Retak sebelum pemakaian berarti dimulai
iPhone Duo adalah ponsel lipat pertama Apple, dengan layar utama fleksibel yang terhubung pada dua bagian bodi melalui mekanisme engsel. Karena layar dan engsel bekerja rapat dalam gerakan berulang, kerusakan dini pada area lipatan layak diperhatikan—meski belum cukup untuk menyimpulkan semua unit bermasalah. Tak lama setelah perangkat mulai dijual, sejumlah pengguna melaporkan layar utama retak hanya beberapa jam setelah digunakan; ada pula yang mengaku kerusakan muncul saat pengaturan awal. Seorang pemilik mengatakan ia baru memegang perangkatnya selama enam jam dan belum membukanya sampai 20 kali ketika mendengar bunyi retak, lalu melihat layar pecah di sepanjang engsel. Laporan serupa menyebut retakan di garis tengah disertai piksel putih horizontal yang menetap. Kemunculan pola kerusakan yang serupa membuat layar iPhone Duo pantas menjadi perhatian, tetapi jumlah laporan daring belum menunjukkan seberapa besar bagian unit yang terdampak.

Engsel masuk akal sebagai tersangka, bukan vonis
Lokasi kerusakan mengarahkan kecurigaan pada engsel iPhone Duo. Foto yang dibagikan pengguna menunjukkan retakan di area lipatan, sementara pembongkaran perangkat oleh seorang pengulas teknologi asal Korea Selatan menyoroti konstruksi engsel yang kompleks. Salah satu hipotesis menyebut komponen yang bergeser dapat menekan layar ketika ponsel dilipat. Namun, itu masih dugaan, bukan diagnosis yang sudah diverifikasi. Apple belum mengonfirmasi penyebab keretakan ataupun luas masalahnya, sehingga klaim bahwa desain engsel pasti cacat melampaui bukti yang tersedia. Ada perbedaan penting antara pola yang patut diselidiki dan bukti sebab-akibat: lokasi retak yang berulang memperkuat alasan untuk memeriksa engsel, tetapi belum menyingkirkan kemungkinan masalah pada unit tertentu atau faktor lain. Bagi pengguna, kerusakan akibat pemakaian normal disebut semestinya tercakup garansi satu tahun; kabar yang tersedia juga menyebut masa pengembalian dua minggu bagi konsumen yang baru menerima perangkat.

Uji ekstrem memberi peringatan, bukan prediksi harian
Uji ketahanan iPhone oleh Zach Nelson dari JerryRigEverything memberi gambaran lain—tetapi konteksnya jauh lebih keras daripada pemakaian biasa. Dalam video berdurasi 15 menit, ia menguji ponsel dengan api, pasir, kerikil, rantai, dan pisau, lalu menekan serta membengkokkan perangkat. Pasir dan kotoran dilaporkan masuk ke celah engsel titanium sehingga ponsel tidak lagi menutup rapat. Dalam bagian uji tekuk, layar bagian dalam menampilkan garis hijau, disusul kerusakan yang membuatnya berhenti merespons sentuhan. Hasil tersebut mengungkap titik rentan terhadap kontaminasi dan tekanan ekstrem, bukan bukti bahwa layar akan mati dalam pemakaian normal. Sebaliknya, laporan pengguna tidak sama dengan eksperimen terkontrol: pengalaman retak saat pengaturan jauh lebih relevan bagi pembeli, tetapi tanpa pemeriksaan perangkat dan data jumlah unit terdampak, penyebabnya tetap belum pasti. Kedua jenis bukti perlu dibaca bersama tanpa disamakan.

Kesimpulan: waspada, tetapi jangan menggeneralisasi
Sebagai ponsel lipat Apple generasi pertama, iPhone Duo menghadapi ujian yang tak bisa dihindari: bukan hanya apakah layar mampu bertahan dalam demonstrasi ekstrem, melainkan apakah mekanisme lipatnya konsisten pada pemakaian normal. Laporan retak dalam hitungan jam menuntut pemeriksaan serius, terutama karena kerusakan disebut muncul di titik yang sama. Uji JerryRigEverything menambah alasan untuk menjaga perangkat dari pasir, kerikil, dan tekanan pada layar terbuka, tetapi tidak membuktikan bahwa kondisi ekstrem itu menyebabkan kasus pengguna. Sampai Apple menjelaskan temuan dan pola kerusakan secara lebih terang, pembeli sebaiknya memeriksa layar serta engsel sejak awal dan segera melaporkan gejala retak atau garis piksel. Putusan yang paling masuk akal saat ini bukan menyebut seluruh desain gagal, melainkan mengakui adanya sinyal risiko yang belum tuntas. Kejelasan tentang pemeriksaan, garansi, dan kemungkinan penyebab akan lebih berguna daripada spekulasi.








