Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Empat Sekolah Rakyat Menang Berkat Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga

Empat Sekolah Rakyat Menang Berkat Pendidikan dan Pemberdayaan Keluarga
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Penghargaan untuk pendidikan yang berdampak

Sekolah Rakyat adalah lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pelajaran akademik, tetapi juga membekali siswa dan keluarganya dengan keterampilan serta dukungan untuk membangun kemandirian. Empat sekolah meraih penghargaan sebagai Penyelenggara Sekolah Rakyat Terbaik dalam Mandaya Awards 2026, yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada 27 Oktober di Jakarta. Penerimanya adalah SRT 1 Kabupaten Kediri, SRT 1 Kabupaten Takalar, SRT 1 Kabupaten Bogor, dan SRMA 14 Bandung Barat. Pengakuan ini patut dibaca lebih dari sekadar daftar pemenang: penghargaan menempatkan pendidikan dan pemberdayaan keluarga sebagai dua bagian dari upaya mengatasi kemiskinan. Itu arah yang tepat, sebab akses sekolah akan lebih bermakna ketika siswa mendapat bekal untuk masa depan dan rumah mereka turut memperoleh peluang memperbaiki penghidupan.

Mandaya Awards merupakan ajang bagi pihak-pihak yang dinilai berkontribusi pada kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan; penyelenggaraan 2026 adalah edisi kedua. Ajang ini diikuti lebih dari 2.146 peserta, termasuk 1.245 mahasiswa dalam 415 tim. Skala partisipasi itu menunjukkan besarnya perhatian terhadap kerja pemberdayaan, tetapi ukuran keberhasilannya tetap harus terletak pada perubahan yang dialami masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menekankan bahwa dampak nyata, bukan ukuran lembaga atau besarnya anggaran, yang semestinya menjadi tolok ukur. Prinsip tersebut membuat penghargaan ini relevan: sekolah perlu dinilai bukan hanya dari kegiatan yang diselenggarakan, melainkan juga dari manfaat yang benar-benar dirasakan siswa dan keluarga.

Keterampilan vokasi melengkapi pembelajaran

Sorotan penting dari program Sekolah Rakyat adalah upaya melampaui pembelajaran akademik dengan keterampilan vokasi dan pendampingan. Salah satu contohnya, Lelepreuner, melatih peserta mengelola usaha budidaya ikan lele. Sekolah juga mengembangkan keterampilan seni lewat kegiatan memainkan dan membuat angklung bersama sanggar seni lokal. Di SRMA 14 Bandung Barat, tersedia 15 kegiatan ekstrakurikuler yang mencakup olahraga, kesenian, keagamaan, dan organisasi, sehingga siswa dapat mengembangkan minat serta kemampuan nonakademik. Ragam ini penting: pendidikan yang memberi ruang bagi praktik dan bakat membuka lebih banyak jalan bagi siswa untuk mengenali potensi diri. Namun, pelatihan akan lebih bernilai bila keterampilan yang dipelajari terus diasah dan terhubung dengan kesempatan nyata setelah siswa menyelesaikan pendidikan.

Pendekatan tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan tidak harus berhenti pada ruang kelas. Pengalaman budidaya, produksi, seni, dan kegiatan organisasi memberi siswa kesempatan belajar melalui praktik, kerja sama, serta tanggung jawab. Program yang beragam dapat menjadi bekal masa depan, seperti yang diharapkan sekolah bagi para peserta didiknya. Tantangannya adalah menjaga mutu dan kesinambungan setiap kegiatan agar tidak sekadar menjadi daftar ekstrakurikuler atau pelatihan sesaat. Penyelenggara perlu memastikan siswa memperoleh pendampingan yang cukup, mengenali hasil belajarnya, dan dapat menggunakan keterampilan itu di luar sekolah. Dengan ukuran seperti itu, penghargaan bukan hanya pengakuan atas program yang sudah berjalan, tetapi juga dorongan untuk membuktikan manfaatnya dalam jangka panjang.

Pemberdayaan keluarga memperluas manfaat

Dampak sekolah akan lebih kuat bila dukungan juga menjangkau keluarga siswa yang hidup dalam kemiskinan. Karena itu, sejumlah Sekolah Rakyat menyertakan pendampingan dan pelatihan usaha bagi orang tua. Program LAKSMI diarahkan untuk meningkatkan keterampilan serta produktivitas keluarga agar mereka dapat memperoleh penghasilan secara mandiri. Peserta mendapat dukungan bahan baku dan peralatan untuk mengembangkan keterampilan produksi makanan; sebagian orang tua mulai memasarkan produk lewat toko kecil dan usaha rumahan. Inilah bentuk pemberdayaan keluarga yang konkret: pengetahuan disertai sarana untuk mencoba, lalu peluang memperoleh penghasilan. Langkah berikutnya adalah menjaga pendampingan agar usaha orang tua tidak berhenti setelah pelatihan dan dapat berkembang sesuai kebutuhan keluarga.

Kaitan antara pendidikan dan dukungan ekonomi rumah tangga terasa penting di tengah tantangan kemiskinan. Muhaimin menyebut data BPS 2026 menunjukkan tingkat kemiskinan turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen, sementara jumlah penduduk dalam kemiskinan ekstrem turun dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa. Ia juga menyatakan Sekolah Rakyat telah diikuti 44.200 anak dari keluarga kurang mampu. Angka-angka tersebut memberi gambaran skala persoalan dan jangkauan program, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa satu program menjadi penyebab penurunan kemiskinan. Penilaian yang lebih kuat membutuhkan pemantauan hasil belajar, keberlanjutan usaha keluarga, dan perubahan kesejahteraan dari waktu ke waktu.

Pengakuan harus diikuti pembuktian

Mandaya Awards 2026 menyoroti model pendidikan yang memadukan pembelajaran, keterampilan vokasi, dan pemberdayaan keluarga. Keempat penerima menunjukkan bahwa peran sekolah dapat melampaui pendidikan siswa, terutama ketika keluarga juga mendapat pelatihan, pendampingan, serta dukungan untuk mengembangkan usaha. Arah ini layak dipertahankan, tetapi penghargaan sebaiknya menjadi awal penguatan, bukan garis akhir. Sekolah dan pemerintah perlu memastikan kegiatan yang terbukti bermanfaat dapat berlanjut, menjangkau keluarga yang membutuhkan, dan disesuaikan dengan kondisi setempat. Harapan agar orang tua mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan agar siswa mengenali potensi dirinya akan berarti bila disertai dukungan berkelanjutan.

Kesimpulannya, nilai terbesar dari penghargaan ini bukan gelarnya, melainkan pesan bahwa pendidikan lebih kuat ketika berhubungan dengan keterampilan praktis dan daya tahan keluarga. Sekolah Rakyat yang menggabungkan ketiganya menawarkan pendekatan lebih utuh daripada pembelajaran akademik saja. Namun, keberhasilan akhirnya harus dinilai dari bukti: kemajuan siswa, manfaat pelatihan bagi orang tua, dan kemampuan keluarga menjaga usaha mereka. Jika tindak lanjut itu dijalankan, penghargaan dapat menjadi pendorong perubahan yang terasa di rumah maupun di masa depan para siswa.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!