Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida: Risiko dan Langkah BPOM

Ikan Asin Diduga Disemprot Pestisida: Risiko dan Langkah BPOM
Minat|Memasak

Dugaan yang perlu ditanggapi, bukan digeneralisasi

Ikan asin yang diduga disemprot pestisida adalah produk ikan kering yang menjadi perhatian setelah sebuah video viral memperlihatkan seseorang diduga menyemprot ikan yang sedang dijemur untuk mengusir lalat. Rekaman itu memicu peringatan soal kemungkinan residu bahan kimia pada pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. Dugaan ini patut ditangani serius, tetapi bukti yang tersedia belum menyimpulkan bahwa semua ikan asin tercemar atau memastikan cakupan produk yang terdampak. Karena itu, konsumen sebaiknya tidak panik dan tidak pula menganggap praktik tersebut aman. Respons yang tepat adalah mencegah produk yang dicurigai beredar sampai keamanannya dipastikan, sembari menunggu informasi resmi lebih lanjut. Perhatian utama bukan pada ikan asin secara umum, melainkan pada praktik penggunaan pestisida untuk mengusir lalat pada ikan yang dijemur.

Mengapa peringatan BPOM penting

Kepala BPOM Taruna Ikrar menyatakan lembaganya akan berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mencegah ikan asin yang diduga disemprot pestisida beredar dan dikonsumsi masyarakat. Peringatan BPOM menyoroti risiko yang masuk akal: bahan pestisida bukan untuk digunakan pada ikan sebagai cara menghalau lalat, dan paparan dapat terbawa ke makanan. Taruna memperingatkan bahwa bahan kimia berbahaya itu tidak hilang setelah penyemprotan, sehingga ikan yang kemudian dimakan konsumen dapat menimbulkan bahaya. Ia juga menyebut BPOM memiliki kewenangan menyita produk UMKM yang membahayakan konsumen. Ini adalah langkah pencegahan yang tegas, bukan bukti bahwa seluruh ikan asin atau seluruh produk dari suatu daerah telah tercemar. Bagi keamanan ikan asin, batas yang masuk akal ialah menahan produk yang dicurigai sampai ada pemeriksaan dan kepastian keamanan.

Langkah praktis bagi konsumen

Konsumen tidak dapat memastikan ada atau tidaknya residu pestisida hanya dengan melihat ikan asin, sehingga jangan mengandalkan warna, aroma, atau penampilan sebagai jaminan aman. Bila ada produk yang secara jelas dikaitkan dengan dugaan penyemprotan, hindari membeli atau mengonsumsinya sampai keamanan produk dipastikan. Jangan menyebarkan klaim bahwa semua ikan asin tercemar; informasi yang tersedia berawal dari video viral dan masih berupa dugaan. Utamakan produk dari penjual yang dapat menjelaskan asal dan penanganannya, dan ikuti pengumuman resmi dari BPOM atau instansi terkait. BPOM juga menginstruksikan balai-balai di daerah untuk mengedukasi masyarakat agar praktik penggunaan pestisida seperti itu tidak dilakukan. Saran ini bukan pengganti hasil pemeriksaan, melainkan kehati-hatian yang proporsional saat kepastian tentang produk tertentu belum tersedia.

Pencegahan harus menyasar praktik berbahaya

Kasus ini menunjukkan bahwa menjaga keamanan ikan asin tidak cukup dengan mengingatkan konsumen agar berhati-hati. Pelaku usaha dan nelayan perlu memahami bahwa pestisida bukan disinfektan untuk mengusir lalat dari ikan yang sedang dijemur; BPOM menilai video tersebut mengindikasikan masih ada pihak yang belum memahami bahayanya. BPOM menyebut edukasi, termasuk melalui Training of Trainers, sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tentang keamanan pangan. Sementara itu, produk ikan yang diduga terpapar pestisida tidak seharusnya diedarkan sebelum keamanannya dipastikan. Koordinasi antarkementerian menjadi langkah yang diumumkan, tetapi sumber yang tersedia belum menyebut jadwal pemeriksaan atau hasil pengujian produk. Kesimpulannya, konsumen perlu waspada tanpa menyamaratakan seluruh ikan asin, sedangkan pencegahan dan kepastian keamanan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!