Jejak Hijau: Ketika Marathon Berkelanjutan Jadi Garis Finis Baru
Marathon berkelanjutan adalah konsep event lari massal yang tidak hanya mengutamakan catatan waktu dan prestasi atlet, tetapi juga menargetkan pengelolaan limbah olahraga yang bertanggung jawab, pengurangan jejak emisi, serta keterlibatan komunitas dalam menjaga kebersihan lintasan dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari gaya hidup sehat ramah lingkungan. Di Maybank Marathon 2026, gagasan itu tidak berhenti di jargon; ia dijadikan garis finis baru bernama “Jejak Hijau”. Tema ini hadir sebagai komitmen penyelenggara untuk memenuhi standar keberlanjutan internasional melalui predikat Sustainable Event Standard dari World Athletics. Alih-alih hanya memamerkan label elit, penyelenggara memilih mengukur jejak emisi dan menyusun langkah dekarbonisasi agar event ini menjadi event lari netral karbon pada 2030.

Dari Limbah Tekstil ke Race Village yang Mendidik
Keberlanjutan di Maybank Marathon tidak berhenti di lintasan; ia merembes sampai ke setiap sudut race village. Di Sustainability Pavilion, kain-kain hasil olahan kembali limbah tekstil berjajar rapi di atas keranjang bertuliskan Textile Waste Drop Off. Di sinilah konsep pengelolaan limbah olahraga diperluas: bukan hanya gelas plastik dan botol, tetapi juga pakaian dan kain yang biasanya berakhir di landfill. Perusahaan sosial Rekynd menampilkan textile waste management, clothes swap, charity bazaar, thrift by kilogram, repair corner hingga workshop dan sharing session sebagai contoh konkret bagaimana limbah tekstil bisa diubah jadi sumber nilai baru. Hingga Agustus 2025, lebih dari 20.000 pakaian dengan bobot sekitar 7 ton berhasil diselamatkan dari TPA dan 4.500 orang telah mendapatkan edukasi keberlanjutan.
Plogging, Malu Dong, dan AQUA: Lari Sambil Membersihkan Lintasan
Bagian paling menarik dari Jejak Hijau adalah ketika pelari menjadikan kebersihan lintasan sebagai bagian dari strategi lomba. Komunitas Pelari Malu Dong dan AQUA berlari sambil memungut sampah di sepanjang lintasan Maybank Marathon 2026, dari garis start hingga finis. Praktik ini sejalan dengan gerakan plogging yang memang diusung sebagai bentuk pengelolaan sampah di ajang ini. Di water station, sampah dikumpulkan; di jalanan race, pelari komunitas menjadikannya misi. Inilah gaya hidup sehat ramah lingkungan dalam bentuk paling kasat mata: detak jantung naik, pace dijaga, tetapi tangan tetap aktif meraih sampah yang tertinggal. AQUA menegaskan komitmennya untuk mendorong gaya hidup sehat dan berkelanjutan dengan mengajak ribuan pelari meninggalkan jejak hijau bagi lingkungan melalui program Clean The Miles dan kolaborasi bersama Malu Dong.
AQUA dan Hidrasi Berkelanjutan: Delapan Tahun Mengawal Lari Hijau
Keberlanjutan tidak akan kuat tanpa mitra yang konsisten. AQUA kembali dipercaya menjadi Official Hydration Partner Maybank Marathon 2026, menandai tahun kedelapan kemitraan dengan ajang lari bergengsi ini. Bukan sekadar menempatkan galon dan botol di water station, kolaborasi ini adalah pernyataan bahwa hidrasi berkualitas bisa berjalan seiring dengan komitmen lingkungan. Marketing Director AQUA, Adisti Nirmala, menegaskan bahwa kemitraan ini adalah bagian dari komitmen untuk mendukung masyarakat menjalani gaya hidup sehat melalui hidrasi berkualitas, sekaligus mengajak lebih banyak orang menciptakan dampak positif bagi lingkungan. Dalam event dengan standar dunia yang menuntut fisik dan mental seperti Maybank Marathon, kebutuhan hidrasi menjadi krusial; memilih mitra yang peduli keberlanjutan memperkuat pesan bahwa performa terbaik tidak boleh meninggalkan jejak sampah yang buruk.
Lari Massal, Komunitas Global, dan Target Netral Karbon
Maybank Marathon 2026 diikuti sekitar 14.000 pelari dari berbagai latar belakang, atau lebih tepatnya 14.100 pelari dari 46 negara yang berbagi lintasan yang sama. Dengan skala sebesar ini, persoalan lingkungan tidak bisa dianggap pinggiran. Penyelenggara mulai mengukur jejak emisi penyelenggaraan sebagai dasar menyusun langkah dekarbonisasi menuju event lari netral karbon pada 2030. Langkah ini mengubah marathon menjadi ajang yang memadukan olahraga dengan tanggung jawab lingkungan. Melalui tiga pilar keberlanjutan—pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta lingkungan dan dekarbonisasi—Maybank membawa isu keberlanjutan lebih dekat dengan pelari, masyarakat, dan pengunjung yang hadir. Cerita event ini tidak berhenti di garis finish; ia berlanjut di desa, komunitas perempuan penenun, hingga generasi muda yang diberdayakan. Model marathon berkelanjutan semacam ini layak menjadi rujukan bagi setiap kota yang ingin menyelenggarakan lomba lari yang peduli masa depan.






