Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Aset Keuangan Syariah Tumbuh, Pangsa Pasar Masih Menantang

Aset Keuangan Syariah Tumbuh, Pangsa Pasar Masih Menantang
Minat|Asia Tenggara

Aset bertambah, penetrasi tertinggal

Keuangan syariah adalah layanan keuangan yang dijalankan berdasarkan prinsip syariah, mencakup perbankan, pembiayaan, dan produk lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertumbuhan asetnya menunjukkan industri ini terus berkembang, tetapi angka tersebut belum otomatis berarti layanan telah menjangkau banyak pengguna. Per Juni 2026, aset keuangan syariah mencapai Rp3.264 triliun, naik 9,82 persen secara tahunan, sementara pangsa pasar syariah masih 11,24 persen. Kesenjangan antara besarnya aset dan kecilnya porsi pasar adalah persoalan utama: industri perlu mengubah kapasitas menjadi partisipasi nyata, bukan sekadar mencatat pertumbuhan di atas kertas. Potensi perluasan juga besar karena penduduk muslim disebut mencapai sekitar 87 persen dari populasi. Namun identitas agama tidak otomatis menjadi pilihan produk keuangan; layanan harus mudah diakses, kompetitif, dan sesuai kebutuhan.

Pertumbuhan berlanjut, tantangan tetap ada

Otoritas Jasa Keuangan mencatat aset industri keuangan syariah mencapai Rp3.307,73 triliun per September 2026, meningkat 9,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini memperlihatkan momentum pertumbuhan yang bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik, perubahan suku bunga, dan tekanan inflasi. Pada perbankan syariah, pembiayaan mencapai Rp757,32 triliun dan tumbuh 12,05 persen, sedangkan dana pihak ketiga naik 7,48 persen menjadi Rp853,75 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah tercatat 2,28 persen. Kinerja tersebut memberi modal untuk memperluas pembiayaan produktif, tetapi tidak menghapus pekerjaan rumah soal jangkauan. Produk konsumer seperti pembiayaan multijasa, emas, rumah, dan kendaraan dapat menjawab kebutuhan sehari-hari. Ukuran keberhasilan berikutnya seharusnya bukan semata total aset, melainkan apakah lebih banyak keluarga dan pelaku usaha dapat memakai layanan yang relevan.

Literasi harus berujung pada penggunaan

Kesenjangan antara pemahaman dan pemakaian terlihat jelas dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026: indeks literasi keuangan syariah berada di 43,07 persen, sedangkan inklusinya hanya 13,24 persen. Artinya, mengenal prinsip dan istilah belum cukup untuk mendorong seseorang memilih produk. Edukasi perlu membantu masyarakat membandingkan layanan, memahami kewajiban, dan menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan dorongan penguatan literasi dan inklusi dalam Syariah Financial Fair Goes to Makassar, yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Atrium Trans Studio Mall Makassar. Program seperti Si Cantik untuk perempuan, SAKINAH untuk santri, dan EPIKS untuk komunitas dapat mendekatkan pembelajaran kepada kelompok yang berbeda. Langkah ini tepat, asalkan edukasi disertai pilihan produk yang mudah ditemukan dan dijelaskan dengan bahasa yang dipahami pengguna.

Digitalisasi perlu memudahkan, bukan sekadar memindahkan

Digitalisasi keuangan syariah berpeluang memperluas akses melalui layanan yang lebih mudah dijangkau, sekaligus mendukung edukasi. Namun aplikasi atau kanal daring bukan solusi dengan sendirinya. Pengalaman pengguna harus sederhana, informasi biaya dan akad harus jelas, dan bantuan perlu tersedia saat nasabah menghadapi masalah. Jika tidak, teknologi hanya memindahkan hambatan dari kantor layanan ke layar ponsel. OJK mengarahkan empat jalur pengembangan: literasi berbasis kolaborasi, perluasan akses lewat produk dan layanan yang sesuai, optimalisasi digitalisasi, serta penguatan kerja sama antarpemangku kepentingan. Peluncuran Pelita Syariah, panduan literasi dan referensi dakwah keuangan syariah, juga dimaksudkan untuk membawa edukasi ke ruang kehidupan sehari-hari. Industri sebaiknya menilai kemajuan dari apakah strategi tersebut mengubah pemahaman menjadi penggunaan yang aman dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pertumbuhan aset adalah modal, bukan garis finis. Pangsa pasar syariah akan meningkat bila inovasi produk menjawab kebutuhan nyata, layanan digital mengurangi hambatan, dan literasi membantu masyarakat mengambil keputusan dengan percaya diri. Tanpa perpaduan itu, selisih antara aset yang terus naik dan inklusi yang masih rendah akan bertahan. Ukuran kemajuan yang lebih bermakna ialah semakin banyak orang dapat mengakses, memahami, dan menggunakan layanan syariah sesuai kebutuhan mereka.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!