Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Workshop Modul Ajar Berbasis AI: Lompatan Kompetensi Guru Madrasah

Workshop Modul Ajar Berbasis AI: Lompatan Kompetensi Guru Madrasah
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

AI di Madrasah: Dari Tren Teknologi Menjadi Tuntutan Kompetensi

Workshop modul ajar berbasis AI adalah kegiatan pelatihan terstruktur bagi guru untuk menggunakan kecerdasan buatan sebagai alat bantu merancang perangkat pembelajaran yang berkualitas, terukur, dan sesuai kebutuhan peserta didik dalam konteks pembelajaran digital madrasah. Definisinya tidak berhenti pada penguasaan aplikasi, tetapi menyatukan pemahaman pedagogis, literasi teknologi, dan kepekaan terhadap karakteristik murid, sehingga modul ajar berbasis AI tetap selaras dengan kurikulum dan nilai-nilai madrasah.

Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah menempatkan penguatan kompetensi guru madrasah sebagai agenda utama agar mereka mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran di era digital. Langkah nyata itu terlihat dalam Workshop Pembuatan Modul Ajar Berbasis Artificial Intelligence (AI) yang digelar di MTsN 2 Bener Meriah pada Rabu, 17 Juni 2026. Pilihan fokus pada modul ajar berbasis AI menunjukkan pengakuan terang: kompetensi guru madrasah hari ini tidak lagi cukup berhenti pada penguasaan materi, tetapi wajib menyentuh kemampuan adaptasi teknologi pendidikan.

Workshop Modul Ajar Berbasis AI: Lompatan Kompetensi Guru Madrasah

Workshop Modul Ajar Berbasis AI: Mengubah Cara Guru Merancang Pembelajaran

Workshop pengembangan guru di MTsN 2 Bener Meriah bukan sekadar acara seremonial; ia adalah eksperimen praktis bagaimana AI bisa masuk ke dapur perencanaan pembelajaran tanpa mematikan peran kemanusiaan guru. Kegiatan yang diikuti para guru tersebut berfokus pada pemanfaatan teknologi AI sebagai alat bantu dalam menyusun modul ajar yang berkualitas, terstruktur, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik. Dengan kata lain, AI ditempatkan sebagai asisten, bukan pengganti.

Workshop ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bener Meriah, Tarmizi SAg MPd, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Islam, Dr Hj Mariani MPd. Tarmizi menegaskan bahwa pemanfaatan AI dalam penyusunan modul ajar bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai sarana pendukung yang membantu guru bekerja lebih efektif dan efisien dalam merancang pembelajaran, dengan guru tetap menjadi pengendali utama. Secara praktis, pemanfaatan AI diharapkan meningkatkan efektivitas perencanaan, memperkaya strategi mengajar, dan mendorong proses pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi siswa madrasah.

Bimtek KBC dan Konsistensi Penguatan Kompetensi Guru

Penguatan kompetensi guru madrasah tidak berhenti di satu workshop. Pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) KBC di MAN 3 Bener Meriah pada Rabu, 3 Juni 2026, menunjukkan pola yang sama: guru tidak boleh puas dengan kemampuan yang sudah ada. Kegiatan selama dua hari, 3 hingga 4 Juni 2026, diikuti 70 guru dari MAN 3 Bener Meriah dan MTsN 3 Bener Meriah. Angka ini bukan sekadar data, tetapi cermin kesadaran bahwa peningkatan kompetensi adalah kerja kolektif, bukan pilihan individu.

Dalam pembukaan Bimtek ini, Tarmizi menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi guru sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berlangsung. Mariani menjelaskan bahwa Bimtek KBC merupakan bagian dari program pengembangan diri pendidik untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru. Dari perspektif pembelajaran digital madrasah, kegiatan semacam ini memperkuat adaptasi teknologi pendidikan: guru diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan pendidikan, memiliki kompetensi yang terus berkembang, dan mampu menghadirkan pembelajaran berkualitas bagi peserta didik.

Dampak Nyata bagi Pembelajaran Digital Madrasah

Pertanyaan terpenting dari setiap workshop pengembangan guru adalah: apa dampaknya di kelas? Workshop modul ajar berbasis AI diarahkan agar para guru mampu menghasilkan modul ajar yang lebih inovatif, sistematis, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Ini berarti guru tidak lagi sekadar menyalin format lama, tetapi mengolah kembali materi dengan bantuan AI sehingga lebih kontekstual dan personal. Di ruang kelas, pembelajaran digital madrasah berpotensi menjadi lebih hidup, karena modul yang disiapkan memadukan struktur yang rapi dengan variasi aktivitas yang dirancang dengan dukungan AI.

Menurut Mariani, penguasaan teknologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari, sehingga guru perlu terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab dalam mendukung proses pembelajaran. Dampak praktisnya: guru yang melek AI bisa menghemat waktu perencanaan, menciptakan materi visual dan teks yang lebih menarik, dan menyesuaikan tingkatan kesulitan tugas dengan kebutuhan murid. Pada saat yang sama, workshop ini menegaskan bahwa adaptasi teknologi pendidikan harus tetap dibingkai oleh etika dan tujuan pendidikan madrasah, bukan sekadar mengejar tren digital.

Kesimpulan: AI sebagai Cermin Kesiapan Guru Madrasah Memimpin Era Digital

Rangkaian workshop modul ajar berbasis AI dan Bimtek untuk guru di Bener Meriah menunjukkan satu pesan tajam: masa depan madrasah ditentukan oleh sejauh mana kompetensi guru madrasah mampu menjawab tantangan teknologi. Penguatan kompetensi melalui workshop pengembangan guru tidak boleh dibaca sebagai proyek jangka pendek, melainkan sebagai proses berkelanjutan untuk memastikan pembelajaran digital madrasah tidak tertinggal. AI hanyalah alat; kualitas pembelajaran tetap bergantung pada guru yang sadar peran, cakap teknologi, dan peka terhadap murid.

Dengan menempatkan guru sebagai pengendali utama modul ajar berbasis AI, Kemenag Bener Meriah mengirim sinyal bahwa adaptasi teknologi pendidikan harus digerakkan dari ruang kelas, bukan hanya dari kebijakan di atas kertas. Guru yang memilih abai terhadap perkembangan ini akan kian sulit menyusun pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman, sementara guru yang siap belajar punya peluang besar memimpin transformasi madrasah di era digital.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!