Pengawasan MBG harus terbuka dan berlapis
Pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah pemeriksaan terbuka atas dapur, proses pengolahan, mutu menu, dan penyaluran makanan agar sesuai standar serta benar-benar sampai kepada penerima yang dituju. Langkah ini tepat: program dengan jangkauan luas tidak cukup diawasi dari balik meja, sementara masalah di dapur atau distribusi paling cepat terlihat oleh orang yang berinteraksi langsung dengan layanan. Kepala BGN Sudaryono menyatakan pelibatan masyarakat dimaksudkan untuk memperkuat pengawasan dan memperbaiki tata kelola MBG. Sejak mulai memimpin BGN pada 22 Juli 2026, ia menempatkan pengawasan sebagai prioritas. Orang tua, guru, petugas posyandu, dan kepala sekolah dipersilakan memeriksa dapur serta menyampaikan masukan atau laporan. Pemerintah daerah juga diminta menilai fasilitas dan kapasitas produksi SPPG. Pembagian ini masuk akal: warga memberi pengamatan sehari-hari, sementara perangkat daerah memeriksa kepatuhan terhadap standar.

Teknologi membantu, tetapi laporan warga tetap penting
BGN melengkapi pengawasan langsung dengan informasi dan alat pemantauan, tetapi teknologi hanya berguna jika temuannya ditindaklanjuti. Radar MBG, yang diluncurkan beberapa hari setelah Sudaryono dilantik, memungkinkan masyarakat melihat menu pada hari berjalan, penerima manfaat, penanggung jawab dapur, dan kandungan gizi makanan. BGN juga membuka hotline untuk menerima pengaduan. Sementara itu, CCTV yang tersambung ke kantor pusat dan dilengkapi kecerdasan buatan dirancang membantu mendeteksi pelanggaran kebersihan, seperti bahan makanan diletakkan di lantai atau petugas mengolah makanan tanpa sarung tangan. Saat laporan awal ini disampaikan, kamera telah terpasang di 70 SPPG; BGN menyebut akan memperluasnya menjadi 300 SPPG dan menargetkan cakupan 5.000 hingga 10.000 SPPG sampai akhir 2026. Angka tersebut menunjukkan rencana perluasan, bukan jaminan mutu. Hotline yang responsif dan perbaikan nyata harus menyertai pemantauan.
Posyandu Lamongan mengawal makanan sampai ke sasaran
Di tingkat penerima, peran kader berbeda dari pemeriksaan dapur: yang utama ialah memastikan makanan diberikan kepada orang yang tepat dan dikonsumsi sebagaimana tujuan program. Posyandu Lamongan menyatakan siap mengawal MBG, tetapi Ketua TP Posyandu Kabupaten Lamongan Anis Kartikawati Yuhronur Efendi mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis resmi dari pemerintah pusat sebagai tindak lanjut kerja sama dengan BGN. Ia menegaskan kader akan berfokus pada penerima manfaat, bukan operasional dapur. Perhatian khusus diarahkan kepada penerima manfaat 3B—balita, ibu hamil, dan ibu menyusui—dengan memeriksa apakah sasaran sudah tepat dan makanan benar-benar diterima serta dikonsumsi. Fokus ini penting karena keberhasilan tidak berhenti ketika makanan keluar dari dapur. Pendataan, edukasi gizi, kebersihan, prosedur, dan ketepatan waktu distribusi juga termasuk hal yang perlu diawasi melalui kerja sama kader dan pengelola SPPG. Tanpa petunjuk yang jelas, pembagian tugas berisiko kabur; karena itu, pedoman pusat perlu segera menjelaskan cara pelaporan dan tindak lanjut.
Akuntabilitas ditentukan oleh tindak lanjut
Rancangan pengawasan ini kuat karena menggabungkan pemeriksaan dapur, kanal aduan, data terbuka, teknologi, dan pemantauan langsung terhadap penerima. Namun, banyaknya jalur tidak otomatis membuat program akuntabel. Warga perlu tahu ke mana laporan disampaikan, siapa yang memeriksanya, dan bagaimana hasilnya diselesaikan; kader juga perlu batas tugas yang jelas agar pemantauan tidak berubah menjadi beban tanpa dukungan. BGN telah menyatakan masukan publik akan ditindaklanjuti sebagai bahan perbaikan, sedangkan Posyandu Lamongan masih menanti petunjuk teknis. Kedua hal itu harus berjalan beriringan: keterbukaan memberi ruang untuk menemukan masalah, dan pedoman operasional memastikan temuan tidak berhenti sebagai keluhan. Ukuran keberhasilan bukan semata jumlah kamera atau laporan, melainkan dapur yang memenuhi standar dan makanan yang sampai kepada kelompok sasaran. Dengan pembagian peran yang tegas serta tindak lanjut yang bisa diperiksa, pengawasan dapat menjaga agar MBG memenuhi janji gizinya.






