Comeback Pajero: SUV Ikonik Kembali dengan Wajah dan Misi Baru
Pajero Generasi Kelima adalah SUV ladder frame terbaru Mitsubishi yang menggabungkan mesin PHEV hybrid, sistem 4x4 terbaru, dan teknologi keselamatan modern, dirancang untuk mengembalikan posisi Pajero sebagai ikon off-road premium sekaligus menjadikannya pesaing langsung Land Cruiser Prado pesaing di era elektrifikasi.
Mitsubishi Motors Corporation telah mengonfirmasi bahwa debut dunia All-New Mitsubishi Pajero generasi kelima akan dilaksanakan pada 2 September 2026, mengakhiri spekulasi panjang setelah produksi generasi keempat dihentikan beberapa tahun lalu. Penetapan tanggal peluncuran global ini menegaskan bahwa Mitsubishi tidak siap membiarkan segmen SUV ladder frame dikuasai sepenuhnya oleh Land Cruiser Prado pesaing dan Ford Everest. Secara strategi, ini adalah langkah comeback yang agresif: bukan sekadar menghadirkan model nostalgia, tetapi mengisi kekosongan di portofolio sebagai flagship SUV penggerak empat roda. Dengan basis penggemar yang besar dan nama Pajero yang masih kuat, momentum peluncuran ini berpotensi mengubah peta persaingan di kelas SUV premium ber-orientasi off-road.

Desain dan Sasis: Ladder Frame Klasik, Bahasa Visual Jauh Lebih Modern
Dari sisi tampilan, Pajero Generasi Kelima jelas bukan facelift halus, melainkan transformasi menyeluruh. Teaser resmi menunjukkan sektor depan dengan karakter pencahayaan LED horizontal dan garis tegas futuristik, tetap membawa identitas Dynamic Shield tetapi dalam interpretasi yang jauh lebih modern dan tajam. Siluet bodi menampilkan proporsi SUV besar dengan perawakan kekar, yang menandakan orientasi serius pada kemampuan jelajah dan kelegaan kabin, bukan sekadar gaya. Pilihan ini penting: pelanggan SUV premium kini mengharapkan kombinasi ketangguhan visual dan kesan high-tech, dan Pajero baru tampaknya berusaha menyeimbangkan keduanya.
Di balik kulit barunya, Mitsubishi mempertahankan sasis body-on-frame berbentuk ladder frame, tetapi dengan kekakuan yang ditingkatkan. Fokus pada pengembangan platform dan performa sasis menjadi sinyal bahwa karakter dasar Pajero sebagai kendaraan off-road murni tidak dikorbankan demi kenyamanan jalan raya. Di tengah tren banyak SUV besar yang beralih ke unibody demi kenyamanan, keputusan ini adalah pernyataan sikap: Pajero tetap sebuah SUV “asli” dengan tulang punggung truk, yang disiapkan untuk beban berat, towing, dan medan sulit. Kuncinya tinggal di penyetelan suspensi baru yang disebut akan lebih baik dari truk pikap Triton, sehingga kekakuan sasis tidak berujung pada kenyamanan yang kaku.

Mesin PHEV Hybrid dan Sistem 4x4 Terbaru: Senjata Utama Lawan Prado
Mitsubishi sudah memberi sinyal bahwa elektrifikasi akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pajero. Produsen ini dilaporkan sedang mempertimbangkan versi hybrid, yang secara logis akan berkembang ke arah mesin PHEV hybrid untuk memadukan torsi instan motor listrik dengan jangkauan mesin konvensional, dengan rencana pengembangan pada 2028–2030. Keputusan menyiapkan PHEV untuk SUV ladder frame bukan hanya soal efisiensi bahan bakar; ini juga tentang memberikan karakter tenaga yang halus namun kuat di putaran rendah, sangat relevan untuk off-road dan towing. Di titik ini, Pajero berpotensi unggul dibanding Land Cruiser Prado pesaing jika berhasil menghadirkan PHEV yang matang lebih cepat dan dengan performa off-road yang konsisten.
