Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau
Minat|Lari

Dari Garis Start ke Gerakan Sosial: Makna Satu Dekade

Maybank Marathon adalah sebuah event lari internasional berpredikat Elite Label Road Race yang berkembang menjadi platform keberlanjutan, menggabungkan kompetisi lari, pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas lokal, serta komitmen lingkungan jangka panjang melalui program-program terstruktur yang melibatkan pelari, mitra, dan masyarakat. Sejak pertama digelar pada 2012, Maybank Marathon keberlanjutan tidak lagi bisa dibaca hanya sebagai agenda pendukung, tetapi sebagai jiwa dari penyelenggaraan itu sendiri. Sustainability Day yang digelar dua hari menjelang puncak lomba menjadi cermin bagaimana standar event lari ramah lingkungan di Asia sedang ditulis ulang di Gianyar. Pertanyaannya bukan lagi apakah ajang lari perlu peduli pada lingkungan dan komunitas, melainkan seberapa jauh penyelenggara berani mengikat diri pada target konkret seperti marathon netral karbon 2030.

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

‘Meningkatkan Jejak Hijau’: Gianyar sebagai Laboratorium Keberlanjutan

Gerakan ‘Meningkatkan Jejak Hijau’ di Gianyar adalah bukti bahwa komitmen lingkungan tidak berhenti pada slogan. Hari pertama Maybank Marathon Sustainability Day dipusatkan di Piduh Charity Café, Gianyar, sebagai ruang praktik keberlanjutan sosial dan ekologi yang nyata. Di sana, penyandang disabilitas menyiapkan hidangan, literasi keuangan digelar, dan aksi lingkungan dijalankan dalam satu rangkaian utuh. Strategi keberlanjutan Maybank Marathon dibangun di atas tiga pilar: pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan lingkungan serta dekarbonisasi. Pilar lingkungan ini berwujud pada penanaman mangrove, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan transportasi ramah lingkungan, serta edukasi pengurangan emisi yang melibatkan pelari, sponsor, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan lain. Di tengah wacana hijau yang sering dangkal, Gianyar tampil sebagai laboratorium tempat janji dan aksi saling menguji.

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

Piduh Charity Café dan Desa Sanding: Inklusivitas yang Terukur

Memilih Piduh Charity Café sebagai salah satu pusat Sustainability Day adalah pernyataan politik: keberlanjutan mesti inklusif atau kehilangan maknanya. Kafe yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Guna ini menjadi tempat pelatihan anak dan pemuda berkebutuhan khusus, sekaligus simbol bagaimana ajang lari bisa membuka ruang kerja dan kemandirian. Pilar pemberdayaan masyarakat diterjemahkan melalui kategori Wheelchair, program Run for Charity, dan dukungan untuk pusat pelatihan kemandirian di Piduh Charity Café. Di sisi lain, kerja sama dengan World Resources Institute melalui program Desa Sanding Bebas Emisi memperluas gagasan event lari ramah lingkungan menjadi transformasi desa hijau rendah emisi yang menyentuh kesejahteraan warga. Ajang lari ini relevan bagi pemerintah daerah, komunitas, dan mitra korporasi yang ingin melihat olahraga sebagai pintu masuk perubahan sosial yang terukur.

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

Tenun, Budaya, dan Ekonomi: Pelari Berlari di Atas Warisan

Satu dekade Maybank Women Eco-Weavers (MWEW) memperlihatkan bahwa pelestarian warisan budaya bisa menjadi mesin ekonomi, bukan sekadar nostalgia. Program ini telah memberdayakan secara kumulatif 2.617 perempuan penenun dan mendukung 3.024 petani di lima negara ASEAN hingga 30 Juni 2026. Pernyataan Datuk Shahril Azuar Jimin bahwa perjalanan MWEW membuktikan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan bukan basa-basi, melainkan angka yang konkret. Ketika pelari menapaki rute Maybank Marathon, mereka berlari di atas jaringan nilai yang menghubungkan kain tradisional, komunitas penenun, dan pasar global. Di sini, pemberdayaan komunitas lokal diposisikan sebagai inti, bukan aksesori. Event ini mengajar penyelenggara lain bahwa marathon netral karbon saja belum cukup; standar baru menuntut event yang sekaligus menghidupkan ekosistem budaya dan ekonomi lokal.

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

Menuju Marathon Netral Karbon: Standar Baru Asia

Target menjadikan Maybank Marathon sebagai ajang maraton netral karbon pada 2030 adalah milestone yang menggeser standar event lari di Asia. Presiden Direktur Maybank Indonesia menyebut gerakan ‘Jejak Hijau’ sebagai jalur menuju aspirasi tersebut, yang sekaligus sejalan dengan pilar strategis Impacting Society Positively dalam kerangka ROAR30. Selain pemberdayaan sosial, pilar lingkungan diposisikan sebagai fondasi utama transformasi menuju Netralitas Karbon 2030. Ini bukan ambisi soliter; kolaborasi dengan sponsor seperti mitra mobilitas ramah lingkungan dan penyedia pembayaran digital menegaskan bahwa dekarbonisasi adalah kerja kolektif. Ajang dua hari Sustainability Day di Sustainability Pavilion, Bali United Training Center, Gianyar, menunjukkan bagaimana masyarakat, komunitas, dan mitra duduk dalam satu forum untuk menginspirasi aksi keberlanjutan. Satu dekade ini menyimpulkan satu pesan: masa depan marathon Asia akan dinilai bukan hanya dari catatan waktu, tetapi dari jejak sosial dan karbon yang ditinggalkannya.

Maybank Marathon: Satu Dekade Lari, Budaya, dan Jejak Hijau

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!