Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Setahun di Sekolah Rakyat, Siswa Lebih Sehat dan Percaya Diri

Setahun di Sekolah Rakyat, Siswa Lebih Sehat dan Percaya Diri
Minat|Pendidikan Usia Sekolah

Perubahan yang terlihat setelah setahun

Sekolah Rakyat adalah program pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi hambatan akses belajar serta persoalan sosial. Setelah setahun mengikuti program, para siswa menunjukkan perkembangan yang patut diperhitungkan: mereka lebih percaya diri, lebih sehat, dan mulai berani memandang masa depan dengan harapan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan perubahan itu dalam peringatan satu tahun Sekolah Rakyat sekaligus Hari Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, pada 28 Oktober 2026. Perkembangan tersebut juga tampak dalam penampilan siswa berupa tarian, dongeng, dan drama musikal. Pertunjukan itu bukan sekadar acara perayaan; keberanian tampil di hadapan orang lain dapat menjadi tanda bahwa anak-anak mulai merasa aman untuk mencoba dan menyuarakan diri. Namun, capaian tersebut sebaiknya dipahami sebagai kemajuan yang perlu dijaga, bukan alasan untuk menganggap tantangan pendidikan mereka telah selesai.

Percaya diri dan kesehatan berjalan beriringan

Kepercayaan diri siswa dan kesehatan anak bukan hasil sampingan yang boleh dipisahkan dari pendidikan. Anak yang lebih bugar dan merasa didukung punya peluang lebih baik untuk mengikuti pembelajaran, berinteraksi, serta membayangkan pilihan hidup di luar keadaan yang selama ini membatasi mereka. Gus Ipul mengatakan setelah satu tahun pendampingan, siswa lebih percaya diri menatap masa depan, lebih sehat dan bugar, sementara orang tua juga semakin bersemangat mendampingi. Keterangan itu penting karena perubahan tidak hanya tampak pada anak, tetapi juga pada dukungan keluarga. Meski demikian, pernyataan tentang perkembangan umum belum menjelaskan seberapa merata kemajuan tersebut di setiap sekolah atau bagaimana kesehatan siswa diukur. Karena itu, keberhasilan program sebaiknya dinilai bukan hanya dari penampilan di acara peringatan, melainkan juga dari kesinambungan dukungan, kondisi anak sehari-hari, dan keterlibatan keluarga dalam proses belajar.

Pendampingan harus menjawab kondisi awal yang berat

Kebutuhan akan pendampingan siswa tampak jelas dari latar belakang sebagian anak yang dijangkau. Ada yang sebelumnya tidak pernah bersekolah; lainnya pernah putus sekolah, mengamen, bekerja sebagai pembantu atau kuli, bahkan berada di lingkungan kerja yang tidak semestinya. Bagi anak-anak dengan pengalaman seperti itu, membuka akses masuk sekolah saja tidak cukup. Gus Ipul menyebut sebagian siswa perlu menjalani pemulihan atau rehabilitasi sebelum bergabung dalam pembelajaran, sehingga pendekatan yang seragam berisiko mengabaikan kebutuhan mereka. Program ini patut diapresiasi karena memandang pendidikan bersama kondisi sosial dan psikologis anak. Namun, pendampingan tidak boleh berhenti ketika seorang siswa terdaftar atau mulai belajar. Kepala sekolah, guru, wali asrama, wali siswa, serta pemerintah daerah perlu menjaga dukungan secara cermat dan berkelanjutan—terutama bagi anak yang memerlukan pemulihan terlebih dahulu.

Perluasan akses mesti diimbangi mutu

Skala program menunjukkan ambisi besar, tetapi jumlah sekolah dan siswa bukan ukuran tunggal keberhasilan. Pemerintah telah membangun 100 Sekolah Rakyat di berbagai provinsi; 93 telah digunakan dan tujuh masih dalam proses perampungan. Gus Ipul menyebut lebih dari 44 ribu siswa telah terjangkau, dengan jumlah yang diperkirakan segera melampaui 45 ribu. Ia juga mengatakan sekitar 6 ribu anak yang dijangkau perlu menjalani penanganan atau persiapan terlebih dahulu di sentra yang tersedia. Angka itu menegaskan bahwa perluasan akses harus berjalan seiring kesiapan layanan, bukan mendahuluinya. Pemerintah daerah, khususnya gubernur serta bupati atau wali kota, diminta turut mendukung penyelenggaraan program. Pada akhirnya, Sekolah Rakyat layak dinilai dari apakah anak-anak dapat bertahan belajar, pulih, dan berkembang—bukan hanya dari seberapa cepat jumlah peserta bertambah.

Kesimpulannya, kabar bahwa siswa lebih sehat dan percaya diri setelah setahun pendampingan memberi alasan kuat untuk meneruskan Sekolah Rakyat. Perubahan itu berarti, terutama bagi anak-anak yang sebelumnya terhalang dari pendidikan dan menghadapi tekanan sosial. Tetapi kemajuan awal harus diikuti dukungan yang konsisten, pemulihan sesuai kebutuhan, serta perhatian terhadap kesehatan dan kesejahteraan setiap siswa. Jika pendampingan tetap berpusat pada anak dan keluarga, program ini berpeluang mengubah akses pendidikan menjadi kesempatan yang benar-benar dapat mereka gunakan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!