Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Label Zero Calorie Bukan Jaminan: Pilih Pemanis dengan Cermat

Label Zero Calorie Bukan Jaminan: Pilih Pemanis dengan Cermat
Minat|Gaya Hidup Sehat

Stevia rendah kalori, tetapi bukan jalan pintas

Stevia adalah pemanis dari tanaman yang digunakan sebagai pengganti gula karena kalorinya sangat rendah dan dapat mencapai nol, tetapi manfaatnya bergantung pada produk serta cara konsumsinya. Stevia berbeda dari gula biasa: kandungan glikosida steviol memberi rasa manis, tetapi tidak dicerna oleh enzim pencernaan dan kalorinya tidak mudah diserap tubuh. Itu membuatnya tampak menarik bagi orang yang ingin mengurangi gula, termasuk sebagian pengidap diabetes atau orang yang mengelola berat badan. Namun, kata “nol” pada kemasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menganggap produk pasti cocok bagi semua orang atau boleh dikonsumsi tanpa batas. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia tidak merekomendasikan pemanis nongula, termasuk stevia, untuk mengendalikan berat badan atau mengurangi risiko penyakit tidak menular. Karena itu, anggap stevia sebagai salah satu pilihan pemanis, bukan strategi kesehatan yang berdiri sendiri.

Label Zero Calorie Bukan Jaminan: Pilih Pemanis dengan Cermat

Jangan berhenti pada klaim di bagian depan

Label zero calorie, no sugar, dan no added sugar tidak memiliki arti yang sama dan tidak otomatis menjamin produk bebas gula atau kalori. Klaim “no sugar” masih dapat disertai sedikit gula atau kalori per sajian, sedangkan “no added sugar” berarti tidak ada gula yang ditambahkan saat pengolahan—bukan berarti bahan bakunya bebas gula alami. Sementara itu, “low calorie” berarti kalorinya lebih rendah dibandingkan produk sejenis, bukan tanpa kalori; pengurangannya setidaknya 30 persen. Maka, membaca tulisan besar di depan kemasan saja adalah kebiasaan yang berisiko membuat konsumen salah paham. Periksa daftar bahan dan informasi nilai gizi di belakang, termasuk jumlah gula per sajian, lalu pastikan produk memiliki legalitas BPOM. Sebagai patokan yang disampaikan dokter gizi, kandungan gula sekitar 8–10 gram per sajian sudah cukup besar untuk dipertimbangkan sebelum membeli.

Poin ini penting terutama saat memilih produk stevia: pemanisnya dapat hadir bersama bahan lain, sehingga komposisi stevia perlu diteliti, bukan diasumsikan hanya dari nama atau klaim pada kemasan. Dokter gizi mengingatkan bahwa manfaat bagi pengelolaan gula darah atau berat badan bergantung pada komposisi produk yang dikonsumsi. Cari tahu bahan apa saja yang tercantum dan bandingkan dengan informasi gizi per sajian. Klaim nol kalori pada pemanis utama tidak serta-merta menjelaskan keseluruhan produk. Semakin jelas informasi yang dibaca, semakin kecil kemungkinan konsumen mengandalkan kesan dari bagian depan kemasan saja.

Takaran tetap penting, meski kalorinya kecil

Pemanis rendah kalori tetap perlu digunakan secukupnya. Untuk stevia tetes, dokter gizi menyebut penggunaan dapat mencapai 20 tetes sehari, tetapi sekitar tiga tetes sudah cukup untuk pemakaian sehari-hari; satu tetes untuk sekali minum juga dinilai memadai. Angka tersebut bukan alasan untuk mengejar batas atas: kebutuhan rasa manis setiap orang berbeda, dan penggunaan berlebihan berpotensi memicu keluhan pencernaan seperti mulas dan kembung. Karena itu, takaran konsumsi stevia sebaiknya mengikuti petunjuk pada produk serta kebutuhan, bukan dorongan untuk menambah tetes hanya karena label menyebut nol kalori. Mulailah dari jumlah kecil dan hindari menjadikan minuman manis sebagai kebiasaan yang tidak disadari. Mengurangi ketergantungan pada rasa manis tetap lebih masuk akal daripada sekadar mengganti gula dengan pemanis lain.

Kesimpulan: pilih berdasarkan isi, bukan janji

Stevia dapat menjadi alternatif gula dengan kalori sangat rendah, tetapi klaim kemasan tidak cukup untuk menilai apakah suatu produk sesuai dengan kebutuhan. Periksa komposisi, informasi nilai gizi, jumlah gula per sajian, dan legalitas produk; gunakan takaran seperlunya. Ingat pula bahwa WHO tidak merekomendasikan pemanis nongula untuk pengendalian berat badan atau pencegahan penyakit tidak menular. Pilihan yang lebih cermat bukan mencari label paling meyakinkan, melainkan memahami apa yang benar-benar terkandung di dalam produk dan tidak mengonsumsi pemanis secara berlebihan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!