Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Satgas MBG Daerah Perlu Dibentuk Cepat agar Pengawasan Lebih Kuat

Satgas MBG Daerah Perlu Dibentuk Cepat agar Pengawasan Lebih Kuat
Minat|Gaya Hidup Sehat

Satgas sebagai penghubung pelaksanaan di daerah

Satgas MBG daerah adalah tim pemerintah daerah yang mengoordinasikan dukungan, inspeksi, dan penilaian layanan pemenuhan gizi agar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai ketentuan. Pembentukannya bukan urusan administrasi belaka: tanpa penanggung jawab yang jelas, koordinasi antarlembaga dan pengawasan di lapangan mudah terpecah. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan dukungan Kemendagri terhadap program prioritas Presiden saat memimpin sosialisasi surat edaran terkait inspeksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu, 28 Oktober 2026. Kemendagri menyebut 223 daerah telah membentuk satgas dan meminta daerah yang belum membentuknya menyelesaikan tugas itu dalam waktu seminggu. Angka tersebut menunjukkan kemajuan, tetapi juga menegaskan bahwa cakupan belum merata. Mempercepat pembentukan satgas masuk akal hanya jika tim yang dibentuk memiliki mandat, anggota, dan jadwal kerja yang dapat diterapkan, bukan sekadar nama dalam surat keputusan.

Satgas MBG Daerah Perlu Dibentuk Cepat agar Pengawasan Lebih Kuat

Koordinasi harus berujung pada pemeriksaan nyata

Tujuan utama Satgas MBG bukan menambah lapisan birokrasi, melainkan memastikan koordinasi MBG antara pemerintah daerah dan unsur Badan Gizi Nasional (BGN) menghasilkan tindakan yang konsisten. Surat Edaran Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ mengarahkan satgas daerah berkoordinasi dengan BGN untuk memeriksa dan menilai kesesuaian SPPG. Pemeriksaan mengacu pada petunjuk teknis BGN, termasuk 14 indikator kelayakan operasional, kualitas dan kesesuaian menu, serta ketepatan sasaran penerima manfaat. Rangkaian itu penting karena keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah layanan yang dibuka. Pemeriksaan yang teratur membantu menemukan masalah operasional, mutu makanan, atau penyaluran sebelum dampaknya dirasakan penerima. Agar pengawasan program MBG efektif, hasil inspeksi juga perlu ditindaklanjuti dengan perbaikan yang jelas. Tanpa tindak lanjut, koordinasi hanya menjadi rapat dan daftar periksa.

Peraturan dan dukungan daerah menentukan kelancaran

Percepatan pembentukan satgas perlu berjalan seiring dengan kepastian aturan. Dalam rapat koordinasi di Jakarta pada Kamis, 29 Oktober 2026, Staf Ahli Mendagri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Anwar Harun Damanik meminta biro hukum provinsi serta bagian hukum kabupaten dan kota mempercepat pembentukan atau penyesuaian surat keputusan Satgas MBG. Acuannya adalah Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG. Langkah ini menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah bukan pelengkap, melainkan bagian dari kelancaran pelaksanaan program. Kemendagri menyosialisasikan surat edaran inspeksi sebagai tindak lanjut kegiatan bersama Mendagri dan Kepala BGN pada 28 Oktober 2026. Penyelarasan aturan pusat dan daerah penting agar kewenangan tidak kabur dan pemeriksaan tidak berjalan dengan standar yang berbeda-beda.

Ukuran keberhasilan adalah manfaat bagi warga

Manfaat MBG bagi masyarakat bergantung pada konsistensi pelaksanaannya, bukan pada cepatnya pembentukan satgas semata. Pengelolaan daerah yang baik, menurut Mendagri, dapat mendukung kesehatan dan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, membantu pengendalian inflasi, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi pada pengurangan kemiskinan. Potensi tersebut membuat pengawasan yang cermat semakin penting: mutu makanan dan ketepatan penerima manfaat harus dijaga bersamaan dengan kelancaran layanan. Mendagri juga berencana memasukkan capaian pemerintah daerah dalam mendukung MBG sebagai salah satu aspek penilaian Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi. Penilaian dapat mendorong perhatian daerah, tetapi hasil lapangan semestinya tetap menjadi tolok ukur utama. Kesimpulannya, percepatan Satgas MBG daerah layak didukung jika diikuti koordinasi yang nyata, inspeksi terjadwal, dan perbaikan atas temuan. Dengan syarat itu, satgas dapat menjadi alat untuk menjaga mutu program dan memastikan dukungan daerah terasa bagi warga.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!