Senjata teknis lain yang jauh lebih konkret adalah kombinasi Super Select 4WD generasi terbaru dengan teknologi Super All-Wheel Control (S-AWC). Sistem S-AWC mengelola torsi, gaya pengereman, dan stabilitas kendaraan baik di jalan beraspal maupun di medan licin. Laporan menunjukkan S-AWC akan dipasangkan dengan transfer case Super Select 4WD-II yang memungkinkan pilihan 2WD, 4WD penuh waktu, dan mode low-range. Artinya, pengemudi bisa memilih efisiensi saat melaju di kota, stabilitas ekstra di jalan basah, hingga kemampuan merayap di jalur bebatuan. Menariknya, teknologi yang dulu eksklusif di Lancer Evolution X kini diadaptasi untuk SUV ladder frame; ini mengubah Pajero dari sekadar SUV tangguh menjadi kendaraan berpenggerak empat roda yang juga cerdas secara elektronik.
Teknologi Keselamatan dan Kenyamanan: Dari Off-Road Murni ke SUV Premium Modern
Meski detail lengkap interior dan fitur belum diungkap, arah pengembangan Pajero Generasi Kelima sudah jelas: sisi teknis menjadi fokus utama, dengan penguatan platform dan integrasi sistem penggerak empat roda canggih. Untuk sebuah SUV yang ingin bermain di segmen premium dan menantang Land Cruiser Prado pesaing, teknologi keselamatan aktif dan bantuan pengemudi modern bukan lagi opsi, tetapi keharusan. Sistem tampilan data off-road yang telah dirilis sebelumnya mengisyaratkan bahwa Pajero baru akan membantu pengemudi membaca sudut kemudi, kemiringan, serta distribusi torsi saat melintasi medan berat. Pendekatan ini menunjukkan pergeseran dari sekadar “mobil kuat” menjadi “mobil pintar” yang memandu pengemudi awam berpetualang dengan lebih percaya diri.
Yang patut dicatat, penggunaan S-AWC bukan hanya soal traksi; pengelolaan stabilitas dan pengereman secara terintegrasi membuka peluang integrasi mendalam dengan fitur keselamatan aktif seperti sistem pencegah selip dan kontrol stabilitas lanjutan. Dengan basis sasis yang lebih kaku, kalibrasi sistem keselamatan pun bisa lebih presisi, mengurangi body roll dan meningkatkan respons saat bermanuver menghindari rintangan di kecepatan tinggi. Jika Mitsubishi berani melengkapinya dengan daftar fitur modern seperti pemantau blind spot, sistem bantuan tetap di jalur, dan cruise control adaptif, Pajero akan memiliki paket nilai yang menarik: rasa berkendara "truk" yang meyakinkan, dibalut kenyamanan dan perlindungan ala SUV premium.
Strategi Jangka Panjang: Mengamankan Posisi di Segmen SUV Ladder Frame Premium
Pengumuman resmi peluncuran pada 2 September 2026 bukan sekadar acara seremonial, tetapi titik awal fase baru Pajero. Informasi lebih spesifik mengenai pilihan mesin, versi, daftar perlengkapan, dan pasar distribusi akan diumumkan pada acara mendatang. Di balik layar, Mitsubishi dilaporkan juga mempertimbangkan varian kei-car Pajero yang lebih kecil dengan rencana pengembangan 2028–2030. Artinya, nama Pajero berpotensi berkembang menjadi keluarga produk, bukan hanya satu model besar, memperkuat ekuitas merek di berbagai segmen. Ini adalah strategi yang logis bila Mitsubishi ingin memanfaatkan nostalgia sekaligus menjangkau pelanggan baru yang mungkin belum siap membeli SUV besar.
Dalam jangka menengah, kunci kesuksesan Pajero Generasi Kelima akan terletak pada eksekusi: seberapa baik kombinasi mesin PHEV hybrid, sistem 4x4 terbaru, dan fitur keselamatan modern diterjemahkan ke pengalaman harian pemilik. Bagi pengguna biasa, manfaat paling nyata akan datang dari kemampuan memilih mode 2WD hingga low-range dengan mudah, stabilitas lebih baik di jalan licin, serta rasa aman berkat manajemen torsi dan pengereman terintegrasi. Jika Mitsubishi mampu menawarkan semua itu dengan paket harga yang sepadan dan jaringan layanan yang siap menangani teknologi hybrid, Pajero baru punya peluang realistis menggerus dominasi Land Cruiser Prado pesaing dan menempatkan diri sebagai salah satu SUV ladder frame paling menarik di era transisi menuju elektrifikasi.






