Pajero Kembali Hidup: Dari Nama Legendaris Menjadi SUV Off-Road Premium
Mitsubishi Pajero generasi 5 adalah SUV off-road premium berpenggerak empat roda yang kembali menghidupkan nama Pajero sebagai model flagship lintas alam, memadukan sasis ladder frame ala truk, mesin diesel 2.4L bertenaga, teknologi S-AWC, serta kabin tujuh penumpang berfitur keselamatan modern untuk menyaingi SUV besar seperti Toyota Land Cruiser 250. Kembalinya Pajero bukan sekadar peluncuran model baru; ini adalah reposisi strategis Mitsubishi di segmen SUV besar, setelah nama Pajero sempat berhenti diproduksi dan absen bertahun-tahun dari line-up global. Alih-alih bermain di ceruk yang sama dengan Pajero Sport, Pajero ‘ori’ generasi terbaru di-setting naik kelas: lebih besar, lebih mewah, dan lebih fokus pada kemampuan cross-country jarak jauh daripada sekadar SUV keluarga berbody tangguh.

Mesin Diesel 2.4L, Sasis Triton, dan Teknologi S-AWC: DNA Teknik yang Diutak-atik Ulang
Keputusan Mitsubishi memakai mesin diesel 2.4 liter turbo VGT dengan torsi hingga 480 Nm menunjukkan bahwa performa tetap menjadi kartu truf utama Pajero generasi terbaru. Tenaga mesin dialirkan ke transmisi otomatis 8 percepatan baru, lalu ke sistem 4WD standar yang dibekali teknologi Super-All Wheel Control (S-AWC) dengan Active Yaw Control dan tujuh mode medan. Di balik itu, Pajero mengusung sasis ladder frame milik Triton yang dimodifikasi dengan suspensi independent double-wishbone di depan dan rigid five-link di belakang, disetel berdasarkan pengalaman teknik reli Dakar. Menurut pabrikan, kombinasi ini bukan hanya untuk angka spesifikasi di brosur. Ground clearance 230 mm plus sudut approach, breakover, dan departure yang agresif membuat Pajero baru tampak didesain untuk sungguh dipakai menjelajah, bukan hanya naik trotoar pusat kota.

Dimensi Membesar: Pajero Naik Kelas Menantang Land Cruiser 250
Langkah paling berani Mitsubishi adalah membesarkan bodi Pajero hingga panjang 4.920 mm, menjadikannya pesaing langsung Toyota Land Cruiser Seri 250 di pasar SUV besar. Ini bukan keputusan kosmetik; begitu Pajero masuk kelas bodi Land Cruiser, ia otomatis bermain di segmen SUV off-road premium, di mana ekspektasi terhadap kenyamanan, kualitas material, dan teknologi keselamatan jauh lebih tinggi. Kabin tiga baris dengan jarak sumbu roda 2.870 mm dan kapasitas tujuh penumpang, dipadu kaca akustik serta sistem audio 12 speaker rancangan Yamaha, menegaskan ambisi Pajero baru sebagai kendaraan cross-country yang layak dipakai perjalanan jauh bersama keluarga. Klaim bahwa Pajero kini "jauh lebih premium" dibanding generasi sebelumnya tampak bukan sekadar slogan: interior kulit Camel, multi-meter digital khas triple gauges Pajero klasik, dan fitur 3D Multi Around Monitor mengisi gap yang dulu membuat Pajero kalah pamor dari Land Cruiser.

Super Select 4WD-II dan Mode Medan: Pajero Mencari Kembali Kredibilitas Off-Road
Pajero generasi terbaru terang-terangan mengejar kredibilitas off-road yang selama ini identik dengan Land Cruiser. Sistem penggerak empat roda Super Select 4WD-II digabung dengan S-AWC, memberi pengemudi pilihan konfigurasi traksi sesuai kondisi jalan. Tersedia tujuh mode berkendara: Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock, yang dirancang untuk menjawab berbagai medan dari jalan tanah hingga bebatuan. Menariknya, pabrikan langsung memamerkan kemampuan ini lewat aksi menanjak ramp ekstrem setelah peluncuran, seolah ingin menegaskan bahwa Pajero baru bukan sekadar SUV bergaya tangguh untuk mall hopping. Di atas kertas, kombinasi ground clearance 230 mm, sudut approach 30,4 derajat, breakover 22,6 derajat, dan departure 25,8 derajat menunjukkan orientasi serius pada dunia off-road. Bagi calon pemilik, semua ini berarti satu hal: Pajero lagi-lagi menjadi SUV yang masuk akal untuk dipakai keluar aspal, bukan hanya kebanggaan di garasi.

Pajero ‘Ori’ vs Pajero Sport: Segmen, Harga, dan Ekspektasi yang Tak Boleh Tertukar
Kembalinya Mitsubishi Pajero generasi 5 berpotensi membingungkan konsumen yang selama beberapa tahun hanya mengenal Pajero Sport di showroom. Padahal, posisi keduanya berbeda jauh. Pajero Sport tetap bermain sebagai SUV ladder frame berbasis pikap dengan orientasi keluarga dan fitur lengkap seperti Adaptive Cruise Control, Forward Collision Mitigation, Blind Spot Warning, kamera 360 derajat, hingga Mitsubishi Remote Control di varian atas. Per September 2026, banderol Pajero Sport dimulai dari sekitar Rp 591 juta OTR Jakarta untuk varian Exceed 4x2 M/T dan naik hingga sekitar Rp 794 juta untuk Dakar Ultimate 4x4 A/T. Pajero ‘ori’ generasi terbaru, dengan dimensi menyamai Land Cruiser dan paket sasis Triton plus S-AWC, jelas di-set sebagai SUV off-road premium di atas Pajero Sport. Jika Pajero Sport adalah kompromi antara utilitas dan kenyamanan, Pajero baru lebih mendekati kendaraan ekspedisi modern dengan sistem keselamatan delapan airbag, MI-PILOT, dan 3D Multi Around Monitor.







