Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kabel Semrawut Kuningan Barat: Lima Tahun Menguji Nyali Pengguna Jalan

Kabel Semrawut Kuningan Barat: Lima Tahun Menguji Nyali Pengguna Jalan
Minat|Asia Tenggara

Masalah Kabel Semrawut Jakarta: Bukan Sekadar Pemandangan Buruk

Kabel semrawut di ruang publik adalah kondisi ketika jaringan kabel udara dan kabel bawah tanah terpasang tanpa tertib, menjuntai rendah, muncul dari permukaan tanah, dan dibiarkan bertahun-tahun hingga mengganggu mobilitas, merusak kualitas infrastruktur perkotaan, serta mengancam keselamatan jalan umum bagi pejalan kaki maupun pengendara di sekitarnya.

Jalan Kuningan Barat Raya adalah contoh telanjang bagaimana kabel semrawut Jakarta menjelma dari gangguan visual menjadi ancaman nyata. Warga menyebut persoalan di ruas ini sudah berlangsung sekitar lima tahun, sejak kabel-kabel ditanam lalu muncul lagi ke permukaan tanpa penyelesaian berarti. Artinya, masalah ini bukan insiden sesaat, melainkan kegagalan tata kelola yang berlarut-larut.

Di kawasan yang ramai pejalan kaki dan kendaraan ini, kabel melilit di tiang, menjuntai rendah, dan bahkan menonjol keluar dari galian yang tidak dirapikan. Ketika pemerintah menyebut penataan jaringan utilitas bagian dari modernisasi infrastruktur perkotaan, kenyataan di Kuningan Barat menunjukkan jurang lebar antara slogan dan praktik di lapangan.

Luka di Aspal: Keselamatan Jalan Umum yang Dikorbankan

Dampak utama kabel semrawut di Kuningan Barat bukan pada estetika, tetapi pada keselamatan jalan umum. Galian kabel bawah tanah yang tidak rata, terkikis, lalu membuat kabel tampak ke permukaan bahkan lebih tinggi dari badan jalan, mengubah trotoar dan tepian jalan menjadi jebakan bagi siapa pun yang melintas.

Ketika hujan turun, kondisi ini memburuk: genangan air menutup lubang dan tonjolan kabel, permukaan menjadi licin, serta motor mudah terpeleset. Warga menyebut sudah ada pengendara yang jatuh, bahkan sampai kunci motor patah akibat terpeleset di area tersebut. Kabel yang menjuntai rendah di dekat ruas jalan juga dilaporkan membuat sejumlah pengendara motor terjatuh. Ini bukan lagi risiko hipotetis, tetapi catatan kecelakaan nyata.

Mengabaikan kondisi ini selama bertahun-tahun sama saja menerima bahwa korban jatuh dan terluka adalah "biaya" sampingan modernisasi infrastruktur perkotaan. Padahal, penataan kabel bawah tanah seharusnya membuat jalan lebih aman, bukan menambah bahaya baru. Di titik ini, kegagalan pengawasan dan standar pengerjaan patut dikritik keras.

Lima Tahun Penantian: Warga Menunggu, Pemerintah Menjanjikan

Pengakuan warga bahwa kondisi kabel semrawut di Kuningan Barat sudah sekitar lima tahun tanpa progres berarti adalah sinyal kuat bahwa ada yang salah dengan prioritas penanganan. Warga menilai sejak pertama kali dipasang, kabel praktis tidak berubah: tidak benar-benar ditanam rapi, juga tidak dibereskan. Kritik terang muncul: "Dari dulu enggak ada progres, kabel ditanam enggak, diberesin juga enggak," kata seorang pengendara bernama Herlan.

Rasa frustrasi juga lahir dari cara pengerjaan awal yang dinilai sembarangan: galian tanah yang tidak dirapikan, tidak rata, lalu dibiarkan sehingga perlahan terkikis dan memunculkan kabel ke permukaan. Meski petugas disebut beberapa kali datang "mengecek", solusi nyata belum dirasakan warga. Dalam konteks ini, keluhan mereka sangat masuk akal.

Kawasan ini bukan gang kecil, melainkan koridor penting di sekitar Gedung Cyber, pusat data telekomunikasi, dengan kabel udara yang sangat banyak. Artinya, sejak awal otoritas mengetahui sensitivitas area ini. Jika titik sepenting ini saja bisa terabaikan lima tahun, wajar bila publik meragukan keseriusan penanganan kabel semrawut Jakarta di lokasi lain.

Janji Penataan Oktober: Harapan atau Sekadar Tanggal di Kalender?

Setelah masalah ini viral dan mendapat sorotan, Dinas Bina Marga menyatakan sedang memindahkan kabel udara di Kuningan Barat ke bawah tanah dengan target pada Oktober seluruh kabel udara di sana akan diputus. Penataan ini diklaim bagian dari upaya membangun jaringan utilitas yang lebih aman, tertib, dan terintegrasi sebagai elemen penting infrastruktur perkotaan modern.

Gubernur menyebut persoalan kabel semrawut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan menegaskan pemerintah "serius untuk penanganan kabel". Pemerintah juga menggandeng PT Telkom Infrastruktur Indonesia untuk menangani kabel komunikasi, dan menyatakan penataan tidak hanya untuk Kuningan Barat, melainkan juga sejumlah ruas di Jakarta Selatan, Pusat, dan Timur. Secara konsep, ini sejalan dengan wacana penataan kabel bawah tanah yang rutin dilakukan di lima wilayah administrasi kota.

Namun, setelah lima tahun warga dibiarkan hidup berdampingan dengan kabel menjuntai dan galian tidak rata, wajar jika janji Oktober dinilai dengan sikap skeptis. Pertanyaan kuncinya: apakah penataan hanya memotong kabel udara, atau benar-benar memulihkan permukaan jalan, menghilangkan potensi licin, dan memastikan standar keselamatan jalan umum terpenuhi?

Dari Kasus Kuningan Barat ke Reformasi Penataan Kabel

Kasus Kuningan Barat mestinya dibaca sebagai alarmsistem bagi tata kelola kabel semrawut Jakarta, bukan sekadar insiden lokal. Ketika kabel komunikasi dan listrik dibiarkan menjuntai di ruang publik dan keluar dari tanah hingga memicu kecelakaan, itu berarti standar penataan infrastruktur utilitas belum menyatu dengan prinsip keselamatan jalan umum.

Penataan kabel bawah tanah tidak boleh berhenti pada pemindahan jaringan, tetapi juga mencakup kualitas galian, pengembalian kontur jalan, dan pengawasan ketat terhadap operator utilitas. Rencana penataan rutin mingguan di lima wilayah kota adalah langkah awal, namun tanpa sanksi tegas dan transparansi progres, pola menunda hingga masalah viral akan terus berulang.

Pada akhirnya, kabel rapi dan jalan rata bukan layanan premium, melainkan hak dasar warga kota. Oktober bisa menjadi titik balik jika janji benar-benar diwujudkan secara menyeluruh. Jika tidak, Kuningan Barat hanya akan menjadi satu bab lagi dalam daftar panjang kegagalan penataan infrastruktur perkotaan yang menomorduakan keselamatan warganya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!