Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Berawal dari Sinergi

Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan Berawal dari Sinergi
Minat|Pendidikan Orang Tua dan Anak

Peralihan yang berpusat pada kesiapan anak

Transisi PAUD ke SD adalah proses pendampingan yang membantu anak berpindah dari pendidikan usia dini ke sekolah dasar secara bertahap, nyaman, dan sesuai tahap perkembangannya. Cara sekolah dan keluarga mengelola perubahan ini menentukan apakah anak masuk SD dengan rasa aman atau justru terbebani tuntutan yang belum sesuai usianya. Di Tapin, Bunda PAUD Kabupaten Tapin Hj Faridah Yamani mendorong peralihan yang menyenangkan agar anak dapat beradaptasi tanpa tekanan akademik berlebihan. Dorongan itu disampaikan saat ia mengunjungi SDN Bitahan 1, sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan ramah anak dan menyamakan pemahaman guru tentang pentingnya masa peralihan. Pesannya patut menjadi pegangan: keberhasilan awal sekolah tidak semestinya disempitkan menjadi kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Anak juga perlu merasa diterima, mampu bergaul, dan memiliki sikap positif terhadap belajar.

Karena itu, kemampuan calistung tidak seharusnya menjadi syarat penerimaan murid baru SD. Keterampilan tersebut lebih tepat dibangun bertahap melalui pembelajaran yang selaras dengan perkembangan anak.

Dua minggu pertama menentukan pengalaman awal

Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan seremoni yang boleh dilewati seadanya. Faridah mendorong sekolah mengoptimalkan MPLS, terutama selama dua minggu pertama tahun ajaran baru, agar anak mengenal guru, teman sebaya, lingkungan sekolah, dan rutinitas belajar secara bertahap. Waktu itu dapat mengurangi rasa asing yang sering menyertai awal sekolah formal. Di kelas I dan II, kegiatan bermain yang bermakna dan pembelajaran interaktif juga lebih sesuai daripada tekanan untuk segera mengejar target akademik. Pendekatan tersebut memberi ruang bagi anak untuk berani mencoba, bertanya, dan membangun hubungan sosial. Bagi keluarga, dampaknya terlihat dalam hal sederhana tetapi penting: anak lebih percaya diri menghadapi hari sekolah dan memiliki fondasi belajar yang kuat. SDN Bitahan 1 diharapkan menjadi lingkungan yang ramah anak dan menerapkan peralihan ini dengan menyenangkan.

Fondasi yang perlu dibangun mencakup nilai agama dan budi pekerti, kematangan emosi, keterampilan sosial, sikap positif terhadap belajar, kemampuan motorik, serta kematangan kognitif yang mendukung literasi dan numerasi dasar.

Sinergi membuat pendidikan prasekolah lebih terjangkau

Upaya menyiapkan anak tidak dapat dibebankan kepada sekolah saja. Di Jayapura, Bunda PAUD Kota Jayapura Nerlince Wamuar Rollo mengajak Bunda PAUD tingkat distrik, kelurahan, dan kampung memperkuat sinergi untuk meningkatkan perhatian pada anak usia prasekolah. Ajakan itu disampaikan dalam Sosialisasi Apresiasi Bunda PAUD tingkat distrik, kelurahan, dan kampung se-Kota Jayapura pada Kamis (29/10). Nerlince menekankan keterlibatan Bunda PAUD bersama pemerintah setempat dan orang tua agar anak memperoleh akses ke PAUD atau taman kanak-kanak sebagai persiapan sebelum sekolah dasar. Dorongan ini penting karena pendidikan prasekolah menjadi fondasi perkembangan sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Orang tua juga diingatkan untuk memanfaatkan kebijakan pendidikan gratis dari Pemerintah Kota Jayapura.

Koordinasi lintas pihak dapat menghubungkan kebutuhan keluarga dengan layanan yang tersedia, sekaligus membantu menyamakan harapan antara pendidik PAUD dan guru SD. Jika anak memperoleh pengalaman belajar sesuai usia sebelum masuk SD, lalu disambut sekolah yang memberi masa adaptasi, perubahan lingkungan tidak harus terasa seperti ujian. Pembelajaran usia dini pun perlu mengikuti kebutuhan, karakteristik, dan kesenangan anak agar kegiatan belajar mendukung tumbuh kembang sekaligus terasa menyenangkan.

Ukuran keberhasilan adalah anak siap belajar

Pesan dari Tapin dan Jayapura mengarah pada satu kesimpulan: kesiapan sekolah bukan tugas anak seorang diri. Pemerintah setempat perlu mendukung akses dan koordinasi, keluarga mendorong anak mengikuti pendidikan prasekolah, sementara PAUD dan SD menyambungkan pengalaman belajar secara bertahap. Sinergi ini membantu anak mengenal rutinitas, membangun rasa aman, dan mengembangkan kemampuan sosial maupun emosional sebelum menghadapi pembelajaran yang lebih kompleks. Ukuran keberhasilan transisi PAUD SD seharusnya bukan seberapa cepat anak menguasai calistung, melainkan apakah ia merasa nyaman, diterima, dan bersemangat untuk belajar. Ketika keluarga dan sekolah bekerja searah, anak masuk SD dengan bekal yang lebih utuh—dan awal pendidikan formal dapat menjadi pengalaman yang membuka rasa ingin tahu, bukan sumber tekanan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!