Simpul perjalanan yang mulai diandalkan
Integrasi LRT bandara adalah keterhubungan layanan kereta perkotaan dengan angkutan udara yang memungkinkan penumpang berpindah moda dalam satu perjalanan menuju atau dari bandara. Di Palembang, gagasan ini terlihat nyata: Stasiun LRT Bandara melayani 210.720 pelanggan selama Januari–September 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa layanan ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pilihan yang digunakan dalam mobilitas penumpang bandara. KAI Divisi Regional III Palembang dan BPKARSS terus memperkuat peran LRT Sumatera Selatan sebagai transportasi publik terintegrasi. Bagi pengguna, manfaat utamanya bukan hanya tersedianya kereta di dekat bandara, tetapi adanya pilihan perjalanan yang lebih mudah direncanakan. Stasiun bandara Palembang menghubungkan jaringan perkotaan dengan penerbangan, sehingga perjalanan menuju terminal tidak harus selalu dimulai dengan kendaraan pribadi. Meski angka pengguna belum membuktikan semua penumpang pesawat beralih ke LRT, capaian ini memberi alasan kuat untuk memperbaiki dan memperluas koneksi tersebut.
Angka besar, tetapi pertumbuhan belum lurus
Jumlah pengguna hingga Triwulan III 2026 tergolong besar, tetapi perbandingan beberapa tahun mengingatkan bahwa adopsi tidak bergerak naik secara konsisten. Pada periode Januari–September, stasiun ini mencatat 214.244 pelanggan pada 2022, 264.393 pada 2023, 219.947 pada 2024, dan 235.170 pada 2025. Dengan 210.720 pelanggan hingga September 2026, layanan masih menjangkau banyak orang, tetapi belum melampaui angka tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, capaian terbaru sebaiknya dibaca sebagai bukti adanya permintaan sekaligus dorongan untuk menjaga daya tarik layanan. Tarif perjalanan dari dan menuju Stasiun LRT Bandara ditetapkan Rp10.000. Harga yang tercantum ini dapat membantu pengguna memperhitungkan biaya perjalanan, tetapi ketepatan jadwal dan kemudahan berpindah moda juga menentukan pilihan. Konektivitas antar moda akan terasa bernilai jika pengalaman perjalanan dari stasiun hingga terminal sama praktisnya dengan yang dijanjikan.
Perencanaan perjalanan perlu tersambung
Skala aktivitas di SMB II menjadikan integrasi ini kebutuhan yang masuk akal, bukan sekadar proyek transportasi. Hingga Agustus 2026, bandara mencatat 822.838 penumpang berangkat dan 846.400 penumpang datang, atau total 1.669.238 pergerakan. LRT memberi sebagian dari arus tersebut alternatif untuk mencapai pusat aktivitas di Palembang tanpa menyetir sendiri. Kereta pertama yang berangkat dari stasiun dijadwalkan pukul 06.00 WIB dan yang terakhir pukul 19.55 WIB; kedatangan pertama tercatat pukul 05.55 WIB dan terakhir pukul 19.50 WIB. Jadwal ini membuat perencanaan perjalanan lebih konkret, tetapi penumpang tetap perlu mencocokkannya dengan waktu penerbangan. Batas waktu masuk pesawat berbeda menurut maskapai, sehingga keberadaan stasiun dekat bandara bukan jaminan perjalanan bebas risiko jika jadwal terlalu mepet. Informasi layanan yang jelas dan perpindahan yang mudah sama pentingnya dengan frekuensi kereta.
Manfaat regional bergantung pada kelanjutan layanan
Dampak terbesar integrasi LRT bandara akan terasa bila layanan ini menjadi bagian wajar dari perjalanan sehari-hari, bukan hanya pilihan sesekali bagi penumpang pesawat. Peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal berpotensi mengurangi kemacetan dan mendukung mobilitas perkotaan yang lebih berkelanjutan. Koneksi dari bandara ke berbagai pusat aktivitas juga dapat membantu pariwisata dan perekonomian Palembang. Manfaat itu penting bagi konektivitas regional di Sumatera: akses bandara yang lebih mudah mempertautkan perjalanan udara dengan pergerakan di dalam kota. Namun, angka pengguna yang masih berubah-ubah dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa integrasi saja belum cukup. Keandalan operasional, informasi jadwal yang mudah ditemukan, dan layanan yang cocok dengan waktu penerbangan perlu dijaga. KAI bersama BPKARSS menyatakan akan memperkuat sinergi untuk menjaga keandalan dan meningkatkan kualitas pelayanan LRT Sumsel. Keberhasilan berikutnya seharusnya diukur bukan hanya dari jumlah pelanggan, tetapi juga dari makin mudahnya warga meninggalkan kendaraan pribadi saat menuju bandara.






