Aturan pemanis bukan sekadar daftar bahan
Pemanis dalam pangan olahan adalah bahan tambahan pangan yang penggunaannya diatur menurut jenis, kategori produk, batas maksimum, dan persyaratan pelabelan. Aturan ini penting bagi pembeli: nama “alami” pada kemasan bukan alasan untuk mengabaikan komposisi maupun petunjuk pakai. BPOM mengatur pemanis alami dan buatan, baik yang dijual sebagai pemanis meja maupun yang ditambahkan ke produk pangan. Artinya, status suatu bahan sebagai pemanis diizinkan BPOM tidak otomatis membolehkan penggunaannya tanpa batas atau di semua jenis produk. Ketentuan juga berlaku bagi pelaku usaha dalam produksi, peredaran, iklan, dan pencantuman klaim. Karena itu, membaca label dengan cermat lebih berguna daripada menyimpulkan keamanan hanya dari kata seperti “stevia” atau “alami”.
Polemik produk stevia tetes yang diduga mengandung pemanis buatan dan bahan yang tidak sesuai dengan klaim pada kemasan memperjelas alasannya. BPOM menyatakan sedang menelusuri produk, memeriksa, mengambil sampel, melakukan pengujian laboratorium, serta mengevaluasi label. Dugaan tersebut belum boleh diperlakukan sebagai hasil akhir, tetapi cukup menjadi pengingat untuk mencocokkan klaim depan kemasan dengan daftar komposisi dan petunjuk penggunaan. Bagi konsumen, label produk stevia bukan hiasan: itulah informasi utama untuk mengetahui bahan yang dicantumkan dan cara memakai produk sesuai arahan.

Kenali 9 pemanis alami dan 6 pemanis buatan
BPOM menyebut sembilan pemanis alami yang diizinkan: sorbitol, isomaltitol, manitol, maltitol, laktitol, silitol, eritritol, thaumatin, dan glikosida steviol. Stevia yang dimaksud dalam ketentuan ini adalah glikosida steviol, zat pemanis dari tanaman Stevia rebaudiana. Tingkat kemanisannya disebut 200–300 kali dibandingkan gula atau sukrosa, tanpa nilai kalori. Daftar ini menunjukkan bahwa “pemanis alami” bukan satu bahan tunggal, dan nama yang tercantum pada komposisi layak diperiksa, bukan hanya istilah besar di bagian depan kemasan.
Enam pemanis buatan yang diizinkan ialah asesulfam-K, aspartam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan neotam; semuanya disebut tidak memiliki nilai kalori. Kehadiran nama pemanis buatan tidak dengan sendirinya membuktikan produk melanggar aturan. Yang perlu dinilai ialah apakah bahan itu dicantumkan dengan benar dan digunakan sesuai ketentuan untuk kategori pangan serta batas maksimum yang berlaku. Dengan kata lain, daftar pemanis diizinkan BPOM membantu konsumen mengenali nama bahan, tetapi bukan pengganti pemeriksaan label dan aturan pemakaiannya.

Batas konsumsi stevia tetap perlu diperhatikan
Stevia kerap dipilih karena berasal dari tanaman dan tidak memiliki nilai kalori, tetapi dua hal itu bukan alasan untuk menggunakannya tanpa batas. BPOM menetapkan ADI glikosida steviol sebesar 0–4 mg per kilogram berat badan per hari, dihitung sebagai steviol. ADI adalah jumlah bahan tambahan pangan yang dapat dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup tanpa menimbulkan efek merugikan berdasarkan penilaian keamanan. Jadi, batas konsumsi stevia adalah ukuran asupan harian yang patut dipertimbangkan, bukan saran untuk mengejar jumlah maksimum.
Dalam praktiknya, ikuti petunjuk penggunaan pada label dan hindari pemakaian berlebihan, terutama bila mengonsumsi beberapa produk berpemanis. Angka ADI dinyatakan per kilogram berat badan, sehingga batas tersebut bukan jumlah tetes yang seragam bagi semua orang. Jangan mengubahnya menjadi takaran produk tanpa informasi komposisi dan konsentrasi yang memadai. BPOM juga mengimbau konsumen mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing. Jika klaim produk, komposisi, atau petunjuk pemakaiannya tidak jelas, pilihan yang lebih bijak ialah menahan diri dan mencari informasi resmi, bukan mengandalkan anggapan bahwa pemanis alami selalu bebas batas.
Cara membaca label produk stevia dengan lebih cermat
- Periksa daftar komposisi, lalu cocokkan klaim “stevia” atau “alami” dengan nama bahan pemanis yang benar-benar dicantumkan.
- Baca petunjuk penggunaan dan jangan menggunakan produk melebihi arahan pada label.
- Perhatikan klaim kemasan serta informasi produk secara keseluruhan; klaim tidak menggantikan daftar komposisi.
- Pertimbangkan kondisi kesehatan pribadi dan jangan menganggap bahan yang diizinkan boleh dikonsumsi tanpa batas.
Jika produk stevia tetes diduga mengandung pemanis buatan yang tidak sesuai klaim, daftar komposisi dan label menjadi titik awal pemeriksaan, sementara dugaan tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian resmi. Pengawasan BPOM mencakup evaluasi label serta pengujian sampel, sehingga konsumen sebaiknya tidak menyebarkan tuduhan sebagai kepastian sebelum ada hasil. Kesimpulannya, aturan pemanis alami buatan memberi kerangka untuk menilai bahan dan penggunaannya, tetapi keputusan belanja yang cermat tetap dimulai dari membaca komposisi, mengikuti petunjuk, dan memahami batas asupan stevia.






