Tes Kemampuan Akademik Bukan Sekadar Ujian, Melainkan Agenda Strategis Sekolah
Workshop TKA guru adalah bentuk pelatihan guru akademik yang secara terstruktur berfokus pada pemahaman format Tes Kemampuan Akademik, analisis karakteristik soal, serta strategi pembimbingan siswa, sehingga sekolah memiliki pendidik yang siap merancang latihan, try out, dan pendampingan belajar yang selaras dengan standar ujian akademik modern. Di titik ini, persiapan TKA sekolah tidak lagi cukup dilakukan dengan menambah jam latihan siswa. Sekolah yang serius mulai dari hulunya: memperkuat guru melalui bimtek penguatan guru yang membedah pola soal, kompetensi literasi dan numerasi, hingga cara memetakan kemampuan peserta didik. Pendekatan ini menempatkan guru sebagai arsitek utama kesiapan TKA, bukan sekadar pelaksana jadwal tambahan belajar.
MTsN 1 Sidoarjo: Try Out TKA sebagai Laboratorium Penalaran dan Literasi
Langkah MTsN 1 Sidoarjo menggelar Diseminasi Bimtek Penguatan Guru Pembina TKA pada Kamis, 27 Agustus 2026, jelas menunjukkan bahwa sekolah ini melihat TKA sebagai momentum perbaikan pembelajaran, bukan sekadar ajang lomba nilai. Fokus kegiatan pada TKA Matematika dan Bahasa Indonesia membuat guru memandang try out sebagai laboratorium penalaran dan literasi, bukan kumpulan soal latihan acak. Dua narasumber dari KKM madrasah, Eva Rinawati dan Achmad Ajiwikalona, menegaskan pentingnya soal yang mengukur kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep secara komprehensif, bukan hanya hafalan rumus dan prosedur. Penyusunan try out digarap secara kolaboratif: guru saling mengkritisi tingkat kesulitan, konteks persoalan, dan kompetensi yang ingin diukur. Sikap ini menandai pergeseran penting—try out berubah fungsi, dari alat menguji, menjadi alat memetakan dan mengembangkan kapasitas berpikir siswa.

MAN Sidoarjo dan Masterclass TKA: Guru Naik Kelas lewat Pakar Penulis Soal
Jika MTsN 1 Sidoarjo memperkuat internal, MAN Sidoarjo memilih strategi keluar kandang: mengirim 10 guru dari 6 mata pelajaran mengikuti Workshop TKA Masterclass di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, yang berlangsung selama 4 hari pada 2–5 September 2026. Keputusan menugaskan guru Kimia, Fisika, Geografi, Ekonomi, PKn, dan Biologi jelas bukan langkah seremonial; ini investasi waktu dan energi yang menempatkan TKA sebagai program lintas mapel, bukan urusan satu dua pelajaran saja. Dalam sesi bersama dosen Universitas Negeri Malang yang menjadi penulis soal TKA 2025, para guru digembleng dengan materi analisis butir soal berkarakteristik HOTS dan teknik menulis soal TKA. Pernyataan Kakanwil yang mengingatkan bahwa guru harus terus mengembangkan diri melalui workshop memperkuat pesan: guru madrasah dituntut kreatif dan inovatif, dan TKA menjadi salah satu arena pembuktian kualitas tersebut.

Isi Pelatihan: Dari Struktur Soal hingga Teknik Membimbing Siswa Secara Efektif
Baik dalam diseminasi bimtek penguatan guru di MTsN 1 Sidoarjo maupun Workshop TKA Masterclass untuk guru MAN Sidoarjo, pola yang tampak jelas adalah keseriusan menggarap isi pelatihan, bukan hanya jadwalnya. Di MTsN 1, guru dibekali pemahaman karakteristik TKA, strategi pembelajaran, serta penyusunan instrumen try out yang sesuai kebutuhan siswa. Mereka didorong menyusun soal yang melatih analisis informasi, pemilihan strategi penyelesaian, dan kemampuan memberi alasan terhadap jawaban. Try out di sana dirancang sebagai sarana pemetaan kemampuan: hasil latihan dianalisis untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran, bukan dibiarkan menjadi angka di raport latihan. Sementara itu, Masterclass di Sukolilo menggarap sisi teknis menulis soal melalui analisis butir dan penekanan pada HOTS, sehingga guru pulang dengan kemampuan merancang soal TKA di madrasah masing-masing, bukan hanya membawa sertifikat pelatihan.
Mengapa Investasi pada Guru Menentukan Masa Depan Persiapan TKA Sekolah
Ada satu benang merah dari dua agenda besar ini: sekolah sadar bahwa kualitas persiapan TKA sekolah sangat bergantung pada kualitas guru. MTsN 1 Sidoarjo secara eksplisit menyebut Diseminasi Bimtek Penguatan Guru Pembina TKA sebagai bagian komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran dan prestasi peserta didik. Madrasah ini mengarahkan persiapan TKA agar tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga meningkatkan kemampuan penalaran dan literasi siswa, selaras dengan prinsip deep learning yang menuntut pemahaman konsep secara mendalam. Di sisi lain, Masterclass yang diikuti guru MAN Sidoarjo bertujuan agar guru memiliki kompetensi menulis soal berbasis TKA di madrasah masing-masing. Jika guru berhasil menginternalisasi strategi penyusunan soal, analisis pola ujian, dan pembimbingan efektif, maka setiap sesi latihan TKA di kelas berpotensi menjadi ruang pembelajaran yang matang. Konsekuensi logisnya: siswa masuk ruang ujian bukan sebagai penghafal, tetapi sebagai pemikir yang siap menghadapi beragam konteks soal akademik.






