Mengapa ikan asin yang disemprot insektisida berisiko?
Ikan asin yang terpapar insektisida adalah produk olahan ikan yang mungkin menyisakan bahan pembasmi serangga pada permukaannya, sehingga tidak boleh dianggap aman untuk dikonsumsi tanpa pemeriksaan. Video viral memperlihatkan ikan asin diduga disemprot cairan pembasmi serangga saat dijemur, memicu kekhawatiran tentang praktik penanganan pangan tersebut. Namun, video itu belum membuktikan bahwa ikan yang terlihat mengandung insektisida tertentu; verifikasi dan pemeriksaan diperlukan sebelum kesimpulan dibuat. Bahaya ikan asin insektisida bukan soal merek semata: Baygon dibuat untuk membasmi serangga, bukan untuk mengawetkan makanan. Ahli teknologi pangan Robi Andoyo menjelaskan bahwa semprotan dapat menempel pada permukaan ikan dan meninggalkan residu yang berpotensi ikut tertelan. Besar risiko paparan bergantung pada bahan aktif, jumlah yang masuk ke tubuh, dan tingkat paparannya. Karena itu, video tersebut patut ditanggapi serius, tetapi bukan alasan untuk menganggap semua ikan asin di pasaran tercemar.
Peringatan BPOM soal residu kimia pangan
BPOM menegaskan bahwa insektisida bukan bahan untuk pangan dan residu pestisida dapat menimbulkan risiko kesehatan jika paparannya tidak terkendali. Jika ikan terkontaminasi sampai dikonsumsi, terdapat risiko keracunan; dampaknya bergantung pada jenis bahan, dosis, dan jalur paparan, termasuk tertelan, terhirup, atau terkena kulit. Inilah alasan residu kimia pangan perlu dicegah sejak proses pengolahan, bukan hanya diperiksa setelah produk sampai di meja makan. Pestisida makanan berbahaya ketika digunakan di luar peruntukannya, sekalipun tujuannya hanya mengusir lalat atau mencegah belatung. Bagi konsumen, penting membedakan peringatan tentang praktik berisiko dari bukti bahwa seluruh produk telah tercemar. Keamanan ikan asin tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan atau video; untuk mengetahui kandungan bahan kimia, diperlukan pemeriksaan yang dapat memverifikasinya.
Langkah aman saat membeli dan menemukan ikan mencurigakan
Jika ikan asin diduga terkena semprotan Baygon atau insektisida lain, jangan dimakan. Mencuci, menggoreng, maupun merebus ikan tidak menjamin residu hilang dan produk kembali aman, jadi jangan mengandalkan cara tersebut untuk menghilangkan risiko. Pilih pangan dari penjual tepercaya dan perhatikan kondisi produk, tetapi jangan menganggap ciri fisik sebagai bukti pasti bebas bahan kimia. Jika menemukan produk yang dicurigai menggunakan bahan yang tidak diperuntukkan bagi pangan, laporkan kepada BPOM atau otoritas terkait agar dapat ditindaklanjuti. Langkah ini lebih berguna daripada menyebarkan dugaan sebagai fakta atau menyimpulkan semua ikan asin berbahaya. Tanggung jawab juga ada pada pengolah: menghalau lalat atau menjaga produk tidak membenarkan penggunaan bahan pembasmi serangga pada makanan. Konsumen sebaiknya memilih produk yang asal dan penanganannya dapat dipercaya, lalu menghindari ikan yang diduga terpapar.







