Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tiga Daerah Berbagi Strategi Data untuk Menekan Stunting

Tiga Daerah Berbagi Strategi Data untuk Menekan Stunting
Minat|Pengetahuan Parenting

Stunting: Masalah Gizi yang Menuntut Revolusi Data

Stunting adalah kondisi gangguan tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan pola pengasuhan yang tidak memadai sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun, yang berdampak pada tinggi badan, kesehatan, dan kapasitas belajar anak dalam jangka panjang, sehingga membutuhkan strategi intervensi stunting daerah yang terencana, terukur, dan berbasis data akurat di tingkat lokal. Di tengah ambisi stunting regional turun, tiga daerah menunjukkan hasil yang kontras. Kota Bandung mengalami lonjakan prevalensi dari 16,3% pada 2023 menjadi 22,8% pada 2024 meski gencar bicara kolaborasi lintas sektor. Palu mencatat penurunan 37 anak dalam sebulan berkat validasi data stunting yang disiplin. Sleman melangkah lebih jauh dengan inovasi pencegahan stunting berbasis Satu Data Stunting dan platform monitoring stunting Mata Hati. Pesannya tajam: tanpa revolusi data, kolaborasi mudah berhenti sebagai slogan.

Bandung: Kolaborasi Ramai, Angka Stunting Tetap Naik

Kota Bandung adalah contoh pahit bahwa rapat dan lokakarya tidak otomatis menurunkan stunting. Target Zero New Stunting di kota ini justru berhadapan dengan kenaikan prevalensi dari 16,3% menjadi 22,8% dalam satu tahun, melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Anggota DPRD H. Soni Daniswara menghadiri Lokakarya Mini di Bojongloa Kaler bertema penguatan kolaborasi lintas sektor untuk Zero New Stunting pada 15 Oktober 2026. Agenda membahas gizi, pola asuh, asap rokok, infeksi, imunisasi, dan sanitasi. Namun lonjakan angka menunjukkan kolaborasi saja tidak cukup tanpa strategi terukur: sasaran keluarga berisiko jelas, indikator kinerja yang keras, dan platform monitoring stunting yang memantau apakah intervensi benar-benar menjangkau ibu hamil, balita, dan lingkungan yang paling rentan. Bandung perlu berani mengakui bahwa selama data pemantauan rutin belum menjadi tulang punggung kebijakan, stunting regional turun hanya akan menjadi slogan di dokumen RPJMD.

Palu: Validasi Data sebagai Senjata Utama Penurunan Kasus

Berbeda dengan Bandung, Kota Palu menunjukkan bahwa disiplin pada data bisa langsung terlihat di angka. Pemerintah kota ini mencatat penurunan kasus stunting sebanyak 37 anak dalam periode Agustus–September 2026, dari 1.030 menjadi 993 balita. Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin memimpin rapat evaluasi di ruang Bappeda pada 19 Oktober dengan agenda utama validasi data balita agar intervensi tepat sasaran dan sesuai kondisi lapangan. Kutipan yang layak dicatat: “jumlah balita stunting di Palu tercatat sebanyak 1.030 anak pada Agustus 2026. Angka tersebut menyusut menjadi 993 anak pada September 2026”. Di balik itu, ada kerja teknis: pembaruan di sistem aplikasi, penertiban penginputan, dan penekanan agar petugas tidak menunda pelaporan meski terkendala jaringan. Palu membuktikan bahwa validasi data stunting lintas sektor bukan pekerjaan administratif semata, melainkan inti dari strategi intervensi stunting daerah yang membuat program gizi dan layanan puskesmas lebih tajam.

Tiga Daerah Berbagi Strategi Data untuk Menekan Stunting

Sleman: Satu Data dan Mata Hati, Model Baru Penanganan Terpadu

Kabupaten Sleman melangkah lebih jauh dengan menjadikan data dan teknologi sebagai fondasi penanganan. Prevalensi stunting turun menjadi 4,04%, lebih rendah dari capaian 4,29% dan bahkan melampaui target RPJMD 4,11%. Penurunan ini tidak dibiarkan berjalan tanpa tata kelola; Plt. Kepala Dinkes Dwi Anta Sudibyo menegaskan perlunya penguatan data dan intervensi sesuai kebutuhan keluarga. Pemerintah kabupaten meluncurkan dua inovasi pencegahan stunting: sistem digital Satu Data Stunting dan program pendampingan kesehatan mental Mata Hati. Satu Data Stunting mengintegrasikan data antarlembaga untuk mencegah pencatatan ganda, tumpang tindih program, dan keluarga yang terlewat. Mata Hati melengkapi platform monitoring stunting dengan fokus pada kesehatan mental ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh, karena psikologis pengasuh memengaruhi nutrisi dan pola asuh balita. Sleman menunjukkan bahwa stunting regional turun paling efektif ketika data terpadu bertemu dukungan psikologis.

Tiga Daerah Berbagi Strategi Data untuk Menekan Stunting

Pelajaran untuk Daerah Lain: Menang lewat Data, Bukan Seremoni

Perbandingan Bandung, Palu, dan Sleman menegaskan satu hal: perang melawan stunting dimenangkan lewat sistem data yang akurat, bukan lewat seremoni kolaborasi. Bandung sudah bicara lintas sektor, tetapi tanpa indikator jelas, evaluasi berkala, dan platform monitoring stunting yang kuat, prevalensi tetap naik. Palu memperlihatkan dampak langsung ketika validasi data stunting dijadikan agenda utama dan sistem aplikasi dibersihkan dari masalah pelaporan. Sleman menawarkan model lebih matang: Satu Data Stunting sebagai tulang punggung integrasi informasi, ditambah Mata Hati yang menyentuh aspek psikologis pengasuh. Ke depan, daerah lain yang ingin melihat stunting regional turun perlu menyalin prinsip, bukan sekadar program: bangun satu sumber data yang dipercaya, pastikan penginputan disiplin, gunakan teknologi sebagai platform monitoring stunting, dan jangan lupa bahwa angka di layar mewakili keluarga yang butuh pendampingan menyeluruh.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!