AKGTK: Bukan Sekadar Ujian, Tapi Peta Jalan Penguatan Guru
Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) adalah rangkaian tes berbasis komputer yang dirancang untuk memetakan dan mengembangkan kompetensi pedagogis, profesional, serta manajerial guru dan tenaga kependidikan madrasah, sehingga hasilnya dapat digunakan sebagai dasar program pengembangan guru profesional yang terarah, terukur, dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Pada periode kedua pelaksanaan asesmen kompetensi guru ini, sejumlah madrasah negeri menjadikannya sebagai momentum penting untuk menata ulang kualitas pendidik madrasah. Di Bandar Lampung, asesmen memasuki hari kedua pada Rabu, 13 November 2024 dan dipastikan berjalan lancar di MTsN 2 Bandar Lampung. Fakta ini menegaskan satu hal: ketika asesmen dirancang dengan baik, guru tidak perlu takut diuji, karena ujian ini pada dasarnya adalah cermin untuk bertumbuh, bukan sekadar alat menghakimi.
Antusiasme Guru Madrasah: Sinyal Kuat Komitmen Mengajar Lebih Baik
Yang paling menarik dari AKGTK 2024 bukan format digitalnya, melainkan sikap para guru. Di MTsN 1 Tanggamus, sebanyak 27 guru mengikuti AKGTK Madrasah Periode 2 yang digelar daring di Tempat Asesmen Kompetensi MTsN 2 Tanggamus pada Selasa, 12 November 2024. Di Pesawaran, guru MTsN 1 bahkan digambarkan "sangat antusias" mengikuti AKGTK bagi guru mata pelajaran agama dan umum pada hari yang sama. Antusiasme ini bukan hal remeh; ia adalah indikator komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidik madrasah. Saat guru sendiri yang meminta umpan balik atas kompetensinya, program pengembangan guru profesional tidak lagi dipaksakan dari atas, melainkan lahir dari kebutuhan nyata di ruang kelas. Sikap seperti ini jauh lebih menjanjikan daripada sekadar menambah aturan tanpa mengukur kesiapan pendidiknya.

Bagaimana AKGTK Mengukur dan Mengarahkan Kompetensi Guru
Daya guna asesmen kompetensi guru bergantung pada apa yang diukur. Di MTsN 2 Bandar Lampung, tes AKGTK mencakup pengetahuan akademik, keterampilan mengajar, dan manajemen kelas. Di tingkat madrasah, AKGTK digambarkan sebagai cara untuk memetakan kompetensi guru secara nasional, terutama pada penguasaan materi dan pedagogik, yang kini dilakukan secara digital melalui aplikasi AKGTK. Salah satu guru MTsN 1 Tanggamus menyebut asesmen ini memberi evaluasi yang bermanfaat untuk mengetahui kompetensi yang sudah dikuasai dan area yang perlu ditingkatkan, dan menilai hal itu penting agar terus berkembang sebagai pendidik. Di sinilah nilai strategis AKGTK 2024: bukan hanya mengukur, tapi menyoroti celah yang harus ditutup melalui pelatihan yang tepat sasaran, sehingga kualitas pembelajaran di madrasah bisa naik kelas secara nyata, bukan di atas kertas.
Dari Data Asesmen ke Pengembangan Guru Profesional Berkelanjutan
AKGTK 2024 baru akan terasa dampaknya jika hasil asesmen dipakai sebagai bahan baku kebijakan, bukan sekadar arsip. Di Pesawaran, dinyatakan bahwa hasil akhir asesmen akan menjadi acuan penyusunan kebijakan dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan serta pemetaan kesesuaian kompetensi guru dengan standar yang ditetapkan. Di Bandar Lampung, ditegaskan bahwa hasil asesmen akan digunakan untuk merancang program pelatihan dan pendampingan yang lebih terarah dan berbasis data. Ini sejalan dengan tujuan resmi AKGTK untuk meningkatkan kompetensi guru, kepala madrasah, dan pengawas, meningkatkan kualitas pendidikan madrasah, serta mengetahui keterampilan dan keahlian pendidik secara lebih presisi. Jika konsisten dijalankan, asesmen kompetensi guru bisa menjadi tulang punggung pengembangan guru profesional dan bukan lagi sekadar kewajiban administratif tahunan.
Kesimpulan: AKGTK Harus Dijaga sebagai Gerakan, Bukan Hanya Program
Ada benang merah yang tampak jelas dari berbagai pelaksanaan AKGTK 2024: asesmen kompetensi guru telah diterima guru madrasah sebagai sarana untuk memperbaiki diri, bukan sebagai ancaman. Kepala MTsN 1 Tanggamus menyebut asesmen ini langkah penting untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik madrasah, agar guru lebih siap memberikan pengajaran yang berkualitas kepada siswa. Di sisi lain, tujuan resmi program menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan madrasah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan adalah sasaran utamanya. Agar kualitas pendidik madrasah benar‑benar naik, pemangku kebijakan perlu menjaga AKGTK sebagai gerakan bersama: guru yang siap dievaluasi, madrasah yang menyiapkan dukungan, dan pemerintah yang menindaklanjuti data dengan pelatihan nyata. Tanpa tiga unsur ini, asesmen tinggal menjadi angka, bukan perubahan di ruang kelas.






