengan mode Sport |
| Orientasi penggunaan | Perjalanan jauh dan medan berat | Lebih cocok bagi pengguna yang sering keluar aspal |
Ladder Frame, Super Select 4WD-II, dan S-AWC: Formula Keras Kepala yang Efektif
Sasis ladder frame pada generasi terbaru Pajero dirancang untuk memberikan ketangguhan saat digunakan di medan berat, bukan sekadar gaya desain. Struktur ini memang lebih berat dibanding monokok, tetapi memberi kekuatan dan rigiditas yang dibutuhkan untuk off-road ekstrem, termasuk saat bodi menerima beban puntir di jalur batu dan tanjakan panjang. Sistem penggerak empat roda Super Select 4WD-II bekerja bersama teknologi Super All-Wheel Control (S-AWC), memberi pengemudi opsi konfigurasi penggerak sesuai kondisi jalan. Kombinasinya bukan gimmick teknis; ramp ekstrem yang didaki Pajero tak lama setelah perkenalannya adalah bukti bahwa paket mekanis ini sanggup menghadapi medan yang tidak bersahabat. Dalam era SUV yang semakin bergantung pada elektronik semata, Mitsubishi masih mempertaruhkan mekanik klasik—dan sampai sekarang, itu tetap cara paling meyakinkan untuk menaklukkan lintasan yang serius.
Mode Berkendara, Suspensi, dan Ground Clearance: Bukan Sekadar Angka di Brosur
Pajero terbaru tidak berhenti pada klaim mesin dan sasis; tujuh mode berkendara (Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock) memberi kebebasan menyesuaikan karakter traksi dengan permukaan jalan. Ground clearance setinggi 230 mm disiapkan agar kendaraan tetap mampu menghadapi medan yang lebih sulit, mulai dari jalur kerikil, lumpur dalam, hingga bebatuan. Suspensi independent double wishbone di depan dan rigid axle lima-link di belakang memperlihatkan fokus pada kestabilan dan daya tahan kaki-kaki, bukan hanya kenyamanan lembut di aspal. Bagi pengguna yang rutin turun ke medan off-road, kombinasi ini berarti roda bisa lebih lama menyentuh tanah, traksi terjaga, dan risiko menghantam kolong ke batu berkurang. Mode berkendara di sini bukan fitur yang dilupakan setelah seminggu; ia adalah alat kerja yang akan sering dipakai oleh pemilik yang memang menggunakan Pajero sesuai desainnya.
Flagship Off-Road di Era Elektrifikasi: Pajero Memilih Jalur yang Berbeda
Kehadiran generasi terbaru ini menandai kembalinya nama Pajero sebagai salah satu model SUV flagship dengan karakter cross-country yang kuat. Empat generasi sebelumnya mencatat produksi lebih dari 3,29 juta unit dan turut membangun reputasinya melalui ajang reli Dakar, sehingga beban sejarah yang dibawa model ini tidak kecil. Namun tantangan Pajero kini lebih besar karena SUV hybrid dan listrik semakin banyak di pasar; Mitsubishi mempertaruhkan mesin diesel dan ladder frame untuk membuktikan bahwa formula ini masih diminati di era elektrifikasi. Menariknya, di balik orientasi hardcore, kabin Pajero berubah drastis menjadi lebih modern: layar digital besar, Multi Meter yang menampilkan ketinggian, kompas, suhu dan sudut kemiringan, serta konfigurasi tujuh tempat duduk, pengaturan suhu tiga zona, kursi berventilasi, dan sistem audio Yamaha 12 speaker pada varian tertentu. Pajero terbaru akan diproduksi di Thailand, dipasarkan terlebih dahulu di sana, kemudian diperluas ke Jepang dan Australia sebelum menyasar sekitar 100 negara. Pajero jelas bukan pilihan paling ramah lingkungan, tetapi bagi pembeli yang memprioritaskan kemampuan off-road tanpa kompromi, ia kembali ke panggung sebagai salah satu opsi paling serius yang bisa dibeli sekarang.






