Anak membutuhkan orang tua yang hadir
Kedekatan orang tua dan anak adalah ikatan yang tumbuh ketika orang tua meluangkan waktu, memberi perhatian, dan terlibat dalam keseharian anak, bukan sekadar berada di ruangan yang sama. Karena itu, mengejar gambaran orang tua sempurna bukan prioritas; hadir dengan sungguh-sungguh jauh lebih berarti. Aktris Nikita Willy menekankan bahwa kehadiran emosional orang tua penting untuk mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua perlu hadir secara fisik sekaligus menyediakan ruang untuk mendengarkan, merespons, dan menemani. Sikap ini bukan tuntutan untuk selalu punya waktu luang atau melakukan segala sesuatu tanpa cela. Yang dibutuhkan adalah perhatian yang terasa bagi anak. Saat rutinitas padat, waktu singkat yang dijalani dengan fokus dapat lebih bermakna daripada kebersamaan panjang yang terpecah oleh kesibukan. Inilah dasar kedekatan yang dapat dibangun oleh ibu maupun ayah.

Quality time berarti perhatian, bukan agenda besar
Quality time bersama anak tidak ditentukan oleh daftar kegiatan atau seberapa jauh keluarga bepergian. Nikita mengingatkan bahwa waktu berkualitas bisa lahir dari kegiatan sederhana, selama orang tua benar-benar memperhatikan dan terlibat. Ia mengatakan, “Quality time keluarga sangat-sangat penting dan quality time itu enggak harus buat hal yang besar atau misalnya harus jalan-jalan ke mana.” Pesan ini layak diterapkan tanpa menunggu jadwal kosong atau momen istimewa. Mengobrol saat makan, bermain sebentar, atau menemani anak mengeksplorasi hal baru dapat menjadi waktu bersama yang terasa dekat apabila perhatian orang tua tidak terbagi. Kegiatannya bukan ukuran utama; pengalaman anak saat ditemani dan dianggap pentinglah yang membangun ikatan. Orang tua tak perlu menyusun acara sempurna. Lebih baik memilih momen sederhana yang realistis, lalu hadir sepenuhnya di dalamnya.
Kenangan berharga tak harus datang dari liburan mewah
Kenangan bersama anak tidak mensyaratkan liburan mahal atau pengalaman luar biasa. Anak mungkin tidak selalu mengingat tujuan perjalanan, tetapi dapat membawa ingatan tentang bagaimana orang tuanya menemani dan memperhatikannya. Itu sebabnya, ukuran keberhasilan mengasuh bukan banyaknya tempat yang dikunjungi, melainkan rasa aman dan kedekatan yang tumbuh dalam keseharian. Nikita juga mendorong keluarga memberi anak kesempatan mencoba pengalaman baru bersama. Aktivitas semacam itu bisa menjadi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, sementara orang tua mendampingi secara langsung. Tidak perlu membuat pengalaman baru terasa megah: kegiatan sederhana pun dapat membuka percakapan dan menciptakan cerita keluarga. Ketika orang tua ikut terlibat, momen biasa berpeluang menjadi kenangan yang menetap. Kehadiran dan perhatianlah yang memberi makna pada pengalaman itu, bukan kemewahan acaranya.
Keterlibatan ayah juga bagian dari kedekatan
Membangun ikatan dengan anak bukan tanggung jawab ibu seorang diri. Suami Nikita, Indra Priawan, menyoroti bahwa pembicaraan tentang pengasuhan kerap lebih berpusat pada kebutuhan ibu, padahal ayah juga memerlukan ruang untuk terlibat dan menjalin kedekatan. Kesibukan kerja dapat membatasi waktu, tetapi bukan alasan untuk menyerahkan seluruh urusan pengasuhan kepada pasangan. Kehadiran ayah dalam kegiatan sehari-hari memberi anak kesempatan mengenal dukungan dan perhatian dari kedua orang tuanya. Gagasan keterlibatan keluarga itu tercermin dalam Mom’s Corner FamFest x Mother & Beyond 2026, yang menempatkan anak-anak sebagai fokus utama sekaligus menyediakan kegiatan bagi orang tua. FamFest dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, pada 11–13 Desember 2026, di ICE BSD, Tangerang Selatan. Namun, membangun kedekatan tidak perlu menunggu acara khusus: waktu bersama di rumah pun bisa menjadi awal yang berarti.
Pilih hadir, bukan mengejar kesempurnaan
Pada akhirnya, orang tua tidak perlu membuktikan kasih sayang lewat agenda besar atau menjadi sosok tanpa kekurangan. Mereka bisa mulai dengan meluangkan waktu, mendengarkan anak, serta ikut dalam aktivitas sederhana dengan perhatian yang utuh. Itulah inti kehadiran emosional orang tua: bukan hanya ada di dekat anak, melainkan bersedia merespons dan membangun hubungan dengannya. Pendekatan ini juga membuat quality time lebih mudah dijalankan di tengah rutinitas, karena kebersamaan tidak harus menunggu liburan. Kenangan bersama anak tumbuh dari momen yang dibagikan dan rasa bahwa mereka diperhatikan. Pandangan Nikita Willy mengingatkan bahwa kedekatan tidak diukur dari kemewahan pengalaman, melainkan dari keterlibatan yang konsisten. Kesimpulannya, tak perlu menunggu menjadi orang tua sempurna untuk membangun hubungan yang hangat. Mulailah dengan hadir, lalu jadikan perhatian sebagai kebiasaan.






