Dua jalur untuk memperluas pendidikan
Wajib belajar 13 tahun adalah kebijakan yang memasukkan satu tahun pendidikan prasekolah melalui PAUD atau TK sebelum anak memasuki sekolah dasar, sekaligus memperluas kesempatan belajar bagi anak yang belum bersekolah. Artinya, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah bangku sekolah: anak perlu mendapat fondasi sejak dini dan tetap memiliki jalan kembali ketika pendidikan terputus. Pada 24 Oktober 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmen mendorong program tersebut serta memperbesar bantuan revitalisasi TK dalam Apel Akbar 10.000 Guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal se-Jawa Tengah di Semarang. Dua hari kemudian, Kemendikdasmen dan PT Agrinas Palma Nusantara menandatangani kerja sama untuk mendukung pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah. Kedua langkah ini patut dipandang sebagai satu agenda: memperluas akses pendidikan dari usia dini hingga anak yang tertinggal dari sistem.

Revitalisasi TK menguatkan titik awal
Memulai wajib belajar dari TK masuk akal, tetapi kebijakan itu hanya akan bermakna jika layanan prasekolah tersedia dan layak dijangkau. Data yang disampaikan pemerintah menunjukkan baru sekitar 66 persen siswa SD pernah mengikuti PAUD atau TK. Kesenjangan ini membuat revitalisasi TK lebih dari sekadar perbaikan gedung: sarana yang memadai merupakan bagian dari upaya memastikan anak bisa belajar sebelum memasuki SD. Abdul Mu’ti menyebut bantuan revitalisasi meningkat dari 1.356 TK pada 2025 menjadi alokasi 13.831 bantuan pada 2026. Lonjakan itu memberi sinyal bahwa pemerintah mengakui besarnya pekerjaan, tetapi angka bantuan belum otomatis membuktikan pemerataan. Pelaksanaannya perlu menjangkau lembaga yang paling membutuhkan, disertai layanan yang aman dan bermutu. Pemprov Jawa Tengah berkomitmen memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memperbaiki layanan PAUD di wilayahnya.
Menjangkau anak yang sudah keluar dari sekolah
Jalur kedua sama pentingnya: mencegah anak meninggalkan sekolah dan membuka kesempatan bagi mereka yang telanjur tidak bersekolah untuk kembali belajar. Kerja sama Kemendikdasmen dengan Agrinas Palma Nusantara menempatkan dunia usaha sebagai salah satu mitra dalam upaya tersebut. Perjanjian kerja sama ditandatangani di Jakarta pada 26 Oktober 2026 dan menjadi bagian dari dukungan perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Keterlibatan lintas sektor diperlukan karena hambatan bersekolah tidak bisa ditangani hanya dengan menambah kapasitas sekolah; anak dan keluarga yang menghadapi kendala perlu ditemukan serta dibantu sesuai kebutuhannya. Namun, keterangan yang tersedia belum menjelaskan bentuk bantuan, sasaran penerima, ataupun mekanisme pelaksanaannya. Karena itu, kerja sama ini baru dapat dinilai sebagai komitmen awal. Dampak nyatanya akan bergantung pada penyaluran dukungan yang jelas dan akses yang benar-benar terbuka bagi anak yang membutuhkan.

Ukuran keberhasilan adalah akses yang nyata
Wajib belajar 13 tahun akan berhasil jika kedua jalurnya berjalan beriringan: anak mendapat dasar belajar di PAUD atau TK, sementara anak yang menghadapi hambatan tidak dibiarkan keluar dari pendidikan tanpa dukungan. Revitalisasi TK dapat memperkuat awal perjalanan sekolah, sedangkan kolaborasi untuk menangani anak tidak sekolah dapat membantu menjaga kesinambungan pendidikan. Pemerintah daerah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan dunia usaha perlu mengubah komitmen menjadi layanan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat. Pemprov Jawa Tengah berencana terus memperkuat sinergi untuk menghadirkan pendidikan usia dini yang bermutu, aman, dan inklusif; program TJSL Agrinas Palma juga diharapkan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan memberi dampak sosial berkelanjutan. Kesimpulannya, perluasan akses pendidikan tidak cukup diumumkan atau dihitung dari besarnya alokasi bantuan. Ukurannya adalah apakah lebih banyak anak dapat memulai sekolah, bertahan, dan kembali belajar ketika sempat terputus.






