Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Penumpang LRT Jakarta Melonjak, Kapasitas Harus Menyusul

Penumpang LRT Jakarta Melonjak, Kapasitas Harus Menyusul
Minat|Asia Tenggara

Rute baru mengubah pilihan perjalanan

LRT Jakarta adalah layanan kereta ringan perkotaan yang menghubungkan sejumlah kawasan ibu kota dan menawarkan pilihan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi atau ojek untuk seluruh rute. Pada September, penumpang LRT Jakarta naik 57,92 persen, dari 133.010 orang pada Agustus menjadi 210.054 orang, menurut data BPS yang dirilis 2 November 2026. Lonjakan itu bukan sekadar angka: jalur Kelapa Gading–Manggarai yang mulai beroperasi memperluas kegunaan layanan bagi komuter, pelajar, dan warga yang bepergian untuk berbelanja. Tarif khusus Rp 8 selama delapan hari sejak peresmian turut mendorong orang mencoba layanan baru, tetapi alasan untuk kembali menggunakan LRT bergantung pada manfaat rutenya setelah masa tarif khusus berakhir.

LRT Manggarai Velodrome membuka pilihan yang lebih praktis bagi sebagian orang yang sebelumnya harus menyambung perjalanan dengan moda lain. Dinda, misalnya, biasanya naik KRL dan turun di Klender, lalu meneruskan perjalanan ke kantornya di Rawamangun dengan ojek daring. Ia mencoba rute Manggarai–Rawamangun dan merasa perjalanan ke kantor lebih terbantu, sehingga berniat terus menggunakannya. Ini menjelaskan daya tarik LRT dibandingkan pilihan transportasi umum lain: bukan berarti selalu menggantikan KRL, melainkan dapat memangkas kerepotan perjalanan lanjutan ketika stasiun dan tujuan lebih dekat.

Penumpang LRT Jakarta Melonjak, Kapasitas Harus Menyusul

Kenyamanan masih jadi keunggulan, tetapi akses belum tuntas

Pertumbuhan penumpang mulai terasa di dalam gerbong, terutama menjelang jam pulang kerja. Mahasiswa dan warga juga menggunakan LRT pada siang hari untuk menuju kawasan Mal Kelapa Gading. Meski makin padat, beberapa penumpang mengatakan perjalanan masih terasa nyaman dan gerbong belum sesesak KRL pada jam sibuk. Perbedaan itu dapat menjadi alasan komuter memilih LRT, tetapi kenyamanan tidak boleh dianggap terjamin bila jumlah penumpang terus bertambah sementara frekuensi dan kapasitas tertinggal.

Selain kepadatan, kemudahan berpindah antarmoda ikut menentukan apakah rute baru benar-benar praktis. Jembatan penyeberangan orang di Stasiun LRT Manggarai yang belum beroperasi membuat Dinda kepanasan dan kewalahan. Sri Sukesi, penumpang berusia 73 tahun, juga kesulitan menaiki tangga menuju pintu masuk stasiun. Hambatan ini menunjukkan bahwa perluasan rel saja belum cukup. Akses stasiun yang layak bagi lansia dan jalur perpindahan yang nyaman harus menyusul agar manfaat LRT tidak berhenti bagi penumpang yang mampu mengatasi tangga atau berjalan lebih jauh.

Ada pula sinyal yang perlu diperhatikan dalam data layanan: jumlah perjalanan pada September tercatat 5.283, turun 16,46 persen dibandingkan Agustus. Ketika penumpang bertambah tetapi perjalanan tercatat berkurang, penyelenggara perlu memastikan jadwal dan kapasitas pada waktu sibuk sesuai kebutuhan, bukan hanya mengandalkan daya tarik jalur baru.

Armada dan jaringan harus mengejar permintaan

Pemprov Jakarta menyiapkan penambahan enam rangkaian untuk mendukung fase 1C rute Manggarai–Dukuh Atas. Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Budi Awaluddin menyatakan pada 4 November 2026 bahwa LRT Jakarta saat ini memiliki delapan trainset; jika rencana penambahan terlaksana, jumlahnya menjadi 14. Langkah ini tepat, tetapi armada baru perlu diterjemahkan menjadi layanan yang lebih sering dan ruang gerbong yang memadai saat jam berangkat serta pulang kerja. Penambahan kereta tanpa penyesuaian operasi berisiko tidak terasa oleh penumpang.

Pengembangan rute LRT Jakarta juga diarahkan menuju Dukuh Atas, simpul yang terhubung dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line, dan Transjakarta. Jalur Manggarai–Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer direncanakan berlanjut pada 2027 untuk memperkuat konektivitas antarmoda. Perpanjangan jam layanan rute Velodrome–Manggarai hingga pukul 23.00 WIB turut direncanakan, meski mekanisme teknisnya masih disiapkan. Dalam jangka panjang, jaringan juga direncanakan berkembang dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium serta dari Velodrome menuju Stasiun Kereta Cepat Whoosh di Halim.

Lonjakan September membuktikan rute baru dapat membuka pasar penumpang, tetapi keberlanjutan pertumbuhan ditentukan oleh mutu layanan sehari-hari. Prioritasnya jelas: wujudkan tambahan armada, tingkatkan frekuensi, tuntaskan akses penghubung di Manggarai, dan bangun koneksi menuju Dukuh Atas. Jika langkah-langkah itu berjalan seiring, LRT dapat menjadi pilihan komuter yang makin berguna—bukan hanya jalur baru yang ramai pada awal pembukaan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!