Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Asesmen Kompetensi Guru: Standar Baru Mutu Pendidik Madrasah

Asesmen Kompetensi Guru: Standar Baru Mutu Pendidik Madrasah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

AKGTK: Dari Evaluasi Formalitas ke Instrumen Mutu Guru

Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan adalah program evaluasi terstruktur yang mengukur secara terarah penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional pendidik sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar perencanaan pengembangan kompetensi guru yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Dalam konteks madrasah, AKGTK 2024 periode 2 menandai pergeseran penting: guru tidak lagi dinilai hanya dari administrasi dan kepatuhan prosedural, tetapi dari kompetensi yang benar-benar mereka kuasai. Sebanyak 27 guru dari MTsN 1 Tanggamus terlibat aktif pada asesmen yang digelar daring di Tempat Asesmen Kompetensi MTsN 2 Tanggamus pada Selasa, 12 November 2024. Program ini diinisiasi Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah dengan tujuan eksplisit meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pendidik madrasah.

Mengapa Asesmen Kompetensi Guru Menjadi Penentu Kualitas Madrasah

AKGTK 2024 bukan sekadar asesmen rutin; ia adalah mekanisme evaluasi pendidik profesional yang memaksa madrasah jujur melihat peta kompetensi gurunya. Salah satu peserta, Ropiah, menegaskan bahwa asesmen ini memberi evaluasi bermanfaat untuk mengetahui kompetensi yang sudah dikuasai dan area yang perlu ditingkatkan. Ini inti dari asesmen kompetensi guru: mengungkap secara terukur di mana guru kuat dan di mana mereka lemah. Di sisi lain, kepala madrasah seperti H. Ramdani menempatkan AKGTK sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik, sekaligus momentum pengembangan karier guru. Tanpa instrumen seperti ini, madrasah mudah puas pada rutinitas, sementara kesenjangan kompetensi tak pernah terpetakan secara jelas.

Pelatihan Guru Madrasah: Menjembatani Asesmen dan Praktik Kelas

Asesmen tanpa tindak lanjut hanya akan melahirkan laporan, bukan perubahan. Di sinilah pelatihan guru madrasah menjadi jembatan penting antara hasil AKGTK dan praktik pembelajaran di kelas. Contohnya terlihat pada Bimbingan Teknis Penyusunan Kisi-kisi dan Soal PAT di MTsN 2 Tanggamus, yang diikuti 30 guru pembuat soal PAT kelas VII dan VIII pada 29 April 2024. Kegiatan ini dipimpin Waka Kurikulum Drs. Minarto dengan pemateri M. Shokhiful Ansor, S.Pd, dan menekankan langkah-langkah teknis seperti menentukan materi esensial, menganalisis KD, menyusun kisi-kisi, memilih stimulus kontekstual, hingga menyusun kunci jawaban dan pedoman penskoran. Pelatihan semacam ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru harus menyentuh keterampilan nyata yang langsung terhubung dengan evaluasi belajar siswa, bukan hanya teori umum pengajaran.

Dari Data AKGTK ke Program Pengembangan Profesional yang Terarah

Keunggulan strategis AKGTK 2024 terletak pada potensinya sebagai dasar desain pengembangan profesional guru yang tertarget. Karena asesmen ini memberi gambaran jelas tentang kompetensi yang sudah dikuasai dan area yang perlu ditingkatkan, madrasah dapat merancang pelatihan yang spesifik, bukan serba umum. Hasil asesmen bisa dihubungkan dengan program teknis seperti penyusunan soal PAT yang outputnya dikumpulkan dan diverifikasi tim pada batas waktu tertentu, misalnya 20 Mei 2024. Dengan cara ini, setiap intervensi pelatihan menjadi respons langsung terhadap kelemahan yang terukur. Kepala madrasah seperti H. Ramdani bahkan melihat asesmen ini sebagai momentum pengembangan karier yang lebih baik bagi guru. Artinya, data AKGTK seharusnya diterjemahkan menjadi peta jalan pengembangan profesional individual, bukan sekadar angka di laporan.

Menjadikan AKGTK sebagai Budaya Mutu, Bukan Agenda Tahunan

Agenda asesmen seperti AKGTK, yang dilaksanakan dalam tiga sesi untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan peserta, tidak boleh berhenti pada penyelenggaraan teknis yang rapi. Tantangan ke depan adalah menjadikannya budaya mutu: guru terbiasa dievaluasi secara terukur, kepala madrasah menjadikannya dasar keputusan, dan pelatihan selalu merujuk pada data asesmen. Praktik di MTsN 2 Tanggamus yang menuntut soal PAT dikumpulkan tepat waktu dan diverifikasi bersama tim menunjukkan embrio budaya mutu yang menghubungkan asesmen, perencanaan, dan kontrol kualitas. Penutupnya sederhana: madrasah yang serius mengangkat kualitas tidak lagi menanyakan perlu atau tidaknya asesmen kompetensi guru, melainkan bagaimana memastikan setiap siklus asesmen menghasilkan langkah nyata bagi pengembangan profesional guru dan pada akhirnya memperkuat standar kualitas pendidikan madrasah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!