Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PURANA Membawa Arsip Batik ke Panggung Sriwedari

PURANA Membawa Arsip Batik ke Panggung Sriwedari
Minat|Pertunjukan Busana

SBF Menjadi Panggung bagi Perancang Batik

Solo Batik Fashion adalah acara mode rutin Pemerintah Kota Surakarta yang mengajak perancang dari berbagai daerah menampilkan karya berbasis batik sekaligus memperkuat apresiasi terhadap warisan tersebut. Nilai acara ini bukan hanya pada peragaan busana, melainkan pada kesempatan bagi para perancang untuk membawa batik ke hadapan publik dengan gagasan yang beragam. Pembukaan Solo Batik Fashion 2026 berlangsung pada Sabtu malam, 31 Oktober, di lantai II Graha Wisata Niaga Sriwedari, Kecamatan Laweyan, dan dibuka Wali Kota Solo Respati Ardi. Mengusung tema “Nusantara”, acara ini menghadirkan 28 perancang selama dua hari, dengan 14 desainer tampil setiap harinya. Cakupan peserta dari berbagai wilayah membuat fashion batik Solo terasa lebih luas daripada sekadar identitas lokal. SBF memberi ruang temu antara tradisi, kreativitas perancang, dan perhatian publik—peran yang penting jika batik ingin terus dikenakan, bukan hanya dipuji sebagai peninggalan.

PURANA Membawa Arsip Batik ke Panggung Sriwedari

PURANA Memadukan Koleksi Baru dan Arsip Batik

Salah satu momen yang memberi warna pada rangkaian Solo Batik Fashion x Solo Fashion Week adalah PURANA di runway. Pada Minggu, 1 November, jenama ini menampilkan 10 tampilan bertajuk “Regal Bloom & Timeless Batik Archives” di kawasan Taman Sriwedari. Kehadiran PURANA memperlihatkan bagaimana batik dapat masuk ke dalam bahasa mode kontemporer tanpa melepaskan jejak tradisinya. Koleksi tersebut mempertemukan “Regal Bloom”, koleksi Spring/Summer 2027, dengan arsip batik klasik dari Spring/Summer 2024. Motif Kecombrang, Parang, Merpati, dan Bakung Bemberg hadir bersama jacquard, tartan, serta siluet botani bernuansa Eropa. Perpaduan itu terasa lebih menarik daripada sekadar menempelkan motif tradisional pada pakaian modern: ia membangun dialog antara sumber visual yang berbeda. Partisipasi PURANA memperkuat daya tarik SBF sekaligus menunjukkan bahwa wastra dapat menjadi karya yang layak dikenakan dalam keseharian.

PURANA Membawa Arsip Batik ke Panggung Sriwedari

Melestarikan Batik Berarti Menghargai Penciptanya

Pesan terpenting SBF 2026 melampaui panggung: batik perlu dihargai sebagai karya yang lahir dari proses panjang. Respati Ardi mendorong pelaku usaha, pedagang, dan perancang agar tidak merendahkan nilai batik tulis. Sikap itu masuk akal; apresiasi budaya akan terasa kosong jika keterampilan para pembatik tidak ikut mendapat pengakuan dan nilai ekonomi yang pantas. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Maretha Dinar Cahyono, menjelaskan bahwa tema “Nusantara” mengangkat batik tulis dari berbagai daerah. Acara ini juga digelar untuk memeriahkan Hari Batik Nasional pada November 2026. Pada malam pembukaan, penghargaan diberikan kepada 14 perancang busana batik di Soloraya. SBF juga punya tugas penting untuk mengenalkan batik kepada generasi muda, termasuk membedakan batik dari kain bermotif batik. Jika acara rutin ini terus mempertemukan pengrajin, desainer, dan penonton, Solo punya alasan kuat untuk menjadikan peragaan sebagai bagian dari upaya pelestarian, bukan sekadar agenda tahunan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!