Ajang untuk belajar, bukan sekadar menang
Lomba cerdas cermat adalah kompetisi yang menguji pengetahuan dan ketangkasan berpikir siswa melalui pertanyaan lintas mata pelajaran, sekaligus melatih keberanian, kerja sama, dan sikap sportif. Nilainya tidak berhenti pada piala: persiapan mendorong siswa meninjau pelajaran secara teratur, sementara suasana pertandingan memberi mereka kesempatan membuktikan kemampuan di hadapan orang lain. Di Sibolga, pemerintah kota melalui dinas pendidikan dan Dewan Pendidikan menggelar LCC untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs pada 26 Oktober 2026, setelah evaluasi menunjukkan perlunya upaya meningkatkan prestasi dan mutu pendidikan. Sebanyak 36 tim SD/MI, terdiri atas siswa kelas IV dan V, serta 17 tim SMP/MTs dari kelas VII dan VIII mengikuti lomba tersebut. Skala ini menunjukkan kompetisi akademik siswa dapat dimulai sejak usia sekolah dasar. Jika sekolah menekankan proses belajar, bukan kemenangan semata, pengalaman bertanding dapat memperkuat kepercayaan diri dan membentuk karakter.

Kolaborasi membuat kompetisi lebih bermakna
Kompetisi akan lebih kuat bila sekolah tidak dibiarkan menyiapkannya sendiri. Pada 23 Oktober, Ganesha Operation bekerja sama dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Sumatera Utara mengadakan LCC tingkat SMA yang diikuti 30 sekolah: 17 dari Kabupaten Toba dan 13 dari Kabupaten Samosir. Guru pendamping hadir bersama para siswa, sementara soal mencakup 12 mata pelajaran, dari matematika dan bahasa hingga sains, ekonomi, geografi, serta informatika. Babak penyisihan, wajib, lempar, dan final menguji keluasan pengetahuan sekaligus kemampuan menjawab dengan tepat di bawah tekanan. Kerja sama lembaga bimbingan belajar, dinas pendidikan, dan sekolah memperluas akses ke ajang terstruktur serta membantu menjaga mutu pelaksanaannya. Harapannya, persiapan tidak berakhir saat lomba selesai: siswa membawa pulang kebiasaan belajar yang lebih terarah, rasa percaya diri, dan pemahaman bahwa kejujuran serta penghormatan kepada lawan sama pentingnya dengan skor.

STEM memperluas arti prestasi akademik
Prestasi akademik juga tumbuh ketika guru mendapat ruang untuk bereksperimen dan mengubah pelajaran menjadi pengalaman yang relevan. Pada 21 Oktober 2026, BCA menggelar babak final Teacher Tech Championship di Jakarta, sebuah ajang pengembangan profesional bagi guru SMA/MA di Sulawesi yang memakai pendekatan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Lebih dari 350 tim mengikuti kompetisi tersebut dari enam provinsi di Sulawesi. Para guru didorong mengembangkan koding dasar dan kecerdasan buatan untuk membuat alat bantu ajar interaktif yang mendukung pembelajaran bermakna dan menyenangkan. Karya Saver-Kit dari SMAN 2 Bitung menjadi pemenang pertama. Inovasi STEM sekolah seperti ini penting karena memberi siswa kesempatan belajar dengan alat dan gagasan yang dekat dengan tantangan nyata. Namun, manfaat lomba baru terasa luas jika inovasi diterapkan di kelas. Penyelenggara berharap karya guru berlanjut di sekolah dan juara dapat bersaing di tingkat nasional. LCC Sibolga pun diharapkan berlangsung dua hingga tiga kali setahun agar siswa berpeluang melaju ke tingkat provinsi dan nasional.






