Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Relokasi Kabel di Jakarta Barat Menguji Penataan Jaringan Kota

Relokasi Kabel di Jakarta Barat Menguji Penataan Jaringan Kota
Minat|Asia Tenggara

Pekerjaan jalan mendorong pemindahan kabel

Relokasi kabel udara adalah pemindahan jaringan telekomunikasi yang menggantung di atas jalan ke jalur lain agar pekerjaan kota dapat berlangsung dan ruang publik lebih tertata. Di Jakarta Barat, Suku Dinas Bina Marga bekerja sama dengan Asosiasi Penyedia Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) merelokasi kabel sepanjang 7,6 kilometer di sembilan ruas jalan. Langkah ini bukan sekadar merapikan pemandangan: kabel harus dipindahkan karena pembangunan trotoar dan saluran air memerlukan ruang yang sama. Artinya, koordinasi dengan pemilik jaringan menjadi bagian penting dari pembangunan, bukan urusan tambahan yang bisa ditunda sampai pekerjaan jalan selesai. Skala pekerjaan juga membuat pelaksanaan bertahap lebih masuk akal daripada memutus jaringan secara serentak. Namun, keberhasilan penataan kabel kota tidak cukup diukur dari kabel yang tak lagi terlihat; warga juga perlu tetap mendapat layanan dan akses jalan yang layak selama pengerjaan.

Dua jenis pekerjaan, dua jadwal

Rincian lokasi memperlihatkan bahwa relokasi mengikuti kebutuhan proyek jalan yang berbeda. Untuk pekerjaan trotoar, kabel sepanjang 2.220 meter dipindahkan di empat lokasi: Jalan Rawa Belong sisi timur, Jalan Roa Malaka Selatan sisi barat, Jalan Palmerah Barat sisi utara, dan Jalan Meruya Ilir. Pekerjaannya dimulai pada September dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2026. Sementara itu, pekerjaan terkait saluran air mencakup sekitar 5.400 meter di lima lokasi, termasuk Jalan Srengseng Raya, Jalan H. Lebar, Jalan Tanjung Duren Barat IV, Jalan Ring Road, dan Jalan Kamal Raya. Pekerjaan kelompok kedua telah berjalan sejak pertengahan Juli dan diharapkan selesai pada April 2027. Pemisahan jadwal ini penting: warga perlu memahami bahwa penataan berlangsung dalam beberapa tahap, bukan satu kali penutupan singkat. Pejabat setempat juga meminta maaf atas gangguan kenyamanan yang timbul selama pekerjaan.

Kerapian harus berjalan bersama layanan

Kabel yang tertata dapat mendukung ruang jalan yang lebih aman dan selaras dengan tata kota, tetapi pemindahan jaringan membawa risiko gangguan bagi pelanggan bila koordinasi teknis tidak cermat. Karena itu, ukuran keberhasilan relokasi kabel udara semestinya mencakup dua hal sekaligus: pekerjaan trotoar dan saluran dapat berjalan, sementara konektivitas warga serta pelaku usaha tetap andal. Telkom Akses menyatakan mendukung penataan infrastruktur telekomunikasi di berbagai wilayah, termasuk pemindahan kabel udara ke jaringan bawah tanah melalui skema Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Pengalaman di Bandung memberi gambaran skala upaya serupa: jaringan ditata di 81 ruas jalan menggunakan infrastruktur pasif telekomunikasi bawah tanah, dan 54 ruas telah rampung hingga Oktober 2026. Itu bukan bukti bahwa skema yang sama sedang diterapkan di Jakarta Barat; namun, hal tersebut menegaskan nilai perencanaan bersama. Pelanggan patut mendapat pemberitahuan yang jelas ketika pekerjaan berpotensi mengganggu layanan.

Relokasi Kabel di Jakarta Barat Menguji Penataan Jaringan Kota

Kolaborasi menentukan hasil akhir

Proyek Jakarta Barat memperlihatkan bahwa penataan jaringan kota bergantung pada kerja lintas pihak: pemerintah mengatur pekerjaan ruang jalan, sedangkan penyedia jaringan perlu memastikan pemindahan dilakukan tanpa mengabaikan kebutuhan pelanggan. Dengan rentang pekerjaan yang berbeda hingga akhir 2026 dan April 2027, keterbukaan soal tahapan, lokasi, serta potensi gangguan semestinya menjadi bagian dari pelaksanaan, bukan sekadar respons setelah warga terdampak. Kolaborasi Sudin Bina Marga dan APJATEL memberi dasar untuk menyelaraskan proyek trotoar dan saluran dengan jaringan telekomunikasi. Dukungan Telkom Akses terhadap SJUT di kota lain juga menunjukkan bahwa jalur bawah tanah terintegrasi dapat menjadi salah satu pendekatan penataan, meski penerapannya perlu disesuaikan dengan kondisi setempat. Kesimpulannya, kabel yang lebih tertib memang penting, tetapi penataan baru layak disebut berhasil jika ruang kota membaik tanpa mengorbankan konektivitas yang diandalkan masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!